Sabtu, 07 Des 2019

Surati Gereja Ortodoks

Perancang AK-47 Menyesal Ciptaannya Membunuh Banyak Orang

Minggu, 19 Januari 2014 21:55 WIB
SIB/Int
Mikhail Kalashnikov perancang AK-47
Rusia (SIB)- Mikhail Kalashnikov meninggal dunia dalam penyesalan. Pasalnya, perancang senjata AK-47 itu merasa bahwa senapan ciptaannya telah membunuh banyak orang. Dia pun menulis surat kepada Gereja Ortodoks sebelum kematiannya.

"Luka spiritual saya tak tertahankan lagi," tulisnya dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Gereja Ortodoks Patriakh Kirill.

"Satu pertanyaan yang terus berputar-putar di diri saya; karena senapan serbu saya telah membunuh begitu banyak manusia, apakah itu berarti saya, Mikhail Kalashnikov...seorang penganut Kristen Ortodoks, bertanggungjawab atas kematian orang-orang itu, bahkan jika mereka itu musuh?"

Keaslian surat itu sendiri tak bisa dikonfirmasikan secara independen. Yang pasti, menurut juru bicara Gereja Ortodoks, mereka memang menerima surat tersebut, surat yang ditulis enam bulan sebelum kematian Kalashnikov pada 23 Desember lalu.

AK-47 yang murah diproduksi dan mudah digunakan itu dibanggakan sekaligus disesalkan pria 94 tahun tersebut.

Dia bangga karena dia ciptakan senapan itu pada 1947 untuk mempertahankan perbatasan negaranya, ungkap Reuters. Namun, senjata ini juga telah membunuh manusia lebih banyak dibandingkan senjata manapun, apalagi senjata itu dipakai oleh para penjahat dan tentara anak-anak.

Tujuannya membuat senjata yaitu untuk melindungi negaranya namun disalahgunakan menjadi senjata pembunuh. Seringkali kita menyalahgunakan hal-hal yang dipercayakan dalam hidup kita sehingga penyesalan pun datang. (Rtr/R4/ r)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments