Sabtu, 04 Apr 2020

RENUNGAN

Aku Berseru, Allah Menjawab (Matius 9:27-31)

Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
Redaksisib Minggu, 01 Maret 2020 20:21 WIB

Pdt Sunggul Pasaribu,STh,MPAK

Bagaimana keadaan saudara hari ini? Mungkin saudara sedang terbaring lemah di tempat tidur karena sakit-penyakit? Atau mungkin saudara sudah merasa putus asa karena dokter sudah mengangkat tangan sebagai pertanda ketidaksanggupan menangani sakit yang Saudara derita? Jangan berputus asa, karena bagi orang percaya pengharapan itu selalu ada! Berserulah kepada Tuhan Yesus dan mohon belas kasihan-Nya, karena Dia adalah Tuhan pencipta, pemelihara dan penyelamat, Allah yang menyembuhkan.

"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17). Ini merupakan penggenapan dari nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya, "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah." (Yesaya 53:4) dan "Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1 Petrus 2:24b).

Seseorang beroleh kesembuhan dari Tuhan bukan karena ia baik dan layak, atau karena ia adalah seorang fulltimer gereja, keluarga pendeta, orang kaya, orang berpangkat, terkenal, berparas cantik atau tampan, melainkan semata-mata oleh karena belas kasihan dari Tuhan. Selain karena belas kasihan Tuhan, yang menjadi kunci untuk mendapatkan mujizat dari Tuhan adalah iman kita, karena "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibrani 11:1). Tanpa iman tak seorang pun berkenan kepada Tuhan dan Ia "...memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." (Ibrani 11:6).

Dalam nats renungan kita pada hari ini (Matius 9:27-31), yaitu, kisah dua orang buta yang mencari-cari Tuhan Yesus sebab mereka sangat membutuhkan kesembuhan dari Tuhan Yesus. Meski mereka buta namun mereka percaya bahwa Yesus mampu membuat kesembuhan kepada orang yang percaya. Tekad mereka untuk bertemu Yesus membuahkan hasil setelah hati mereka diuji. Kita melihat proses kesembuhan tidak secara otomatis dilakukan ketika bertemu, ada proses dialog.

Ketika bertemu orang yang sakit, dua orang buta, Yesus tidak memulai dengan pertanyaan, "Berapa banyaknya uangmu? Kamu berasal dari gereja mana?" . Namun yang Ia tanyakan, "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" (ayat 28). Imanlah yang dituntut oleh Yesus. Dari manakah iman kita dapatkan? "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Semakin kita banyak mendengar firman Tuhan dan tinggal di dalam firman-Nya, iman kita akan semakin bertumbuh dan apa yang kita imani akan menjadi sebuah kenyataan!

Meskipun kedua orang itu tidak dapat melihat secara mata jasmaniah, tapi mata rohani mereka dapat melihat Tuhan dengan kebesaran kuasa-Nya, sehingga mereka percaya bahwa Dia pasti sanggup melakukan mujizat kesembuhan. Karena memiliki respons hati yang benar kepada Allah pencipta, Allah pemelihara dan penyelamat maka Tuhan Yesus pun segera bertindak untuk menjamah mereka. Kata-Nya, "Jadilah kepadamu menurut imanmu... maka meleklah mata mereka." (ayat 29-30).

Ada banyak orang Kristen secara fisik tidak mengalami kebutaan, mata jasmani mereka dapat melihat apa pun, tetapi mata rohaninya 'buta' seperti pelayan Elisa yang tak mampu melihat kebesaran kuasa Tuhan. Sedikit saja dihadapkan pada masalah atau kesulitan, mereka sudah diliputi oleh ketakutan, mereka lupa dengan pertolongan Tuhan dalam hidupnya di waktu-waktu lalu.

Pemazmur menasihati, "...dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2). Pada situasi-situasi seperti itu yang diperlukan adalah iman. Iman dan ketakutan adalah dua hal yang sangat kontradiktif. Ketakutan hanya akan membawa kita untuk mempercayai hal-hal yang buruk terjadi, seperti yang Ayub katakan, "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku." (Ayub 3:25).

Iman membawa kita untuk percaya bahwa hal-hal yang baik dan dahsyat pasti akan terjadi. Iman membuka mata rohani kita sehingga kita dapat mempercayai bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara yang dahsyat.Alhasil kita tidak menyerah dengan keadaan yang ada. Iman menuntun kita untuk melewati kemustahilan, sedangkan ketakutan hanya akan memunculkan kata mustahil dalam hidup ini.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan! Hari ini adalah minggu Invokavit (artinya, Berserulah kepada Tuhan, sebab Ia menjawab). Dalam hidup ini bila kita sedang mengalami kesulitan, penyakit, apakah kita berseru kepada Tuhan supaya ia menolong kita dari ragam kesulitan dan beratnya penyakit ini?. Renungan kita hari ini dapat menolong kita sebagaimana tekad dua orang buta dalam nats ini. Tuhan akan menjawab setiap keluhan, penyakit, dan penderitaan asalkan kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan yang empunya kuasa menyembuhkan penyakit yang sedang kita derita. Percayalah kepada Tuhan Yesus sebab Ia mampu melakukan yang terbaik kepada kita. Amin! (c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments