Jumat, 21 Feb 2020

Penyelamat di Akhir Zaman

(Matius 24:3-8)

Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
redaksi Minggu, 08 Desember 2019 18:33 WIB
SIB/Dok
Pdt Sunggul Pasaribu STh
Wou, pasti menakutkan! bila saja tiba-tiba ada berita di mana lonceng akhir zaman segera akan berdentang untuk memberitahukan bahwa sudah tiba saatnya kematian pertama segera akan tiba untuk memusnahkan dunia dan segenap isinya, termasuk manusia. Menjadi pertanyaan apakah yang dapat kita lakukan menghadapi akhir zaman seperti itu. Jawabnya, tidak ada kemampuan dan kuasa manusia untuk menghempangnya, bukan?

Kekhawatiran seperti itulah yang ada di benak para murid-murid sehingga mereka perlu mengetahui, apakah akan segera terjadi peristiwa akhir zaman? Lebih jelasnya, mereka bertanya kepada Yesus, katanya : "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Matius 24:3). Kata bilamanakah, ini menunjuk tentang waktu, kapan? Tolonglah beritahu kepada kami kedatangan akhir zaman, yaitu ; akhir kesudahan dunia serta kedatangan Tuhan kembali ke dunia?

Pertanyaan seperti ini membuktikan, Pertama, adanya perasaan khawatir tentang peristiwa alam dan gejolak kejahatan manusia.
Kedua, kedatangan Tuhan yang kedua kali menunjuk tentang masa penghakiman untuk memilah orang percaya dari orang berdosa.

Kedua hal ini mereka butuhkan untuk menjamin konsistensi iman mereka supaya mereka kuat, tabah, dan siap menghadapi tantangan dan resiko hidup. Sekarang bagaimana jawaban Yesus dengan pertanyaan seperti itu? Yesus tidak menjawab dengan merujuk waktu tetapi ia menjelaskan dengan indikator, yaitu, apa yang menjadi tanda-tanda suatu kondisi akhir zaman.

Pertama, akan muncul banyak nabi-nabi palsu yang menyesatkan orang-orang (ay. 5&11). Mereka mengaku bahwa mereka adalah Mesias, dan sangat mungkin mereka pun mengajarkan ajaran yang menyimpang dari Firman Tuhan. Slogannya, Firman bekerja tapi nyatanya, otak dan kuasa yang mengendalikan kepentingannya. Sangat mungkin ajaran mereka sangat mirip dengan Firman Tuhan, namun ada unsur-unsur yang menyimpang yang sangat sulit untuk dibedakan. Tuhan ingin kita semua tetap waspada sehingga kita tidak tersesat (ay. 4).

Kedua, terjadi deru perang dan kabar tentang perang (ay. 6-7). Hingga saat ini pun kita masih menyaksikan di belahan dunia ini gejolak peperangan antar negara, antar suku, perang digitalisasi, perang ekonomi. Kita melihat bagaimana banyak sekali perang-perang antar bangsa-bangsa yang terjadi. Perang antara Amerika Serikat dengan Afghanistan, Irak, Iran, Suriah, dan Libya.

Kemudian, revolusi yang terjadi di bangsa-bangsa Arab hingga memakan korban, Perang saudara di negara-negara Afrika, hingga kabar tentang perang yang masih belum terjadi namun menjadi semakin panas, antara lain antara Korea Selatan dan Korea Utara. Di sebagian wilayah Indonesia, masih mudah tersulut perang antar suku dan golongan dan sentiment agama. Hal tersebut menjadi penggenapan ayat 6 dan 7 di atas.

Ketiga, Penganiayaan terhadap orang Kristen meningkat (ay. 9).

Kita yang berada di kota-kota besar mungkin saja masih merasa aman-aman saja beribadah, tetapi masih ada di beberapa wilayah di negeri kita ini dan juga di beberapa belahan dunia, di mana orang-orang percaya harus beribadah secara sembunyi-sembunyi.

Akibatnya banyak orang percaya yang imannya tidak kuat kemudian menjadi murtad dan meninggalkan Tuhan (ay. 10).

Mengapa orang percaya bisa menjadi murtad? Karena mereka kehilangan jati diri dan imannya lemah kepada Tuhan, sehingga iman mereka pun menjadi rapuh (ay. 12)

Keempat, Injil Tuhan akan diberitakan ke seluruh dunia (ay. 14).

Memang kelihatannya agak kontradiktif dengan poin ketiga di atas, tetapi sebenarnya hal ini dapat berjalan bersamaan. Injil harus diberitakan walaupun dalam keadaan yang sulit. Sejarah justru membuktikan bahwa di dalam tekanan, di situlah kekristenan bertumbuh dengan pesat. Di masa Romawi yang menindas orang Kristen, jemaat mula-mula tumbuh dengan cepat.

Sementara ketika kekristenan sudah menjadi agama yang "resmi" pada abad pertengahan, mulai muncul kemunduran-kemunduran. Saat ini, Injil sudah diberitakan ke semua bangsa melalui para penginjil, para misionaris, melalui mass-media dan traktat-traktat, melalui siaran radio dan televisi, bahkan melalui internet yang dapat menjangkau hampir semua penduduk dunia.

Sampai di sini penjelasan nats kita hari ini.! Pertanyaan untuk direnungkan, apakah relevansi nats ini dengan situasi masa minggu Advent menjelang perayaan Natal? Jelas ada! Kondisi sosial dan situasi alam yang terjadi seperti dimaksud oleh nats ini menggambarkan bahwa manusia membutuhkan Juruselamat (penyelamat) ketika menghadapi ancaman akhir zaman dan penyesatan. Oleh karena itu, hidup keKristenan diingatkan oleh renungan ini bahwa sikap kita tidak perlu takut, khawatir dan ragu tentang jaminan keselamatan yang dinyatakan Tuhan, Allah kepada kita. Sebab Allah menyayangi dan melindungi orang percaya sehingga Ia mengutus putra-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal (Yohannes 3:16).

Maka di saat Advent dan Natal lupakan ancaman akhir zaman. Fakta Kristus sudah mengungkapkan bahwa kelahiran-Nya mengalahkan logika manusia, Ia akan mengangkat derajat kehinaan, kemiskinan dan keberdosaan manusia. Percayalah. Amin! (f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments