Hotel GM
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Gempa 7,6 SR di Sumbar, Terasa di S’pura Hingga Malaysia

Posted in Berita Utama by Redaksi on Oktober 1st, 2009

RAPAT
RAPAT GEMPA: Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi (kanan-kiri) Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto dan Dirut PLN Fahmi Muchtar menunjuk peta wilayah bencana gempa di Sumbar ketika menggelar rapat kabinet terbatas membahas masalah gempa Sumbar, di kediaman wapres, Jakarta, Rabu (30/9).(FOTO ANTARA/Saptono)

Jakarta (SIB)
Gempa 7,6 Skala Richter yang berpusat di 57 km Pariaman, Sumbar, berpotensi tsunami. Peringatan tsunami ini disampaikan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.
Peringatan diberikan pada Indonesia, India, Thailand dan Malaysia. Demikian dilansir AFP, Rabu (30/9).
Terasa di Singapura, Penghuni Apartemen Ultra Mansion Panik
Gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat yang terjadi pukul 17.27 WIB juga dirasakan di Singapura. Bahkan, penghuni Apartemen Ultra Mansion panik. Mereka sempat dievakuasi ke lantai dasar.
“Tadi terasa getarannya. Keluar kamar, ternyata orang-orang sudah pada turun. Kami diminta turun ke lantai dasar,” kata Bening, salah seorang penghuni Apartemen Ultra Mansion yang berada di kawasan Derbyshire Road, saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9).
Saat itu Bening berada di kamarnya di lantai 12. “Sedang ngobrol dengan teman saya, tiba-tiba kaget ada getaran. Lantai seperti bergoyang,” kata dia.
Para penghuni apartemen kemudian dievakuasi ke lantai dasar. Beberapa menit kemudian setelah dirasa aman, para penghuni sudah diperbolehkan masuk kamarnya lagi. “Sekarang sudah di kamar saya di lantai 12 lagi,” ujar Bening ketika dihubungi pukul 17.45 WIB.
Seorang WNI lainnya yang sudah dua tahun bekerja di Seagate Singapura, Fanny T, juga mengaku merasakan getaran kuat. “Saya merasakan gempa yang cukup lama sekitar 1 menit di tempat kerja saya yang berada di Ang Mo Kio Avenue 5. Meja terasa digoyang-goyang,” ujar Fanny kepada detikcom.
Menurut Fanny, cukup banyak kawan-kawannya di Singapura yang merasakan gempa tersebut. “Awalnya mereka merasakan pusing karena belum makan malam. Maklum di sini jam 6:25 pm sudah waktunya pulang. Tapi setelah dikonfirmasi lagi dengan kawan-kawan yang lain merasakan hal yang sama,” ujar Fanny yang bekerja di bidang IT ini.
JK: Korban Tewas 75 Orang
Korban tewas akibat gempa 7,6 SR yang mengguncang Sumbar terus bertambah. 75 Orang dilaporkan tewas dalam bencana yang terjadi pukul 17.16 WIB sore tadi ini.
“Jumlah tewas belum dapat dipastikan, namun menurut laporan dari Walikota Padang 75 tewas. Mereka semua tewas di rumah sakit,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
JK menyampaikan itu usai rapat kabinet terbatas di rumah dinasnya, Jl Ki Mangungsarkoro, Jakpus, Rabu (30/9). Hadir dalam rapat di antaranya Menko Kesra, Menhub, Menkes, Mensos, MenPU, Menperin, Kepala BNPB, Kapolri, dan Panglima TNI.
Saat ini, kata JK, Kota Padang gelap akibat matinya aliran listrik disertai hujan lebat.
“Dimungkinkan jumlah tewas akan terus bertambah karena banyak yang terperangkap di gedung-gedung dan hotel-hotel,” jelasnya.
Hari ini 5 Menteri Meninjau
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa di Sumatra Barat pada Rabu petang hingga pukul 22.00 WIB sebanyak 75 orang.
