Simalungun (SIB)
Heran, Proyek pembangunan pasar Tanah Jawa Kecamatan Tanah Jawa berbiaya Rp 3, 9 miliar lebih bersumber dari dana APBD Simalungun, dikerjakan tahun 2004-2006 belum serah terima, kini bangunan sudah rusak sebelum operasional.
Kadis Pasar Simalungun Tumpak Aruan, Rabu (11/11) mengatakan, pemindahan pedagang dari pasar tradisional di Kelurahan Pamatang Tanah Jawa ke lokasi pasar baru di Kampung Jawa Kecamatan Tanah Jawa terhambat karena proyek tersebut belum serah terima ke Dinas Pasar.
“Penyerahan bangunan belum kami terima sehingga gedung pasar baru tersebut belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya,” tandasnya. Jangankan mengoperasionalkan, Dinas Pasar Simalungun sendiri dikatakan tidak mengusulkan perawatan bangunan ditampung di dalam APBD Simalungun.
Diakui, operasional pasar baru itu menjadi salah satu perhatian dan lebih cepat akan lebih baik mengingat kondisi pasar tradisional yang ada sekarang dinilai sempit sehingga pada masa pekan dibuka dengan kepadatan pengunjung diduga sangat mengganggu terhadap kelancaran arus transportasi.
Menunggu adanya serah terima bangunan pasar yang baru dibangun, Dinas Pasar Simalungun dikatakan telah melakukan sosialisasi rencana pemindahan lokasi pasar tersebut.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Rabu (11/11) menunjukkan beberapa bagian bangunan mengalami rusak seperti asbes pecah, pintu kios copot, dinding papan kios banyak yang copot, kuda-kuda banguan atap lods terancam runtuh.
Lantai bangunan juga terlihat mulai retak dan pecah diduga karena campuran bahan bangunan kurang bersenyawa dan jaringan instalasi listrik sudah banyak yang hilang.
Tanpa perawatan serius, bangunan gedung pasar yang direncanakan tempat pemindahan pedagang dari pasar tradisional Kelurahan Pamatang Tanah Jawa Kecamatan Tanah Jawa itu dikhawatirkan menjadi proyek sia-sia. (S4/JD)

Print This Post
Share on Facebook

