Jumat, 24 Jan 2020

Alumni STT HKBP Bertemu Mantan Dosen asal Jerman

Pdt Peter Demberger Ingatkan HambaNya Agar Hidup Sederhana

redaksi Minggu, 24 November 2019 19:21 WIB
Sib/Doc
Mantan Dosen : Beberapa alumni STT HKBP di antaranya Pdt DR WTP Simarmata dan Pdt Dr Victor Tinambunan saat mengantar mantan dosennya Pdt Peter Demberger dan istrinya (Mrs Renata) serta Pdt Detlev Nonne di Bandara Kualanamu Medan, Kamis (21/11).
Medan (SIB)
Mantan dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP asal Jerman, Pdt Peter Demberger mengingatkan dan berharap kepada seluruh alumni dan mahasiswa STT HKBP yang akan menjadi seorang hambaNya agar selalu bergaya hidup sederhana, meskipun di tengah kelimpahan yang dipunyai.

Dikatakannya, Kristus yang datang ke dunia penuh dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Untuk itu setiap orang khususnya para hambaNya hendaknya menjalankan hidup yang sederhana juga, jauh dari hidup hedonisme atau glamour, berfoya-foya atau pesta pora yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

"Setiap orang Kristen terkhusus para pendeta agar berhikmat dan bermurah hati dalam mewujudkan pelayanan kasih bagi orang kecil dan yang berkekurangan tanpa memandang status, pangkat, jabatan, suku maupun agama. Sebab harus disadari bahwa ketika memutuskan untuk menjadi pendeta artinya memutuskan untuk bersahaja disetiap kehidupan yang dijalani. Meskipun hamba Tuhan atau pendeta tajir maupun kaya raya, tetapi gaya hidup harus tetap sederhana, sesuai dengan ukuran masyarakat mayoritas pada umumnya. Tidaklah pantas pendeta hidup bermewah-mewahan, naik mobil mewah, berbelanja barang-barang mewah sementara jemaatnya bayar perpuluhan dan menabur untuk aktivitas gereja. Seharusnya justru dapat berbagi rejeki yang dimiliki dengan sesama," katanya didampingi istrinya (Mrs Renata) dan Pdt Detlev Nonne saat bertemu beberapa mantan mahasiwanya di antaranya Pdt DR WTP Simarmata MA, Pdt Dr Victor Tinambunan dan Pdt Collman P Hutagalung MTh di Medan, Kamis (21/11).

Lanjut dia, pendeta harus menjadi teladan dan hidupnya senantiasa dalam kasih yang menabur kebaikan buat orang miskin maupun jemaatnya yang berkekurangan. Sebab begitulah yang diajari Firman Tuhan untuk jemaat juga untuk hambaNya.

"Daripada hidup bermewah-mewahan mending kasih makan lebih banyak orang lagi atau cetak alkitab dan sarana penginjilan lebih banyak lagi untuk menjangkau dunia. Biarlah setiap apa yang sudah diperbuat, Roh Kudus yang melipat gandakan berkat kita sesuai ketetapanNya kepada setiap kita yang percaya padaNya," katanya.

Sementara Pdt WTP Simarmata mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan karena dapat bertemu dan berdiskusi dengan mantan dosen perjanjian barunya yang dinilainya sangat baik dan kreatif.

"Puji Tuhan kami dapat dipertemukan kembali dengan hambaNya yang sangat luar biasa, saya menjadi mahasiswanya dari tahun 1974- 1978. Beliau sosok teladan dan panutan semua mahasiswa, tidak saja mendapat ilmu dari beliau tetapi juga mendapat wawasan yang luas dalam misi. Karena beliau adalah utusan VEM/UEM dari Jerman menjadi Dosen di Fakultas Theologia pada waktu itu dan kini menjadi STT HKBP. Beliau kembali ke Jerman tahun 1979 menjabat sebagai Kepala Departemen Urusan Asia di Kantor VEM di Jerman. Biarlah apa yang disampaikan Pdt Peter kita boleh semakin mewujudkan hidup yang bertoleransi dan berbagi kepada sesama manusia," katanya.

Apa yang disampaikan beliau sangat mengunggah hati saya untuk senantiasa hidup dalam kesederhanaan dan kebersahajaan. Semoga para mahasiswa yang akan menjadi pendeta ke depannya senantiasa bergaya hidup yang sederhana. Gelar pendeta bukan soal gengsi, tetapi soal tanggung jawab moral pelayanan kepada jemaat dan terutama kepada Tuhan Allah pemberi kehidupan.

Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik. Kita harus belajar memadankan diri dengan apa yang ada.
Boleh kaya berlimpah tapi harus dari Tuhan bukan hasil nipu dan tidak boleh ada yang disakiti karena kekayaan kita. Kita harus terus memperhatikan orang-orang yang miskin, umat Kristiani diimbau untuk tidak bermewah-mewah diri supaya bisa berbagi dengan sesama," katanya. (M20/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments