
Pdt M Saragih, Praeses Gereja HKI Daerah I Sumatera Timur I didampingi Pdt Marhasil Hutasoit MTh dan Janter Aruan SH memberi ulos Panggonting dan ulos Togar-togar kepada para pejuang Protap masing-masing kepada Ir GM Chandra Panggabean, Drs Burhanuddin Rajagukguk, Drs Juhal Siahaan, Ir Rudolf Marpaung,Pdt Datumira Simanjuntak, Gelmok Samosir,Anju Naibaho dll, Rabu (11/11) di Rutan Tanjung Gusta.
Medan (SIB)
Sekitar seratusan warga jemaat Gereja Hurua Kristen Indonesia (HKI) dari Daerah I Sumatera Timur I dan Daerah IV Sumatera Timur I dan II Medan dan P Siantar mengunjungi para pejuang Protap di Rutan Tanjung Gusta untuk memberi penghiburan dan penguatan agar mereka kuat, Rabu (11/11). Pejuang Protap juga diulosi dengan ulos Togar-togar dan ulos panggonting agar tegar dan pinggang mereka kuat untuk terus memperjuangkan Protap.
Rombongan dipimpin Praeses Daerah I Pdt M Saragih didampingi Pdt Helder Purba STh, Pdt K Simorangkir STh, Pdt Marhasil Hutasoit MTh, liturgis Pdt J Sirait STh, doa syafaat St Dra R Br Manurung, tampak juga hadir St Raja Partahi Sumurung Janter Aruan SH, St Drs DN Sianturi, Pdt B Sihombing STh, Gr A Sihombing dll.
Pdt Marhasil Hutasoit dalam khotbahnya dari Jesaya 40:31 mengajak para pejuang Protap tetap mengandalkan Tuhan agar memperoleh kekuatan baru. Pekerjaan Tuhan yang besar diaplikasikan dalam perjuangan meningkatkan kehidupan umat. Perbuatan memprakarsai peningkatan dan pengembangan hidupsebagai ciptaan Tuhan adalah jawaban terhadap panggilan manusia kepada Tuhan.
Orang yang percaya tidak boleh mundur setapakpun untuk melangkah memperjuangkan hidup. Meski perjuangan untuk mengubah hidup harus berhadapan dengan rintangan. Tapi kalau diyakini bahwa perjuangan mengubah hidup itu diabdikan kepada Tuhan, sebagai orang beriman dia akan tetap bangkit, tegar tanpa penyesalan karena perjuangannya itu sangat baik.
Rasul Paulus menegaskan dalam Roma 8:8 bahwa orang beriman tidak berusaha sendirian karena dia mendapat pertolongan dari Tuhan. Orang percaya tahu kalau Tuhan Allah bekerja menjadi “Roda Gandeng” (ada kekuatan Tuhan dalam diri manusia) bagi kemajuan dan pengembangan hidup. Karena itu pejuang Protap hendaklah bersandar dan takut akan Tuhan supaya Tuhan melengkapi dan menyempurnakan cita-cita Protap menjadi Propinsi.
Menurut Pdt Marhasil, ada 3 hal yang harus dimiliki dalam berjuang yaitu, berharga di mata Tuhan dan manusia, bertahan di dalam godaan dan tantangan, bersinar dalam menggapai masa depan.
Raja Partahi Sumurung Janter Aruan dalam sambutannya menekankan agar teman-teman pejuang Protap tidak henti-hentinya berjuang dan berdoa. Sebab Protap adalah impian dan harapan yang terpendam dari leluhur orang Batak sejak Keresidenan Tapanuli pada pemerintahan Hindia Belanda. Sejak program pemerintah pusat adanya pembagian kekuasaan kepada Pemerintah Daerah maka sangat penting melahirkan Provinsi Tapanuli yang disebut-sebut sebagai peta kemiskinan.
Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Tapanuli dari kategori miskin harus dengan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat melalui berdirinya Protap. Bagi masyarakat Tapanuli di bonapasogit dan perantauan bahwa Protap sudah final. Warga Tapanuli harus berdoa agar pemerintah melihat ini lebih cerdas dan membantu perwujutannya.
Aruan yang juga Ketua Umum LBH Indonesia Baru ini menegaskan agar hati-hati dengan kriminalisasi yang dibuat kepada pejuang Protap. Tuntutan “copy paste” adalah konsep pembunuhan karakter anak-anak Tapanuli dan ditengarai anak perantau Tapanuli yang tidak mendukung Protap terlibat dalam upaya kriminalisasi tersebut.
Menurutnya, carut-marutnya hukum di Indonesia harus dimaknai untuk mengembalikan performa hokum ke posisi sebenarnya. Adanya mafia peradilan harus diantisipasi, karena tuntutan ke depan para pendekar hukum harus lebih memaknai hukum yang sebenarnya. Aruan juga mengundang masyarakat Tapanuli dengan talenta masing-masing agar membantu rekan-rekan di Rutan danmembantu terwujudnya Protap.
Pdt M Saragih mewakili jemaat Sumatera Timur I dan II yang berjumlah 100 ribu jemaat mengucakan terima kasih kepadapara panitia Protap yang telah berjuang untuk perbaikan dan kesejahteraan Tapanuli. Di akhir sambutannya, Pdt Saragih mengucapkan umpasa (pantun Batak): Pir ma pongki, bahul-bahul pansalongan, pir ma tondinta , Protap ingkon monang. Andalu sangkotan ni boning, musu ni Protap ripe talu, Protap ingkon monang…! (M24/u)


Share on Facebook
