Kamis, 12 Des 2019

Renungan

Gaya Hidup

Oleh: Pdt. Jansen Simanjuntak, MTh, MM
Minggu, 08 Juni 2014 21:06 WIB





“Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan Buahnya  pada musimnya…” (Mazmur 1:3)

Menurut kamus, kata gaya berarti cara melakukan sesuatu; sedang hidup berarti aktivitas kita sehari-hari. Kalau kita bicara tentang bagaimana gaya hidup berarti kita bicara tentang bagaimana gaya atau cara kita melakukan aktivitas/kehidupan kita sehari-hari.

Tiap orang memiliki gaya hidup yang berbeda, namun tujuannya sama yaitu untuk membuat orang lain kagum atau menjadi superior/lebih baik dari orang lain. Setiap orang Kristen harus sadar akan gaya hidupnya dan berlomba untuk mencapai gaya hidup yang sempurna, bukan menurut ukuran semu yang ada di dunia, melainkan menurut ukuran abadi sorgawi. Sebab tujuan akhir hidup kita adalah sorga. Oleh sebab itu kita harus mulai menerapkan gaya hidup sorgawi, yaitu gaya hidup orang benar, bukan meniru gaya hidup orang fasik yang penuh dengan kepalsuan.

Gaya hidup biasanya terbentuk dari orang-orang yang ada di sekitar kita dan dari pengalaman hidup serta nasihat orang bijak. Dalam kitab Amsal 4:20-21 dikatakan: agar kita mendengarkan nasihat serta mengarahkan telinga kita pada perkataan yang membangun, dan bukannya kepada perkataan kotor atau perbincangan yang negatif. Dalam ayat 21 disebutkan: “Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu…”. Kata menjauh memberi kesan bahwa kita dengan sengaja menjauhkan diri. Kebanyakan dari kaula muda Kristen memang sukanya menjauhkan diri dari hal-hal rohani dan menganggap bahwa gaya hidup yang rohani itu tidak Fashionable. Mereka tidak sadar bahwa itulah gaya hidup yang sesungguhnya, yang nyata dan tidak semu, dan terlebih lagi yang berkenan kepada Tuhan.

Stres, frustasi, tertekan, apakah itu yang saudara hadapi paskah pemilihan legislatif? Atau justru saat saudara membaca renungan SIB minggu ini, jiwa saudara sudah tak tahan lahi menghadapi pergumulan hidup? Tanpa disadari meluncur nada-nada putus asa: “kenapa hidup saya seperti ini, kenapa saya tidak dipilih, kenapa saya tidak menang? Rasa-rasanya semua jalan kok buntu…” Stop! Percayalah! Itu hanya perasaan saudara.

Hidup di dalam Tuhan Yesus, selalu ada jalan keluar dan itu pasti! Dan semua itu tidak lepas dari iman kita. Camkan, iman tidak ada hubungannya dengan perasaan kita! Sebab iman adalah percaya, yaitu percaya akan Firman Tuhan. Bukan perasaan! Renungan ini memberikan kepastian atas iman kita. Jika kita ingin berbuah dan mengalami kemenangan iman, kita harus berani mengubah gaya hidup kita di hadapan Allah. Mengapa harus gaya hidup? Bukankah gaya hidup kita sudah menunjukkan kekristenan kita?

Sekali lagi, gaya hidup menandakan kehidupan kita sehari-hari. Kalau gaya hidup kita sukanya hura-hura, malas atau suka hal-hal negatif, berarti kita memiliki gaya hidup dunia. Padahal, gaya hidup dunia sangatlah buruk, karena membawa kita pada kebinasaan. Lain halnya dengan gaya hidup yang ditawarkan Allah. Gaya hidup ini membawa seseorang pada kemenangan, bahkan segala sesuatu yang dilakukan menjadi berhasil.

Saudara, ada tiga gaya hidup yang ditawarkan Allah jika kita ingin mengalami kemenangan dan keberhasilan, yaitu: Berdoa (1 Tesalonika 5:17). Dalam segala kondisi tetaplah berdoa, sebab doa adalah nafas hidup orang beriman; Percaya (Ibrani 10:35). Tampaknya ringan tapi sulit sekali dilakukan oleh anak-anak Tuhan; Bersukacita (1 Tesalonika 5:16). Apapun yang terjadi tetaplah bersukacita, sebab firman Tuhan katakan bahwa semangat yang patah keringkan tulang.

Bapak/Ibu/Saudara/i pembaca Renungan Minggu SIB yang diberkati oleh Tuhan Yesus! Kita perlu memberi telinga untuk mendengarkan perkataan-perkataan yang baik dan yang membangun iman, serta bertekun dalam persekutuan pribadi denganNya, agar kita memiliki gaya hidup yang benar. Ubahlah gaya hidupmu dan nikmati gaya hidup di dalam Allah “… yang menghasilkan buah pada musimnya”. Mari kita saling mendukung satu sama lain dan berlomba untuk memiliki gaya hidup ilahi. Amin. (h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments