Rabu, 21 Agu 2019

Kental dengan Belanda

GPIB Immanuel, Salah Satu Gereja Tua di Medan

admin Minggu, 02 Juni 2019 12:13 WIB
GPIB Immanuel Medan
Medan (SIB) -Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel yang terletak di Jalan Diponegoro Medan (depan kantor Gubernur Sumut) dibangun pada tahun 1912. Sebelumnya, nama gereja ini dikenal sebagai Indische Kerk. Nama tersebut diganti setelah hak eigendom diserahkan kepada Wali Kota Medan.

GPIB Immanuel Medan merupakan peninggalan pada masa Hindia Belanda, sehingga gaya bangunannya juga kental dengan budaya Belanda. Di gedung ini, ada sebuah menara, juga jam indah yang menghiasi bangunan gereja. Terdapat pula sebuah lonceng yang apabila dibunyikan, suaranya bisa terdengar sampai jarak 3 km.

Adanya GPIB ini tidak terlepas dari masa emas Kota Medan yang terjadi di awal abad 19, yaitu saat pindahnya residen Sumatera Timur dari Bengkalis ke Medan pada tahun 1886.

Sejak saat itu, perubahan mulai terjadi dalam lingkup yang cukup luas, terutama ketika industri perkebunan melaju cukup pesat. Saat itu, terjadi sebuah perjanjian kontrak antara Belanda dan pihak Kesultanan Deli.

Salah satunya merupakan penyerahan tanah kesultanan kepada wali kota pada masa itu. Baron Mackay yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Medan pertama ini mulai gencar melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah sarana ibadah.
Pada masa tersebut, GPIB didatangi oleh orang-orang Belanda dari Kota Medan. Setelah perang dunia ke-2, gedung gereja kemudian digunakan oleh jemaat dari gereja Anglican (Inggris).

Dengan misi menjadi gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaanNya, perjalanan GPIB Immanuel Medan ini mengukir banyak kesaksian dan pelayanan. (jb.com/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments