Selasa, 20 Agu 2019

Pdt Basa Rohana Hutabarat pada Natal SM HKBP UAS

If I Stop Reformation, I Stop The Light of The Church

Minggu, 31 Desember 2017 13:23 WIB
SIB/Dok
NATAL SEKOLAH MINGGU: Anak-anak Sekolah Minggu HKBP Jalan Uskup Agung Sugiopranoto Medan saat memperagakan kreativitasnya pada perayaan natal barubaru ini.
Medan (SIB) -Suasana sukacita nyata terasa pada perayaan Natal Sekolah Minggu HKBP Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Medan, Kamis (21/12). Semua Anak Sekolah Minggu (ASM) bersama orangtua serta jemaat yang hadir nampak bersukaria sejak awal acara sampai selesai.

Acara dirancang sehingga semua anak SM yang berjumlah lebih dari 150 orang masing-masing mengambil peran dan terkordinasi rapi. Nyanyian pujian, liturgi, nyanyi & tari yang diselingi dengan narasi dan peragaan tokoh Marthin Luther, lakon kelahiran Yesus dan persembahan PS Sekolah Minggu dengan 3 buah lagu (termasuk lagu ciptaan Marthin Luther" Jahowa Debatanta do" yang diaransir Katrin Sidabutar SE) yang sangat baik. Kemudian khotbah terajut dalam tema "REFORMED" (Kol.3:10) dan sub tema "Aku Percaya, Sebab itu Aku Berkata-kata" (2Kor.4:13b). Mengurai tema, Pdt Basa Rohana Hutabarat M.Min menyatakan bahwa "...reformasi itu datangnya bukanlah dari diri kita sendiri tetapi Allah yang menganugerahkannya kepada kita semua dan hanya Allah yang boleh melakukannya. Orang yang mau direformasi itu harus meninggalkan manusia lama, harus meninggalkan kelakuan-kelakuan lama yang tidak baik".

Ditekankan juga bahwa Guru Sekolah Minggu (GSM) dan orangtua harus mereformasi diri. Mengutip pernyataan Marthin Luther seperti lakon yang diperagakan ASM, pendeta, Sekretaris Eksekutif LWF ini, mengajak ASM terutama kelas tunas remaja untuk sama-sama menyatakan "Here I stand" bahwa seperti Martin Luther, ASM tidak mau goyah, imannya tidak digoyahkan apapun tetapi tetap komit mengikut Yesus sampai selama-lamanya. Untuk bisa berkata-kata haruslah rajin dan setiap hari membaca Alkitab sehingga bertumbuh dalam iman, menemukan banyak vocabulery dari Alkitab dan dapat berdoa dengan permintaan bermacam serta berkata-kata menyampaikan kesaksian tentang Tuhan. Ini harus dimulai dariku, reformasi dimulai dari setiap kita.

Dikatakan gereja juga harus mereformasi diri "If I Stop Reformation, I Stop The Light of The Church", jika kita tidak mereformasi maka stoplah lampu-lampu jemaat ini tidak menyala, tidak ada lagi kehidupan di gereja ini. Ketika menyampaikan khotbahnya, setelah berdoa di mimbar, Inang pendeta ini  kemudian turun dan berdiri di altar serta melanjutkan khotbahnya dengan bergerak dinamis dan juga mendekati ASM serta jemaat.

"Acara perayaan Natal yang penuh sukacita ini adalah karya Tuhan melalui guru-guru Sekolah Minggu, sangat baik, indah dan berkualitas. Ini adalah sukacita semua anak Sekolah Minggu bersama keluarga di tengah gereja. Dalam acara ini Firman Tuhan jelas, sejarah ada, pendidikan ada, keakraban ada dan sukacita ada," demikian disampaikan St Drs Oloan Simanjuntak, Ketua Dewan Koinonia yang menyampaikan kata sambutan mewakili parhalado. Begitu juga Ny.H.Tampubolon M.Br.Tambunan mewakili orangtua ASM sangat menghargai dan berterima kasih atas pelayanan GSM selama ini. (R4/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments