Jumat, 24 Jan 2020
  • Home
  • Agama Kristen
  • HKBP Mau Mengembalikan Kejayaan Pekabaran Injil Yang Sudah Mati Suri

HKBP Mau Mengembalikan Kejayaan Pekabaran Injil Yang Sudah Mati Suri

redaksi Minggu, 24 November 2019 19:29 WIB
Sib/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Majelis Sidang Sinode Distrik HKBP Distrik X Medan-Aceh foto bersama usai bersinode, Selasa (19/11) di sopo gorang HKBP Sudirman. Terdiri dari Praeses Pdt Sunggul P Sirait, Pdt Rohden Sitompul, Cst Suryani Siahaan S.Psi MSP, Ir Erik Aruan MM dan lainnya.
Medan (SIB)
HKBP Distrik X Medan-Aceh melaksanakan Sinode Distrik 18-19 November di Sopo Godang HKBP Jalan Sudirman Medan. Kegiatan ini adalah program rutin yang salah satu agendanya adalah mengevaluasi anggaran dan membuat anggaran baru 2020. Hal itu disampaikan Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Sunggul P Sirait, Selasa (19/11) di Medan.

Tahun 2020 di HKBP kata Sunggul adalah tahun zending (pekabaran injil) dan sosialisasi aturan dan peraturan sesudah amandemen ketiga. Artinya, mulai tahun depan HKBP memakai aturan sesudah amandemen ketiga. Yang menarik adalah, utusan sinode godang bukan lagi dari resort tapi sudah dari distrik.

"Tahun depan, utusan ke sinode godang ditentukan distrik, untuk Distrik X jumlahnya 81, sebanyak 40 adalah pendeta resort, 40 lagi non pendeta yang terdiri dari jemaat, guru jemaat, guru injil, bibelvrouw dan diakonie, utusan pemuda, utusan perempuan dan praeses. Itulah namanya sistim proporsional untuk mengurangi jumlah peserta sinode godang, supaya lebih efisien dan efektif," kata Pdt Sunggul.

Beban berat itu menjadi di distrik untuk mengutus 80 orang, harus melalui perjuangan alot, karena semua ingin menjadi peserta sinode godang, padahal harus dibatasi. Ini sudah sesuai aturan peraturan yang sudah diputuskan sinode godang dan baru dicoba, bisa saja kemudian peraturan tersebut diamandemen.

Sinode godang HKBP Distrik X ini mengambil tema: Reposisi pekabaran injil. Tahun 2020 kata Pdt Sunggul, HKBP sudah menetapkannya sebagai tahun zending. Reposisi artinya, HKBP telah menyadari bahwa zending HKBP sudah mengalami penurunan bahkan ada mengatakan sudah mati suri.

"HKBP ingin mengembalikan kejayaan seperti dulu, menjadi sentral HKBP, karena gereja hidup dari menginjili. Karena kalau tidak menginjili lagi sama dengan mati. Kejayaan zending HKBP dulu ada ke pulau Rupat, ada ke Nias, ada ke Mentawai, ada ke Pasir Pangarayan dan lainnya," ucapnya.

Kemunduran zending menurut dia adalah dikarenakan dana yang sudah berkurang dan kurangnya pelayan yang mau dikirim ke zending. Tapi HKBP sudah menyadari ini, makanya sudah perlu melakukan reposisi kelembagaan, apakah dana atau pelayan yang siap diutus untuk mengembalikan kejayaan zending HKBP.

"Program zending Distrik X memberdayakan pelayan, pemerdayaan kepada penatua dan guru-guru sekolah minggu. Karena ke depan, anak sekolah minggu harus mampu berjiwa zending apakah melalui permainan," tuturnya.

Untuk mengatasi dana tersebut, dana ucapan syukur akan diberikan kepada zending. Distrik X Medan-aceh sekarang memiliki gereja 164 dari 67 resort, jemaatnya 40.000 kepala keluarga atau 128.000 jiwa. "Ada Ribuan jemaat kita, kalau ini bersatu membantu pasti bisa diatasi, belum lagi dari distrik lain, inilah reposisi pekabaran injil HKBP," paparnya. Majelis sidang sinode distrik terdiri dari Pdt Sunggul P Sirait, Pdt Rohden Sitompul, Cst Suryani Siahaan S.Psi MSP, dan Ir Erik Aruan MM. Turut hadir ketua PGID Medan Pdt Martin Manullang MTh MM dan seksi keamanan Drs Marolop Hutagaol MPd. (M10/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments