Minggu, 17 Nov 2019

Menjangkau Anak-anak Muda

Ibadah Sambil Ngopi, Tren Gereja Kafe di Korea Selatan

admin Minggu, 14 Juli 2019 16:48 WIB
SIB/jb.com
GEREJA KAFE: Ibadah sambil ngopi menjadi tren di Korea Selatan untuk menjangkau anak-anak muda yang telah meninggalkan gereja.
Parapat (SIB) -Rapat Pendeta HKBP se-Distrik V Sumatera Timur berlangsung Senin Selasa (8-9/7) di Parapat, beberapa keputusan penting dan strategis tentang pergumulan gereja dan jemaat. Kemudian hasilnya disampaikan sebagai usulan ke tingkat Rapat Pendeta Hatopan yang akan dilaksanakan Oktober 2019 mendatang di Tarutung, Tapanuli Utara.

Rapat pendeta dimulai ibadah yang dilayani Pdt Dr Robinson Butarbutar (pengkhotbah) dan Pdt Masdar Manalu, MTh (liturgis), dan doa syafaat Pdt Hotler Lumbatoruan MM (Pendeta HKBP Ressort Pematangsiantar). Nats Khotbah diambil dari Lukas 22:32 yang sekaligus menjadi tema yaitu, "Aku mendoakanmu agar imanmu tidak jatuh" dengan sub tema, "Pendeta HKBP belajar dan bergegas melaksanakan panggilannya agar iman tidak jatuh pada era revolusi industri keempat".

Dalam paparan khotbahnya, Pdt Robinson mengawali dengan sebuah lagu "Tangiang ni Dainang" (doa ibu). Meski judul lagu ini bersifat sekuler namun kita memaknainya sungguh menyentuh hati sanubari kita sebagai insan manusia yang dilahirkan, dibesarkan, dididik oleh orangtua kita. Kesetiaan seorang ibu menunjukkan tanggungjawabnya melalui pengorbanan yang tidak terhingga dan tiada taranya secara lahir dan batin demi kesuksesan anaknya di masa depan.

Demikian dengan kasih setia Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada kita hingga dewasa ini. Tuhan hadir dan selalu mendampingi orang yang dikasihi-Nya. Menurut konteks nats Lukas 22:32 ini, di mana Yesus mendoakan iman Petrus supaya jangan jatuh. Sebab, dalam visi Yesus tantangan ke depan pasca kebangkitan akan semakin dahsyat. Yesus meyakinkan Petrus bahwa Tuhan Yesus akan mendoakan, mengutus Roh Kudus dalam memberitakan Injil.

Menurutnya apa yang didoakan Yesus kepada Simon Petrus, kini menjadi kenyataan sebagaimana yang dihadapi oleh orang Kristen, Gereja dan para pelayan Tuhan di abad 21 ini. Kita membutuhkan doa seperti yang dilakukan Yesus. Ditambahkannya, pergumulan pelayanan kita dewasa ini adalah tantangan era revolusi industri keempat yang begitu pesat, memikat, dibutuhkan, bahkan manusia hampir tergantung terhadap komponen teknologi. Sementara gereja, orang Kristen dan pelayan tidak mungkin terhindar dengan dampak positif dan negatif dari kemajuan revolusi industri teknologi tersebut.

Kita mencermati bahaya dunia akibat kemajuan revolusi industri teknologi tersebut di mana manusia bisa jatuh ke dalam paham "Homo Deus", yaitu manusia menjadi Allah. Mengapa? Karena keberhasilan manusia melakukan revolusi industri tersebut membuat manusia menjadi merasa sama dengan Tuhan, tidak memerlukan campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Manusia terarah kepada manajemen konflik dan bernegosiasi untuk meraih kekuasaan, menjadi sombong, melupakan pencipta, otoritas Tuhan sudah digantikan oleh kemampuan dan ketrampilan manusia. Untuk itu saya mengingatkan orang Kristen dan para pelayan gereja agar melayani dan memperlengkapi warga gereja dengan pengajaran Firman Tuhan dalam revolusi industri keempat ini tanpa kehilangan identitas diri agar iman orang Kristen tidak jatuh.

Rapat Pendeta yang di pimpin langsung Praeses Pdt Robert S Pandiangan Mth ini dihadiri 157 orang pendeta sebagai peserta yang melayani sebagai pendeta ressort, fungsional dan di berbagai lembaga HKBP di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya, seperti STT HKBP Pematangsiantar, Universitas HKBP Nommensen, Biro Zending, Biro Charits Emergency, Biro Pengmas HKBP, Percetakan HKBP.

Tampak hadir Ketna STT HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, Pdt Tendens Simanjuntak (mantan praeses), Pdt Pinantun Simatupang, Pdt Ramses Manurung, Pdt Marjabat Panjaitan, Pdt Sunggul Pasaribu dan lainnya. (Rel/R4/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments