Jumat, 14 Agu 2020

Jubileum 50 Tahun HKBP Eprata Dirayakan

* Ephorus: HKBP Disebut Sebagai Huria Nabolon Karena Jemaatnya
Minggu, 23 Oktober 2016 14:31 WIB
SIB/ Horas Pasaribu
Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Kardi Simanjuntak MMin,Pendeta Resort Eprata Pdt MD Sormin, SmTh, Ketua Panitia SM Silitonga melepas burung merpati pada Pesta Jubileum 50 tahun HKBP Eprata, Perkampunga
Medan (SIB)- Gereja HKBP Resort Eprata Perkampungan Kodam I/BB Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal berusia 50 tahun. Pesta jubileumnya dirayakan, Minggu (9/10) dengan pengkhotbah Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, pembawa ibadah Praeses Distrik X Medan-Aceh Pdt Kardi Simanjuntak MMin, doa syafaat Biv Ester R br Manurung dan membaca sejarah gereja St S br Gultom. Ketua panitia, SM Silitonga mengatakan, HKBP Eprata berdiri pada 1966, awalnya beribadah di rumah jemaat.

Kemudian pindah ke gudang senjata eks Linud, setelah itu dibangunlah gereja sederhana berdinding tepas. Dari gereja tepas, dibangunlah gereja tersebut secara bertahap dimulai dengan membangun teras, kemudian berdirilah gereja permanen dan sekarang sudah menjadi Gereja Resort HKBP Eprata.

Ibadah jubileum diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Ephorus Pdt Darwin Lumbantobing, kemudian pelepasan burung merpati. Ephorus mengatakan, gereja HKBP kecil awalnya, Tuhan memberkati sehingga menjadi gereja permanen berjemaat besar. HKBP adalah gereja Batak Kristen yang luar biasa, besar karena jemaatnya sehingga disebut HKBP "nabolon" (yang besar).

"Itu semua karena jemaat HKBP, kami para parhalado (pelayan) tidak iri kalau dikatakan jemaat yang membesarkan HKBP, sampai ke pulau-pulau tanah air," ucap mantan Ketua STT HKBP ini. Orang Batak Kristen, kata Ephorus, kalau ada 2-3 orang perantau dari bona pasogit, mereka bergereja ke gereja lain. Tapi setelah bertemu satu sama lain dan jumlahnya 25 orang mereka membentuk kelompok peribadatan (parmingguan), kemudian berkembang sampai membangun gereja. Setelah terbentuk barulah jemaatnya melapor ke resort, distrik, ke kantor pusat meminta diresmikan dan dikirim pendeta untuk melayani mereka.

 "Itu makanya HKBP menjadi besar, ada di seluruh kepulauan Indonesia, bahkan ada di Los Angeles, California, Kuala Lumpur dan Singapura. Kami tidak kecil hati karena memang jemaat membesarkan HKBP, sehingga jemaat ikut disebut sebagai visioner, bukan parhalado saja yang visioner," terangnya. Makanya kata Ephorus, harus disyukuri kepada Tuhan, orang Batak mencintai gerejanya dimanapun berada.

Karena sudah menjadi darah daging, orang Batak Kristen banyak yang tidak bisa tidur kalau tidak beribadah di HKBP. "Sama seperti HKBP Eprata ini, mulai dari gereja kecil diberkati Tuhan menjadi besar.

Oleh karena itu jadilah kita pengikut Kristus yang setia. Karena tidak dibiarkan Tuhan orang yang setia berjalan sendirian, kapan dan dimana saja kita berada," tuturnya. (A10/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments