Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Agama Kristen
  • 40 Tahun HKBP Jakasampurna, Ephorus Disambut Budaya Betawi dan Musik Marawis

40 Tahun HKBP Jakasampurna, Ephorus Disambut Budaya Betawi dan Musik Marawis

admin Senin, 26 Agustus 2019 18:42 WIB
SIB/Dok
Sambut: Ephorus HKBP Pdt. Dr Darwin Lumbantobing bersama rombongan disambut tokoh Betawi saat memasuki kompleks gereja HKBP Jakasampurna, Minggu (25/8).
Jakarta (SIB) -Budaya Betawi musik marawis dan tradisi palang pintu menyambut Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan sebelum memasuki kompleks gereja HKBP Jakasampurna, dalam rangka ulang tahun gereja ke-40 dan peresmian gedung serbaguna HKBP Jakasampurna Distrik XIX Bekasi, Minggu (25/8).

Rukun dan damai, demikian tampak dari keakraban warga bersama jemaat HKBP Jakasampurna dengan penampilan budaya betawi dan musik marawis yang mengawali acara tepat di jalan menuju kompleks gereja disaksikan seluruh jemaat.

Ephorus tiba di kompleks gereja sekira pukul 08.30 WIB disambut tokoh Betawi dan para pemuda/i Betawi yang merupakan warga daerah sekitar gereja. Pendeta HKBP Resort Jakasampurna Pdt. Patar Soaduon Napitupulu mengatakan, kerukunan masyarakat sangat diapresiasi dan terus dijaga dengan baik, termasuk gereja.

"Kami di sini bersaudara satu sama lain, kami punya komunikasi baik, kami saling bantu, kami hidup bersama di tempat ini, dan kami saling menghargai satu sama lain," kata Pdt. Patar Soaduon Napitupulu.

Marawis yang mengandalkan bunyi dari gendang diperankan khusus pria itu merupakan khas orang Betawi karena alat musik ini kerap kali dimainkan dalam acara-acara perayaan, termasuk orkes tradisional Betawi. Dilanjut dengan tradisi palang pintu yang merupakan kesenian Betawi perpaduan antara silat dan pantun. Atraksi ini juga memperlihatkan adu seni beladiri yang juga diperlengkapi dengan senjata golok.

Hadirnya budaya Betawi mengawali acara dengan khas seni adu beladiri serta pantun yang menampilkan sisi humoris suku Betawi, menunjukkan kalau budaya Betawi eksis dan tetap dilestarikan, karena ini juga menjadi salah satu media menjalin silaturahmi.

Ephorus dalam khotbahnya mengungkapkan sering sekali terjadi budaya meniru, khawatir tampil beda, padahal pengetahuan, perilaku dan kemampuannya berbeda-beda. "Tidak baik kalau terus meniru dan hanya mengikut saja. Firman mengajak kita untuk tidak hanya sama dan meniru dunia, tetapi siap dan berani tampil beda, ada keistimewaan dan kelebihan," katanya.

Ia mengatakan, penampilan budaya Batak dan budaya Betawi disertai musik Marawis bukti kita semua bersaudara. Ephorus menambahkan, ketika kunjungan ke Banda Aceh, Kampus UIN Ar Raniry Banda Aceh mengundang untuk memberikan ceramah di kalangan mahasiswa berbeda agama. "Tentu ada pemahaman kalau persaudaraan itu bermanfaat, ada gunanya kita bersahabat dengan agama dan suku lain, bukan hanya di dalam komunitas suku yang sama saja," sebutnya.

Usai ibadah, beberapa acara di antaranya mangulosi jemaat dan pelayan, juga penampilan paduan suara anak-anak Sekolah Minggu, perayaan ulang tahun gereja, penyerahan hadiah kepada pemenang Festival Paduan Suara Lansia kategori usia 60102 tahun.

Ketua FKUB Bekasi H Abdul Manan mewakili Wali Kota Bekasi berharap Gedung Serbaguna yang baru diresmikan bermanfaat mendidik generasi muda penerus bangsa. "Kita harus hidup rukun dan damai antar umat beragama, walaupun berbeda tetapi kita tetap jaga kesatuan sebab perbedaan sudah ada sejak kita lahir tetapi kita satu membangun bangsa yang ini," ujarnya.

Hadir antara lain, Pemkot Bekasi diwakili Ketua FKUB H Abdul Manan bersama rombongan, lurah setempat, para pendeta dan alim ulama, utusan pemenang Festival Koor Lansia dan tokoh masyarakat. (Rel/R13/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments