Kamis, 18 Jul 2019

Peringatan Jumat Agung di GKPI Sriwijaya

Kematian Yesus Bukan Pura-pura dan Tidak Ada Kesan Takdir

admin Minggu, 21 April 2019 14:57 WIB
SIB/Horas Pasaribu
BERSALAMAN: Pemimpin Umum Harian SIB memberi ucapan selamat Jumat Agung kepada Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh, Pendeta Resort GKPI Sriwijaya Pdt Gunawan Panjaitan dan para Penatua GKPI Sriwijaya, usai ibadah memperingati kematian Tuhan Yesus, Jumat (19/4) di gereja GKPI Sriwijaya.
Medan (SIB) -Ribuan warga jemaat gereja GKPI Sriwijaya Medan Kota, Resort Medan Barat memperingati kematian Yesus Kristus, Jumat (19/4). Ibadah dipimpin Pendeta Resort Pdt Gunawan Panjaitan MTh, khotbah dibawakan Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh.

Dalam khotbah dari Kitab Markus 15:22-32 disebutkan bahwa Yesus bukan sekedar bergerak maju menuju kematian tapi melaksanakannya dengan sukarela dan penuh kesetiaan. Tidak ada kesan takdir, tetapi Yesus jelas memegang kendali kematianNya sendiri sejalan dengan kehendak BapaNya.

"Tapi kematian Yesus bukan pura-pura, tetapi benar-benar nyata. Ada banyak kesaksian menjelaskan bahwa Dia benar-benar mati. Salah satu buktinya, Yesus telah menjadi mayat dan dikuburkan," terangnya.

Yesus benar-benar merasakan sakitnya disalibkan. Padahal zaman itu bisa saja orang disalibkan tidak merasakan sakit ketika hendak meninggal dengan cara meminum anggur campur mur. Para serdadu yang menyalibkanYesus menawarkan minuman itu tapi ditolakNya.

"Artinya, Yesus ingin merasakan secara total setiap tusukan paku, pukulan, tancapan mahkota duri dan setiap tetesan darah yang keluar dari tubuhnya. Yesus sepenuhnya hendak merasakan maut dalam kesadarannya sebagai manusia. Yesus jadi terkutuk karena dosa kita. Peristiwa kematian Yesus telah menghancurkan semua ego dalam diri manusia," tuturnya.

Untuk itu, Sekjen GKPI mengajak umat Kristen menjaga dan merawat keselamatan yang sudah diberikan. Karena pengorbanan Yesus telah mendamaikan Allah dengan manusia dan sesama manusia. Karena Yesus hidup bukan untuk diriNya, tapi Dia mengambil alih dosa-dosa manusia yang seharusnya ditanggung manusia.

"Sebagai orang yang ditebus dari kutuk oleh darah Yesus, hendaklah kita hidup dalam kasih, pujian, syukur dan penyerahan yang lebih besar kepada Kristus yang sudah rela memikul kutuk kita," imbuhnya. (M10/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments