Rabu, 12 Agu 2020

Menag Ajak Umat Beragama Pahami Baik-baik Ajaran Agama

Kemenag Janjikan Harmony Award Bagi Pemda
bantors Minggu, 20 Oktober 2019 09:47 WIB
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
Lombok (SIB) -Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban setiap umat beragama untuk betul-betul mampu memaknai agama pada esensi dan substansi sesungguhnya, yaitu agama yang memanusiakan manusia.

"Jangan justru malah sebaliknya. Kita beragama, tetapi justru malah merendahkan harkat martabat kemanusiaan kita. Apalagi menghilangkannya," kata Lukman, usai acara Peluncuran Awal Sembilan Gedung Baru Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (15/10).

Lukman mengatakan, beragama seharusnya membuat kita semakin inklusif dan semakin mengayomi.

"Termasuk semakin bisa hidup bersama di tengah keberagaman, di tengah kemajemukan. Bukan justru semakin beragama semakin eksklusif. Tidak ada agama yang mengajarkan eksklusivisme yang sangat mementingkan berorientasi pada dirinya sendiri, atau kelompoknya sendiri," kata Lukman seperti dikutip Kompas.id.

Pernyataannya itu menanggapi pertanyaan media terkait penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober lalu yang diduga dilakukan anggota kelompok teroris.
Menurut Lukman, semua pihak harus bisa menarik pelajaran atau hikmah di balik peristiwa itu.

"Selain meningkatkan kewaspadaan, semua pihak mulai dari kaum cerdik cendikia, para ulama, akademisi, tokoh-tokoh, dan masyarakat untuk lebih gencar menggaungkan moderasi beragama yakni beragama yang moderat yaitu beragama yang tidak berlebih-lebihan, atau ekstrem," kata Lukman.

Harmony Award
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) juga masih terus memantau pemerintah daerah (Pemda) yang berhasil menciptakan kerukunan beragama di tengah wilayah yang pimpinannya.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Nifasri pun dengan tegas menyampaikan bahwa Menag akan menghadiahi penghargaan terhadap para pemda yang berhasil menciptakan kerukunan.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan survei ke lapangan. Jika ada pemda yang benar-benar menaruh perhatian terhadap kerukunan umat beragama, utamanya FKUB, maka akan kita berikan penghargaan bernama Harmony Award yang rencananya diserahkan langsung oleh Menteri Agama," kata Nifasri saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/10).

Penghargaan yang diberi nama Harmony Award ini dibuat sebagai salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat kerukunan di tengah kehidupan berbangsa.

Meski belum merata, Nafisri berjanji untuk menggandeng pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia untuk menggalakkan kerukunan. Salah satunya adalah dengan membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di setiap tempat.

Dia menjelaskan Kemenag sendiri akan menjalankan fungsinya sebagai fasilitator dan regulator. Dan yang menciptakan kerukunan di tengah masyarakat adalah Pemda sendiri.

"Tahun depan kami akan melakukan pendekatan kepada Badan Kesbangpol di daerah-daerah yang pemerintah daerah setempat belum memberikan perhatian kepada FKUB. Sehingga kerukunan umat beragama menjadi kesadaran bersama antara pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat," jelasnya. (Katoliknews/JB.Com/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments