Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • Agama Kristen
  • Makna Salib Bagi Kristen adalah Pertemuan Kasih Allah dengan Pengampunan Dosa

Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus P Purba STh MA:

Makna Salib Bagi Kristen adalah Pertemuan Kasih Allah dengan Pengampunan Dosa

admin Minggu, 21 April 2019 14:59 WIB
SIB/Eddy Bukit
DOA BERKAT: Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh MA memimpin doa berkat pada peringatan Jumat Agung di GBKP Setia Budi Medan.
Medan (SIB) -Ketua Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Agustinus Pengarapen Purba STh MA mengatakan, penyaliban Yesus Kristus di kayu salib jadi momen penting bagi kita yang percaya. Penjahat di sebelahnya yang ikut disalib menyatakan, O Yesus, ingat aku kalau datang nanti. Sepotong kata itu membuat penjahat itu tenang dengan abadi.

Yesus pernah mengatakan, pikul salibmu bagi yang mau percaya Aku. Sekarang apa makna salib bagi kita. Ada yang anggap sebagai perhiasan. Kita tahu Yesus mati disalib. Maka makna salib bagi Kristen adalah pertemuan antara kasih Allah dengan pengampunan dosa manusia yang memberi keselamatan, kata Pdt Agustinus dalam kebaktian Jumat Agung peringatan kematian Yesus Kristus di GBKP Setia Budi Medan, Jumat (19/4).

Thema peringatan "Yesus dipakukan ke kayu salib" dan Pdt Agustinus mengutip nats Markus 15:21-32, dihadiri Pdt Sentosa Gurusinga STh, Pertua dan Diaken, serta jemaat GBKP Setia Budi Medan yang berbusana nuansa hitam.

Dikatakan Pdt Agustinus, hari ini semua gereja di dunia memperingati kematian Yesus Kristus, dengan busana nuansa hitam. Secara iman keyakinan, kita tak pernah melihat langsung penyaliban Yesus. Tapi bisa merasakan bagaimana penderitaan Yesus 2000 tahun lalu. Kita yakin, Yesus disalib tak ingin ada perdebatan di antara kita. Tapi Yesus disalib supaya kita bisa merasakan cinta kasihnya untuk mengampuni dosa-dosa kita.

Mahkota duri dipasang di kepala Yesus, sebagai mengolok-olok Tuhan, dan seluruh tubuh Yesus disakiti, dicambuk, perutnya ditombak, kaki dan tangannya dipaku. Pada penyaliban itu di sekitarnya terjadi gelap, antara jam 12 sampai 15.00, dan tirai gereja terbelah. Pada jam 3 itu Yesus berseru, "Eloi, eloi ,lama sabakhtani" dan Yesus pun mati, lalu mayat Yesus dikubur.

Pada masa itu, salib metode hukuman secara kejam dan menyakitkaan, dipaku dan dibiarkan tergantung sampai mati.Yesus disamakan dengan penjahat kaliber berat. Padahal Pontius Pilatus telah menyatakan tidak ada kesalahan Yesus Kristus.

Dengan peristiwa penyaliban dan matinya Yesus , jangan ada anggapan kita lebih menderita dari Yesus. Dosa-dosa kita sudah ditebus Yesus di kayu salib. Orientasi kehidupan Kristen, adanya jaminan bagi kita dan pada perayaan Paskah hari Minggu nanti akan dijelaskan bangkitnya Yesus dari kubur. Inti iman percaya kita adalah, Yesus berharap pada kita jangan sia-siakan kematian Yesus di salib itu.

Dengan kebangkitan Kristus, maka begitu banyak tantangan yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan. Bahkan ada kelompok tertentu yang menyatakan Yesus tidak mati di kayu salib. Kita sebagai orang percaya, yakin dan tahu Yesus mati di kayu salib.

Acara kebaktian Jumat Agung itu diselingi dengan nyanyian pujian koor Saitun, Mamre, Moria, Permata, KA/KR Runggun. Seusai acara kebaktian diadakan pula syukuran HUT ke 26 tahun Tamsaka Tarigan, putra Pertua Emeritus Drs Ngaman Tarigan. (M01/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments