Jakarta (SIB)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu siang dijadwalkan bertolak menuju Malaysia dan Singapura untuk kunjungan kerja hingga 16 November mendatang.
Presiden selama kunjungannya di Singapura akan menghadiri konferensi tingkat tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-negara Asia Pasifik (APEC) serta pertemuan puncak pemimpin Amerika Serikat dengan para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam organisasi negara Asia Tenggara.
Juru bicara Presiden, Dino Patti Djalal dalam keterangan pers di kantor Presiden di Jakarta, Selasa, mengatakan dalam sejumlah forum tersebut Presiden Yudhoyono akan menyampaikan pandangan tentang berbagai hal.
“Dalam pertemuan di KTT APEC, Presiden akan menyampaikan pandangan mengenai ‘balanca growth’ juga ‘review’ atas target Bogor yang dicanangkan dalam pertemuan APEC 1996 di Bogor,” kata Dino.
Sementara di Malaysia, Presiden akan melakukan pembicaraan bilateral dengan PM Malaysia Najib Razak dan bertemu dengan Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung ke XIII.
Presiden dijadwalkan berangkat pada Rabu siang pukul 10:30 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pada 11 November setibanya di Malaysia, Presiden Yudhoyono bertemu dengan Yang Dipertuan Agung XIII dan malam harinya akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan PM Malaysia.
Pada 12 November akan dilangsungkan pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan PM Najib Razak didampingi oleh kelompok tokoh (Eminent Person Group) dari kedua negara dan membahas perkembangan hubungan kedua negara.
Di hari yang sama, Presiden dan rombongan bertolak menuju Singapura untuk melakukan kunjungan hingga 16 November. Sebelum berlangsunya KTT APEC dan KTT AS-ASEAN, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Presiden Singapura SR Nathan, PM Singapura Lee Hsien Loong dan Ministerial Mentor Lee Kuan Yeuw.
Kepala Negara juga dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Barrack Obama di Singapura.
Pada 16 November, Kepala Negara dan rombongan dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air.
PRESIDEN DAN PM MALAYSIA AKAN BAHAS TKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan membahas seputar isu tenaga kerja Indonesia dalam pertemuan di Kuala Lumpur beberapa hari mendatang.
Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa mengatakan isu TKI tentu akan dibahas kerena dinilai penting bagi kedua negara.
“Hal ini akan tentu dibahas, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci, pemerintah Malaysia tahu ini penting dan berkali-kali Presiden menanyakan nasib TKI dalam kasus di pengadilan,” kata Dino.
Ia menambahkan Presiden meminta proses pengadilan yang melibatkan beberapa TKI jangan terlalu lama dan memberikan keadilan.
“Ini penting, Presiden mengingatkan dan tercermin dalam laporan EPG, ada banyak warga Indonesia di sana, dalam insiden terakhir Indonesia melihat hal positif, dengan adanya penanganan yang baik dari Malaysia,” kata Dino.
Sementara itu, dalam kunjungan ke Singapura, Presiden Yudhoyono yang dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin Singapura, perjanjian ekstradisi antara kedua negara belum dapat dipastikan akan dibahas.
“Masih dikesampingkan baik perjanjian ekstradisi maupun defence cooperation agrement karena keduanya ada keterkaitan dan sekarang masih dikesampingkan. Kita lihat saja nanti dari pembicaraan Presiden di Singapura,” tuturnya.
Indonesia-as matangkan konsep kerjasama strategis
Pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat terus mematangkan konsep kerjasama strategis kedua negara agar segera dapat diterapkan dengan baik, kata juru bicara kepresidenan.
Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa, mengatakan, pandangan tentang kerjasama strategis kedua negara yang diinisasi oleh Indonesia mendapat sambutan positif dari pemerintah AS dan saat ini konsepnya terus dimatangkan oleh tim dari kedua negara.
“Presiden telah mengusulkan akan ada ‘strategic partnership’ dengan AS dan ditanggapi dengan baik oleh pemerintah AS. Saat ini kedua pejabat tinggi dari masing-masing negara sedang mencoba merampungkan hal itu, jadi bukan sekadar konsep tapi dokumen yang berisi langkah praktis, dan diarahkan ke sana,” kata Dino.
Dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Yudhoyono ke Singapura untuk menghadiri KTT APEC dan KTT AS-ASEAN, Kepala Negara dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden AS Barrack Obama.
“Presiden akan menghadiri KTT APEC CEO summit dan akan memberikan pidato pada 13 November sore, kemudian menghadiri pertemuan Pemimpin APEC dan memberikan pandangan tentang ‘balance growth’ dan juga review tentang target pertemuan APEC di Bogor pada 1994,” katanya. (Ant/m)

Print This Post
Share on Facebook