“Itu data sementara karena pasti jumlahnya masih berkembang. Rinciannya juga belum ada karena komunikasi masih terhambat,” kata Sekretaris Utama BNPB Purnomo Sidik ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu malam.
Kerusakan bangunan dan infrastruktur, kata dia, juga dilaporkan di beberapa daerah, namun belum terinventarisir.
Pemerintah, katanya, pada Kamis (1/10) akan memobilisasi bantuan untuk korban bencana.
“Besok dua pesawat Hercules dan satu pesawat F50 akan diberangkatkan untuk membawa bantuan dari Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, dan BNPB. Lima menteri akan meninjau lokasi untuk melakukan penilaian kebutuhan bantuan,” ujarnya.
Gempa 7,6 SR di Sumbar Terasa Hingga Malaysia
Gempa 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar) dan sekitarnya terasa hingga Johor Bahru, Malaysia. Goncangan getaran gempa di Johor Baru sangat kuat.
Qomaruddin, mahasiswa PHD di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Skudai Johor, merasakan getaran gempa sekitar 10 detik. “Saya sedang duduk di depan laptop, tiba-tiba mejaku bergoyang sekitar 10 detik,” kata Qomaruddin saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9).
Saat gempa terjadi pukul 18.27 Waktu Johor (17.27 WIB), dia sedang berada di lab kampus UTM di lantai 4. “Istri saya yang tinggal di flat lantai 10 juga merasakan hal yang sama,” jelas dia.
Getaran gempa ini membuat sedikit kepanikan di Johor. Terutama bagi para warga yang tinggal di apartemen.
Warga Sibolga Rasakan Gempa 2 Kali
Warga di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, berhamburan ketika gempa 7.6 SR menggoncang wilayah mereka. Warga merasa gempa terjadi dua kali.
“Kondisi di sini gempa terasa 2 kali. Kerasnya sama dengan interval berdekatan,” ujar General Manager Pelindo I cabang Sibolga, Sihar Sihite kepada detikcom, Rabu (30/9) pukul 17.48 WIB.
Masing-masing gempa dirasakan sekitar 15-20 detik. “Terasa agak keras dan warga berhamburan ke luar ruangan,” kata Sihar.
Akan tetapi Sihar mengaku tidak panik setelah gempa berlangsung. “Laut Sibolga tenang, di pelabuhan aman. Pelabuhan ini terlindung beberapa pulau. Tidak takut tsunami,” infonya.
Warga Muko-muko Bengkulu Panik
Gempa 7,6 SR mengguncang Sumatera Barat. Efek gempa ini terasa hingga Bengkulu. Warga Muko-muko pun panik berhamburan keluar rumah.
“Gempanya terasa sekali. Warga panik dan berlarian keluar rumah,” ujar warga Pondok Sugo, Muko-muko, Bengkulu, Arnoldus Wea, saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9).
Arnold menjelaskan gempa itu terasa sekitar 7 atau 8 detik. Saat gempa, dirinya berada di lantai dua sehingga goncangan sangat terasa.
“Saya langsung lari keluar,” jelasnya.
Saat ini warga berkumpul di luar rumah. Tidak ada yang berani masuk rumah kembali. Namun di sekitar rumahnya, Arnold belum melihat ada kerusakan.
“Belum ada. Tapi tidak ada yang berani masuk rumah,” ungkapnya.
USGS Catat Kekuatan Gempa 7,9 SR
Gempa bumi besar mengguncang pesisir barat Pulau Sumatera. U.S. Geological Survey (USGS) mencatat gempa tersebut berkekuatan 7,9 SR.
Data yang dihimpun detikcom dari website USGS, Rabu (30/9), gempa berpusat di laut. 50 Km barat laut Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia.
Epicentrum gempa berada dalam kedalaman 85 km. Belum ada informasi adanya korban jiwa atau materi karena gempa ini.
Guncangan ini terasa kuat di Sumatera Barat, Bengkulu, Malaysia, sampai Singapura.
Komunikasi ke Sumbar Terganggu
Gempa 7,6 SR yang berpusat di Sumatera Barat mengakibatkan terganggunya sistem komunikasi di sekitar wilayah tersebut.
Detikcom telah mencoba menghubungi lebih dari 15 nomor warga serta pejabat di Sumbar, termasuk Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi. Namun sama sekali tidak ada respons. Yang terdengar cuma suara tut-tut-tut berurutan.
Dicky, warga asal Padang yang menetap di Jakarta, juga mengaku kesulitan mengontak keluarganya di Padang. “Belum bisa nyambung, sibuk semua,” ujarnya.
Hingga kini belum terdapat informasi adanya korban jiwa atau pun kerusakan akibat gempa yang terjadi pukul 17.16 WIB tadi.
Hotel Ambacang Padang Ambruk
Kota Padang mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa 7,6 Skala Richter (SR). Hotel bintang tiga yang berada di kota Padang, Hotel Ambacang, juga ambruk.
Hotel berbangunan megah ini berada di Jl. Bundo Kandung no 14-16, Padang. Hotel ini ditempuh hanya sekitar 20 menit dengan mobil dari Bandara Internasional Minangkabau.
Para kru maskapai penerbangan biasanya menjadikan hotel ini tempat menginap. Dan saat gempa terjadi, Rabu (30/9) pukul 17.27 WIB, ada beberapa kru pesawat Lion Air yang menginap.
Saat gempa terjadi, hotel itu pun ambruk. “Ada kru Lion Air yang sempat hilang. Tapi, sekarang sudah ketemu,” kata salah seorang pilot sebuah maskapai penerbangan kepada detikcom.
Hotel Ambacang itu tampak porak poranda. Belum diketahui secara pasti apakah ada penghuni atau pegawai hotel yang jadi korban akibat robohnya hotel tersebut.
Semua Rumah di Kampung Dalam, Pariaman, Hancur
Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR menimbulkan dampak yang cukup parah di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kampung politisi dari Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, di Kampung Dalam, Padang Pariaman semuanya hancur.
“Kampung saya sendiri seluruh rumah hancur kecuali rumah nenek saya karena terbuat dari kayu,” ujar Indra kepada detikcom, Rabu (30/9). Menurut Indra, hancurnya rumah-rumah di kampung halaman Indra lantaran rumah-rumah tersebut permanen.
Indra mengaku empat berkomunikasi dengan adiknya via telepon. Namun tak lama kemudian ponsel langsung mati. “Adik saya nangis-nagis waktu telepon,” imbuh Indra.
Dia menambahkan, warga kampung halamannya juga ada yang meninggal dunia akibat gempa ini. Namun belum bisa dipastikan jumlahnya berapa. “Saya masih bisa berhubungan dengan SMS saja. Kampung saya termasuk pedalaman, jadi jumlahnya cuma puluhan,” imbuhnya.
Untungnya, lanjut Indra, orang tuanya saat ini sedang berada di Jakarta. Rencananya besok mereka akan pulang ke Padang. “Katanya di Bandara juga banyak yang meninggal,” pungkasnya.
Gubernur Sumbar Terjebak di Jakarta
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi sedang berada di Jakarta saat wilayahnya diguncang gempa 7,6 SR. Akibat masih ditutupnya bandara, Gamawan tidak bisa kembali ke Padang untuk meninjau kerusakan.
“Beliau berusaha kembali ke Padang tapi bandaranya ditutup, komunikasi terbatas,” ujar Mensesneg Hatta Radjasa usai menghadiri acara perpisahan dengan anggota DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (20/9).
Hatta mengaku telah mendapat laporan banyak bangunan yang rusak akibat gempa 7,6 SR ini. Pemerintah segera menggelar operasi tanggap darurat yang kini tengah disiapkan dalam rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla (JK).
“Saat ini Pak Wapres Jusuf Kalla, sedang rapat untuk mengambil langkah-langkah. Jadi kita harap secepatnya bisa dilakukan penyelamatan,” jelas Hatta.
Lebih lanjut dia memperkirakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum mengetahui kejadian gempa di Padang Pariaman. Sebab pada sejak pagi tadi Presiden SBY berada dalam perjalanan kembali ke Tanah Air dari kunjungan kerjanya di AS.
“Kemungkinan beliau belum tahu karena saat ini masih berada di pesawat,” pungkas Hatta.
5 Jadwal Penerbangan dari Jakarta ke Padang Ditunda
Akibat gempa 7,6 SR yang menggoyang di Padang Pariaman, Sumatera Barat, jadwal penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau mengalami penundaan. Penerbangan akan kembali dilakukan jika kondisi sudah mulai kondusif.
“Dari Jakarta ada penundaan. 5 Penerbangan ke Padang ditunda,” kata petugas jaga Bandara Soekarno-Hatta, Hairul kepada detikcom, Rabu (30/9).
“Penerbangan kembali akan dilakukan sampai menunggu suasana kondusif,” imbuhnya.
Maskapai-maskapai yang menunda keberangkatan tersebut adalah Batavia Air dua kali penerbangan pulang pergi, dan Lion Air satu kali penerbangan.
“Penerbangan terakhir Lion Air pukul 19.00 WIB. Setelah itu penerbangan kita close. Kita menunggu berita dari sana (Padang),” pungkasnya.
Atap Bandara Internasional Minangkabau Rusak
Gempa 7,6 SR di Sumbar mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik seperti Bandara Internasional Minangkabau. Atap Bandara di Kota Padang itu dilaporkan rusak.
“Laporan awal atap bandara rusak, tapi kita belum tahu kerusakannya seperti apa,” kata Kepala Puskom Publik Dephub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9).
Ervan mengatakan, pihaknya belum bisa mengetahui detail kerusakan bandara karena terkendala komunikasi.
“Kita kesulitan komunikasi. Sempat masuk, tapi lalu terputus,” ujarnya
Untuk itu, katanya, pihak Dephub sedang mengusahakan komunikasi via menara di bandara.
“Kita sedang usahakan tower to tower,” pungkasnya.
Dephub: Bandara Ditutup, Pesawat ke Padang Putar Arah
Gempa 7,6 SR di Sumatera Barat mengakibatkan Bandara Internasional Minangkabau, Padang ditutup. Pesawat yang akan mendarat di bandara itu pun terpaksa putar arah ke tempat lepas landasnya.
“Semua pesawat yang sedang terbang dan ingin menuju bandara return to base,” kata Kepala Puskom Publik Dephub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9).
Sedangkan untuk pesawat yang belum sempat terbang, lanjut Ervan, jadwal penerbangan dibatalkan. Ia belum memastikan kapan bandara bisa dibuka kembali.
“Belum bisa ditentukan,” pungkasnya.
Warga Jakarta Khawatirkan Kerabat Mereka di Padang
Gempa 7,6 skala richter (SR) yang mengguncang Padang, Sumbar dan sekitarnya berimbas juga ke warga Jakarta. Walau tidak merasakan goyangan gempa, tetapi mereka sangat khawatir akan nasib keluarga mereka di sana.
“Tidak ada yang bisa ditelepon,” kata Meli (28), warga Ciputat, Tangerang yang keluarga besarnya tinggal di Padang Pariaman, melalui telepon, Rabu (30/9).
Saat gempa terjadi, dia langsung mencoba mengontak kerabatnya. Tapi yang didapat telepon mengalami gangguan. “Kami sekeluarga di Jakarta berharap tidak terjadi apa-apa di sana, semuanya selamat,” terangnya.
Bukan hanya Meli, Atqa pun demikian. Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini pun kontan panik saat mendengar gempa besar terjadi di Padang.
“Saya sudah kontak keluarga di sana, tapi tidak ada yang bisa. Semoga semuanya baik-baik saja,” terang Atqa.
Seperti diketahui kini kondisi di Padang masih dilakukan evakuasi. Ada sebagian rumah dan bangunan yang rusak. Listrik pun padam sehingga warga mencekam.
Gempa Terasa Hingga Pekanbaru, Wagub Riau Ngacir
Gempa berkekuatan 7,6 SR yang berpusat di Padang Pariaman, Sumatera Barat juga terasa di Pekanbaru. Wakil Gubernur Riau Mambang Pit dan sejumlah PNS di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, pun berlarian ke luar gedung.
Gempa terasa dirasakan di Pekanbaru Rabu (30/9), sekitar pukul 17.25 WIB ini membuat panik suasana di Kantor Gubernur Riau di Jl Sudirman.
Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit yang sore itu masih bertugas di kantornya di lantai 2, terpaksa keluar ruangan. Sejumlah PNS yang masih bertugas terlihat panik dan berlari keluar gedung berlantai 9 tersebut.
Sejumlah warga juga heboh di sejumlah pusat perbelanjaan, salah satunya di Mal Plaza Citra di Jl Pepaya. Di Mal itu, pengunjung yang sedang berbelanja berhamburan ke luar gedung.
Rumah Sakit di Padang Rusak, Pasar Raya Terbakar
Kerusakan akibat gempa 7,6 Skala Richter (SR) di Sumatera Barat (Sumbar) diperkirakan lebih hebat dibanding gempa Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Banyak rumah di Padang hancur, termasuk rumah sakit. Beberapa rumah juga terbakar, termasuk Pasar Raya.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, Rabu (30/9), bangunan rusak di Kota Padang ini tersebar di banyak tempat. “Ada rumah sakit hancur. Banyak tiang listrik juga roboh,” kata warga asal Padang yang selalu berkomunikasi dengan keluarganya di Padang.
Menurut dia, akibat gempa itu, juga banyak rumah dan gedung yang terbakar. “Salah satu yang terbakar, Pasar Raya,” ujar dia.
Hingga saat ini, kepanikan masih terjadi di Kota Padang. Padang ditempuh 1 jam perjalanan dari Padang Pariaman, kabupaten yang paling dekat dengan pusat gempa. Diperkirakan, kerusakan bangunan di Pariaman lebih dahsyat.
Banyak Rumah di Padang Hancur
Dampak gempa 7,6 SR di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) cukup parah. Banyak bangunan yang rusak. Diperkirakan bangunan-bangunan di Padang Pariaman yang paling dekat dengan pusat gempa lebih parah.
Salah seorang warga Jakarta asal Padang mendapat kabar dari keluarganya bahwa di Kota Padang, terdapat sejumlah rumah yang rusak. “Informasi dari sana, banyak rumah yang rusak,” kata dia saat dihubungi detikcom.
Hingga saat ini, suasana di Padang juga terlihat sibuk. Bahkan, ada kabar ada korban tewas akibat banyaknya rumah yang roboh.
Hingga saat ini, belum diketahui lebih detil bagaimana suasana di Kota Padang. Sebab, alat komunikasi di Padang terganggu. Baik, telepon rumah maupun telepon genggam, tidak berfungsi.
Gempa Susulan Akan Terus Terjadi, Warga Diimbau Tak Masuk Rumah
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada warga Padang, Sumatera Barat, untuk tidak buru-buru kembali masuk ke rumah. Pasalnya, gempa susulan akan terus terjadi.
“Bagi warga dimohon tidak masuk ke rumah dulu,” ujar Kepala Bidang Informasi Dini Gempa Bumi dan Tsunami BMKG M Riyadi kepada detikcom, Rabu (30/9).
