Jumat, 17 Jan 2020

GPdI Karmel Raya Berastagi Diresmikan

*Pdt Samuel Ghozaly: Jangan Pernah Rumah Tuhan Dijadikan Tempat Penyamun
redaksi Minggu, 17 November 2019 15:41 WIB
Foto SIB/dok
TANDA TANGANI : Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh Pdt Samuel Ghozaly melakukan penandatanganan prasasti gedung Gereja GPdI Karmel Raya Berastagi, Jumat (15/11).

Tanah Karo (SIB)
Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi ibu gembala GPdI Karmel Raya Pdt Ester Adelina Br Barus SPdK, Pdt Sulaiman Oppusunggu, staf ahli Agustin Pandia, Kabag Kesra Maria Rasmekita Br Barus, Camat Berastagi Mirton Ketaren meresmikan Gereja GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) Karmel Raya ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, Jumat (15/11) di Desa Raya Kecamatan Berastagi.


Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh, Pdt Samuel Ghozaly dalam khotbahnya Mazmur 127:1 dikatakan, "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga". Menurutnya, ayat ini menggambarkan bahwa gereja ini dibangun bukan mengandalkan kekuatan manusia tapi mengandalkan Tuhan. "Kita bisa melihat biaya pembangunan gereja ini cukup besar akan tetapi tiada mustahil, semuanya dapat diadakan oleh Tuhan," ungkapnya.


Pdt Samuel juga berpesan agar jangan pernah rumah Tuhan dijadikan tempat penyamun, namun jadikanlah rumah Tuhan menjadi tempat doa, penyembuhan dan pujian bagi Tuhan, katanya.


Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam sambutannya menyambut baik pentahbisan Gereja GPdI Karmel Raya, karena rumah ibadah ini berperan penting untuk meningkatkan keimanan kita kepada Tuhan. Sehingga keimanan kita bisa diaktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari untuk saling mengasihi sesama umat beragama, sehingga hubungan secara horizontal dan vertikal dapat seimbang. Disamping itu katanya, pembangunan fisik bukan yang utama, namun yang terpenting jadikan gereja ini sebagai pusat pembinaan karakter, iman, budaya dan ilmu sesuai yang diajarkan Yesus Kristus.

"Peran umat beragama, pemuka agama, tokoh gereja dan tokoh masyarakat tetap berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam mengatasi berbagai krisis dan tantangan di tengah masyarakat, sehingga kita tidak mudah terpancing dengan isu -isu yang bisa menghasut masyarakat dan mampu mengatasi persoalan hidup dengan bijaksana. Mendukung program pemerintah yang bersinergi serta menjalin hubungan yang baik untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Berperan aktif menjaga keimanan, ketertiban, kenyamanan dan kedamaian Tanah Karo simalem ini," pungkasnya.


Ibu gembala GPdI Karmel Raya Pdt Ester Adelina Br Barus didampingi ketua panitia Mirton Ketaren dan Sekretaris Elsariyanti Br Ginting menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bupati Karo telah berkenan meresmikan gereja GPdI Karmel Raya. Hal ini sebuah momentum dan catatan sejarah bagi jemaat GPdI Karmel Raya karena pembangunan gereja ini bisa diselesaikan dalam tempo 13 tahun.


Di penghujung acara, Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh Pdt Samuel Ghozaly melakukan penandatanganan prasasti gedung Gereja GPdI Karmel Raya Berastagi disaksikan Ketua Majelis Wilayah Sibayak Pdt Frans Natanael Surbakti dan anggota DPRD Karo Dosi Sinuhaji. (K01/f)




T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments