usxii
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Dalam Perjalanan Pulang, SBY Tak Bisa Hadiri Pelantikan Anggota DPR & DPD

Posted in Berita Utama by Redaksi on Oktober 1st, 2009

Jakarta (SIB)
Pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 dipastikan berlangsung tanpa kehadiran Presiden SBY selaku Kepala Negara. Pada saat acara penting itu berlangsung, SBY masih dalam perjalanan pulang menuju Tanah Air.
Berdasar informasi Rumah Tangga Kepresidenan RI, pesawat kenegaraan yang ditumpangi SBY diperkirakan mendarat Kamis (1/10) pukul 11.00 WIB. Padahal pelantikan anggota parlemen dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB.
Selain tidak menghadiri pelantikan anggota baru DPR dan DPD, SBY juga tidak dapat memimpin upacara kenegaraan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Tugas rutin tahunan itu akan dilaksanakan oleh Wapres Jusuf Kalla (JK).
“Upacaranya jam 8 pagi,” kata staf protokoler Seswapres RI melalui pesan pendek.
Menurut rencana, usai memimpin upacara Wapres JK akan langsung ke Gedung DPR untuk mengikuti pelantikan anggota DPR dan DPD. Sementara Presiden SBY setiba dari kunjungan kerjanya di AS akan menuju Istana Negara, Jakarta.
Segera Kemasi Barang-barang di DPR, Agung Merasa Nano Nano
Ketua DPR Agung Laksono yang gagal terpilih untuk kembali masuk Senayan akan mulai berkemas-kemas sore ini. Ia akan segera meninggalkan kantornya di DPR. Bagaimana rasanya?
“Ya, nanti sore rencananya mulai pindahan bertahap,” ujar Agung di kantornya yang terletak di lantai III Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).
Agung mengaku hanya akan membawa barang-barang pribadi miliknya. Dia pun meminta pada anggota DPR lainnya agar tidak membawa barang-barang yang bukan haknya.
“Anggota DPR tidak boleh membawa barang yang bukan haknya. Ini saya tekankan kepada teman-teman,” tegasnya.
Agung yang hari ini memimpin sidang paripurna akhir jabatan 2004-2009, mengaku sedih sekaligus gembira telah merampungkan masa jabatannya selama 5 tahun. “Rasanya sedih, ya gembira. Nano nano,” katanya menirukan slogan iklan permen.
Agung menilai kinerja anggota DPR periode ini lebih baik dari periode sebelumnya. Hal ini dilihat dari banyaknya Undang-undang yang dihasilkan. Agung pun berharap DPR ke depan konsisten dan mau meneruskan perjuangan anggota DPR yang baru saja mengakhiri masa jabatannya.
Namun Agung mengaku belum memiliki rencana selepas keluar dari Senayan. “Ya saya belum tahu. Bisa apa saja,” katanya.
Masa Bakti Berakhir, Anggota DPR Antre Salaman dengan Agung Laksono
Hari ini DPR menggelar rapat paripurna akhir masa jabatan periode 2004-2009. Anggota Dewan pun ‘bernostalgia’ dengan Ketua DPR Agung Laksono. Mereka bersalam-salaman seperti layaknya silaturahim di hari lebaran.
“Kepada anggota DPR yang baru kami ucapkan selamat bertugas. Bagi anggota dewan yang sudah purna bakti dari keanggotaan DPR kiranya dapat bergabung di dalam Paguyuban Mantan Anggota DPR RI (Padmanagri),” kata Ketua DPR Agung Laksono menutup pidato penutupan masa sidang DPR Periode 2004-2009 dalam Rapat Paripurna Akhir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).
Seusai membacakan pidato akhirnya sebagai Ketua DPR, Agung pun dikerubuti anggota DPR. Mereka mengantre untuk berpamitan dengan Agung.
“Sambil nyanyi Pak Agung,” celetuk anggota dewan usul supaya perpisahan lebih menarik. Menanggapi celetukan itu, Agung pun menyambut pendek. “Terimakasih rekan-rekan semua,” kata Agung sembari tersenyum.
Anggota dewan yang lain tak mau kalah heboh. “Sambil solawatan Pak Agung, ” kata salah seorang anggota dewan.
Usul ini semakin meramaikan acara “perpisahan” DPR ini. “Hahahaha…”teriak angggota DPR serentak.
Anggota DPR sangat girang dan beberapa tampak saling bergandengan tangan seperti anak-anak. Mereka sangat menikmati acara perpisahan ini.
Dalam pidatonya Agung menyampaikan selama Periode 2004-2009 DPR RI telah berhasil menyelesaikan 193 RUU untuk disahkan menjadi UU. Dari total RUU yang disahkan ada 100 RUU dari Pemerintah dan 93 usul DPR. Dengan rincian 14 RUU pada tahun 2005, 39 RUU pada tahun 2006, 40 RUU pada tahun 2007, 61 RUU pada tahun 2008, dan 39 RUU diselesaikan pada tahun 2009.
“RUU Peradilan Militer, RUU Rahasia Negara, RUU Keistimewaan DIY, RUU Pembangunan Pedesaan, dan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan diputuskan untuk ditunda pembahasannya,” tegas Agung.
Rapat Paripurna Akhir DPR, Ketua DPR Tertibkan Anggota ‘Usil’
Rapat Paripurna akhir DPR masa jabatan 2004-2009 dihinggapi insiden anggota DPR yang ‘usil’ berjalan-jalan saat sidang sedang berlangsung. Ketua DPR Agung Laksono pun mengingatkan anggota DPR itu.
“Mohon anggota DPR yang berdiri dan berjalan-jalan di belakang untuk duduk di tempatnya, terima kasih,” kata Agung memotong pidato Menkeu Sri Mulyani untuk mengingatkan anggota DPR yang ‘usil’ dalam Rapat Paripurna akhir DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).
Rapat Paripurna akhir DPR sepi peminat. Hanya terlihat sekitar 120 anggota dewan menyimak sidang ini, yang lainnya bolak-balik ke luar masuk ruang sidang. Padahal tercatat 347 anggota dewan yang membubuhkan tandatangan dalam buku absensi.
“Anggota yang hadir 347 sudah kuorum, rapat dimulai,” kata Agung saat memulai rapat.
Rapat Paripurna akhir DPR mengagendakan laporan pimpinan Tim Pengawas Distribusi Pupuk Bersubsidi, RUU APBN 2010, RUU Perikanan, Laporan Komisi XI atas investigasi Bank Century.
Di akhir rangkaian acara Rapat Paripurna akhir DPR ini, Agung juga akan membacakan pidato penutupan masa sidang anggota DPR 2004-2009.
Jelang Pelantikan, Rieke ‘Oneng’ Deg-degan Jadi Anggota DPR
Rieke Diah Pitaloka senang bukan kepalang akan dilantik menjadi anggota DPR terpilih periode 2009-2014. Namun, pemeran Oneng dalam sinetron Bajuri ini juga deg-degan mengemban amanah rakyat di pundaknya.
“Perasaannya senang, tetapi juga sekaligus deg-degan. Karena buat saya ini bukan hal yang mudah. Ada amanah yang mesti saya emban. Kita harus konsisten di dalamnya,” kata Rieke usai menghadiri gladi resik pelantikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).
Rieke terlihat cantik dan fresh dengan setelan blazer dan celana panjang warna hitam dan rambut dikuncir.
Politisi PDIP ini mengaku ingin duduk di komisi yang mengurusi ketenagakerjaan. “Kita persiapkan untuk dapat masuk ke komisi yang ingin saya perjuangkan. Ya kita akan bicarakan dengan teman-teman di partai. Kalau saya inginnya dapat komisi yang bekerja untuk memperjuangkan hak-hak tenaga kerja,” ujar ibu satu anak ini.
Alasannya, kata dia, isu buruh migran masih harus dibenahi. “Karena, saya sebelumnya memang aktif pada lembaga-lembaga untuk membela hak-hak tenaga kerja ini seperti isu-isu buruh migran. Banyak hak-hak mereka yang harus dibela. Jadi saya tertarik di situ,” papar istri dari Donny Gahral Adian ini.
Acara Pelantikan, ANGGOTA MENOLAK KE LUBANG BUAYA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2009-2014 menyatakan penolakannya untuk hadir di Lubang Buaya, Pondok Gede, Kamis (1/10).
Menurut PDIP, sudah waktunya rakyat meninggalkan semua pembohongan sejarah tentang peristiwa G-30-S yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Kami menolak untuk hadir di Lubang Buaya besok karena kehadiran Lubang Buaya selama puluhan tahun adalah rekayasa dan pembohongan publik sisa Orde Baru terhadap sejarah. Sebagai wakil rakyat, sudah waktunya kebiasaan membohongi rakyat tentang peristiwa G-30-S dihentikan,” demikian ungkap anggota DPR terpilih periode 2009-2014 dari PDIP, Dr Ribka Tjiptaning menegaskan, Selasa (30/9).
Menurutnya , Fraksi PDIP juga menolak menginap di Hotel JW Marriot dan Hotel Borobudur sebelum dilantik. “Untuk apa menghambur-hamburkan uang rakyat sebesar 22 miliar untuk menginapkan 560 anggota DPR di hotel mewah, setelah itu digiring ke Lubang Buaya untuk mengakui pembohongan sejarah pada rakyat. Ini tidak bermoral pada rakyat,” tegasnya lagi.
Fraksi PDIP akan langsung datang ke Gedung DPR untuk menghadiri pelantikan anggota dewan. Hal yang sama menurut Tiptaning akan dilakukan semua anggota Fraksi PDIP, di antaranya oleh Budiman Sudjatmiko, Ario Bima, Rieke Dyah Pitaloka, Nursuhud, Guruh Soekarno Putra, Alex Litaay, Gandjar Pranowo , Eva Sundari , Arief Wibowo, Sidarto DS ,Bambang Pacul Suwarno, Edi Mihati, Mindo Sianipar, dan lainnya.
“DPR yang sekarang harus lebih berani menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. Kalau terhadap rakyat saja tidak berani membongkar pembohongan sejarah, jangan harap akan berani membela kepentingan rakyat,” tegasnya lagi.
Secara terpisah, Rieke Dyah Pitaloka juga menjelaskan bahwa tidak ada peraturan anggota Dewan harus datang ke Lubang Buaya. ’Sepertinya KPU menempatkan anggota DPR sebagai mahasiswa baru yang harus diospek. Harus di Lubang Buaya jam 04.00 pagi, upacara jam 06.00 pagi. Setelah itu jam 09.00 harus sudah di Gedung DPR. Padahal biasanya jam macet anak sekolah. Ini apa-apaan sih,”demikian ujarnya.
Menurut Pitaloka, KPU seharusnya tidak perlu merepotkan anggota Dewan untuk hal-hal yang tidak berguna semacam ini. “Urusan pendidikan adalah ideologi anggota Dewan, bukan urusan KPU, tapi urusan partai,”demikian ujarnya.
Menyambut hal ini, Sosiolog George Juni Aditjondro menegaskan bahwa masih banyak sisa-sisa Orde Baru yang ingin mempertahankan indoktrinasi antikomunis dengan berbagai cara. ”Mereka ketakutan karena indoktrinasi kebohongan Orde Baru itu akan pupus oleh waktu dan bangkitnya kesadaran masyarakat tentang sejarah,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat menggunakan keterbukaan untuk mendapatkan informasi sejarah secara utuh dan tidak mudah diindotrinasi.”Adalah sia-sia kalau masih berupaya memperpanjang pembohongan publik seperti itu,” jelas Aditjondro lagi.
George mendukung anggota DPR yang menolak datang ke Lubang Buaya seperti yang diwajibkan oleh KPU besok, “Seharusnya partai-partai politik men-screening anggotanya yang masuk menjadi anggota Dewan agar tidak terkontaminasi lagi dengan ajaran-ajaran sesat Orde Baru ,”ungkap George Junus Aditjondro. (SH/Detikcom/p)

Comments are closed.