“Gempa susulan akan terus terjadi,” imbuhnya.
Dia menambahkan, saat ini sudah ada laporan terjadinya kerusakan rumah akibat gempa tersebut. Namun belum diketahui secara pasti jumlah rumah yang rusak tersebut.
Gempa Rusak Ratusan Rumah, Jembatan dan Sebabkan Kebakaran di Padang
Gempa dahsyat yang berpusat di 57 km Pariaman, Sumbar, menyebabkan kerusakan bangunan infrastruktur.
Saksi mata sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (30/9) menyatakan, gempa menyebabkan sejumlah rumah dan jembatan rusak, dan menyebabkan kebakaran di Padang.
“Ratusan rumah rusak sepanjang jalan. Juga ada kebakaran, jembatan terbelah, dan kepanikan luar biasa terjadi karena pipa air bocor sehingga membanjiri jalana,” ujar saksi mata.
Sebelumnya Pusat Peringatan Tsunami Pacific mengeluarkan peringatan tsunami untuk Indonesia, Thailand, Malaysia dan India. Sedangkan BMKG tidak melansir peringatan mengingat pusat gempa yang cukup dalam, yaitu 71 km.
Gempa Juga Dirasakan di Sumut, Belum Ada Data Kerusakan
Gempa 7,6 Skala Richter yang berpusat di 57 km dari Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dirasakan juga di sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut). Terutama di daerah-daerah yang berbatasan langsung Sumbar hingga ke Medan. Sejauh ini belum diperoleh informasi adanya kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut di Sumut.
Di Medan, gempa menyebabkan sebagian penghuni gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan segera keluar menyelamatkan diri. Misalnya para karyawan yang bekerja di gedung Bank Danamon Jl. Diponegoro Medan dan para pengunjung serta karyawan di Sun Plaza Jl. Zainul Arifin dan Palladium Plaza Jl. Kapten Maulana Lubis.
“Waktu gedung terasa goyang, saya lihat tabung minuman air mineral, ternyata goyang juga. Ya sudah, berarti gempa. Saya langsung keluar,” kata Pane, salah seorang karyawan Bank Danamon.
Kendati guncangan tidak terlalu besar, kepanikan juga terjadi di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal yang berdekatan dengan Sumatera Barat. Tikwan Raya Siregar, warga Medan yang kebetulan berada di kawasan tersebut menyatakan, masyarakat berlarian keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
“Warga di sini langsung keluar dari rumah begitu gempa terasa,” ujar Tikwan melalui sambungan seluler.
Selain Mandailing Natal, gempa juga dirasakan masyarakat yang berada di Labuhan Batu, Kota Sibolga dan Tapanuli Selatan.
GEMPA DI SUMBAR. WARGA ACEH PANIKAN
Gempa tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu pukul 17:16 WIB dirasakan warga di Banda Aceh sehingga menimbulkan kepanikan.
“Kita semua yang sedang bekerja di gedung lantai dua berhamburan turun karena merasakan getaran gempa,” kata Hendrik, seorang warga di Banda Aceh, Rabu.
Di Provinsi Aceh, gempa kuat juga dirasakan warga yang berdiam di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Subulussalam, serta Aceh Singkil, sementara warga Banda Aceh hanya merasakan guncangan kecil.
Kepala stasiun Geofisika di Mata ie, Banda Aceh Syahnan mengatakan, Gempa kuat berpusat di kawasan Pariaman (Sumbar), namun juga dirasakan warga di Provinsi Aceh.
“Gempa bukan terjadi di Aceh tetapi di Pariaman (Sumbar). Kita di Aceh juga merasakan guncangan, terutama yang berada di pesisir barat dan selatan Aceh,” katanya kepada ANTARA.
Syahnan mengatakan, gempa diperkirakan berkisar antara III sampai IV Modified Mercally Intensity (MMI). Sementara di Banda Aceh dan sekitarnya hanya II MMI.
“Warga pesisir di Aceh Selatan terlihat panik karena guncangan berkisar antara III sampai IV MMI itu,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT).
Pusat gempa berada pada 57 Km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 71 km. Belum ada laporan korban jiwa di Aceh akibat gempa tersebut.
GETARAN GEMPA SUMBAR TERASA DI KARIMUN
Getaran gempa Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu sore, terasa hingga Tanjung Balai Karimun (TBK), Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami kaget ketika perabotan rumah bergetar, bahkan piring di meja dapur jatuh ke lantai,” kata Nasir, warga TBK, Rabu.
Menurut Nasir, getaran tersebut dirasakannya hanya beberapa detik sekitar pukul 17.20 WIB yang membuat dia dan keluarganya panik dan berhamburan k luar rumah karena khawatir terjadi getaran susulan.
“Kekuatan getaran itu lebih terasa di lantai dua, hiasan dinding ikut bergoyang dan perabotan ikut berguncang,” ucapnya lalu mencoba mencari tahu apakah memang terjadi gempa.
“Dugaan kami benar, ada gempa di Pariaman, Sumbar,” katanya.
Informasi yang dihimpun, getaran tersebut paling dirasakan warga di rumah berlantai dua di daerah ketinggian, seperti di Bukit Senang, Bukit Tiung dan lainnya.

WARGA JAMBI BERHAMBURAN RASAKAN GONCANGAN GEMPA
Gempa bumi Sumatra Barat, membuat warga Kota Jambi, baik yang berada di pertokoan, perkantoran maupun rumah berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Para pegawai di kantor gubernur Jambi yang masih lembur bekerja langsung lari meninggalkan gedung tiga lantai tersebut begitu merasakan getaran yang cukup kuat.
“Kami ketakutan, waktu terasa kami langsung menduga gempa dan langsung berhamburan keluar,” kata Dedi, salah seorang pegawai Pemprov Jambi.
Ia mengatakan goyangan gempa tersebut sangat terasa hingga menimbulkan pusing di kepala. Beberapa rekan kerjanya yang masih lembur tetapi tidak sadar dengan getaran ikut berhamburan keluar gedung.
Tak hanya para pegawai, para remaja yang biasa bersantai di sekitar kantor gubernur dan DPRD Provinsi Jambi juga ketakutan ketika merasakan getaran gempa tersebut.
“Saya awalnya tidak tahu kalau itu gempa, tetapi kawan-kawan berteriak gempa dan kita langsung berkumpul di lapangan,” ujar Zuhdi.
Warga yang berada di mal WTC Batanghari juga berhamburan meninggalkan mal untuk menyelematkan diri sambil berteriak-teriak “gempa.., gempa”.
Sebagian dari pengunjung memang ada yang tidak merasakan gempa, namun ketika melihat banyak yang berlari mereka pun ikut berhamburan keluar.
Hal yang sama juga terlihat di pusat perbelanjaan Jambi Prima Mal (JPM), warga yang tengah memilih barang untuk dibelu langsung berlarian meninggalkan kereta barangnya.
“Saya lihat barang-barang bergoncang, saya langsung lari diikuti beberapa pengunjung lainnya,” kata Ny. Ida, salah seorang pengunjung yang terlihat gemetar ketakutan.
Depkes: Ribuan Orang Terjebak di Reruntuhan
Gempa 7,6 SR di Sumbar mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah. Dilaporkan ribuan orang terjebak dalam reruntuhan.
“Ribuan orang terjebak di reruntuhan bangunan,” kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam Pakaya lewat pesan singkat kepada detikcom, Rabu (30/9).
Akibat gempa besar ini, sampai dengan pukul 20.30 WIB dilaporkan 13 orang meninggal. Rumah sakit lapangan pun sudah sedang disiapkan bagi para korban. (Ant/Detikcom/i)

Comments are closed.