usxii
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

200 CEO Perusahaan AS Berdialog dengan SBY di Boston

Posted in Berita Utama by Redaksi on September 27th, 2009

Pittsburgh (SIB)
Meskipun Sabtu (26/9) merupakan hari libur, namun kalangan bisnis Amerika Serikat (AS) tetap antusias menghadiri forum bisnis yang digelar Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia di Boston, Amerika Serikat. Tercatat 220 CEO dari berbagai perusahaan AS siap berdialog dengan Presiden SBY.
Para CEO itu datang dari berbagai kota di AS. “Dari perusahaan menengah hingga perusahaan multinasional,” kata Ketua Umum Kadin, MS Hidayat, sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom , Budiono Darsono dari Pittsburgh, Amerika Serikat, Kamis (24/9) pukul 22.00 waktu setenpat atau Jumat (25/9) pukul 09.00 WIB.
Ihkwal forum bisnis itu diungkapkan Hidayat kepada pers di lobi Hotel Westin Pittsburgh. Hidayat merupakan salah satu delegasi Presiden SBY dalam menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi G20 atau The Pittsburgh Summit 2009 yang berlangsung 24-25 September 2009.
Forum bisnis itu sendiri, menurut Hidayat, digelar dalam bentuk makan siang. Presiden SBY akan hadir dan memberikan pidato kurang lebih 40 menit. SBY seperti dituturkan Hidayat, akan menyampaikan banyak hal yang telah dicapai Indonesia dan bagaimana Indonesia ke depan.
SBY akan mengungkapkan bagaimana pembangunan infrastruktur 5 tahun ke depan. “Itu sangat penting karena kita dianggap masih kurang dalam pembangunan infrastruktur,” kata Hidayat.
Setelah pidato SBY, sejumlah CEO dari beberapa perusahaan ternama akan memberikan testimoni tentang iklim invenstasi di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dialog para CEO itu dengan Presiden SBY.
“Saya kira forum bisnis itu nantinya akan sangat menarik. Apalagi melihat begitu antusiasnya para CEO untuk hadir,” kata Hidayat.
Setelah mengikuti The Pittsburgh Summit 2009 , Presiden SBY bertolak dari Pittsburgh menuju Boston pada Sabtu (26/9) pagi hari waktu setempat atau pukul 19.00 WIB malam. Dengan Pesawat Kepresidenan Garuda GA 330-300, perjalanan dari Pittsburgh menuju Boston akan ditempuh dalam waktu 1 jam 10 menit.
Di samping pengusaha AS, ada sekitar 60 pengusaha Indonesia yang akan hadir. “Ini forum bisnis yang membuka peluang interaksi langsung antara pengusaha Indonesia dan AS,” kata Hidayat.
Setelah menghadiri bisnis forum itu, malam harinya SBY dijadwalkan bertemu dengan mahasiwa Indonesia yang diwadahi dalam organisasi Permias.
Presiden SBY juga diagendakan melakukan diskusi dengan sejumlah profesor dari Harvard. Puncak acara Selama di Boston adalah pidato SBY di depan civitas akademika Harvard.
G20 JADIKAN RI LEBIH STRATEGIS
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik keputusan KTT G20 di Pittsburgh, Jumat, yang menjadikan kelompok negara ekonomi 20 sebagai lembaga permanen serta menggantikan G8 sebagai forum utama kerjasama ekonomi internasional.
Menurut Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers dengan wartawan Indonesia di Hotel Westin, Pittsburgh, Pennsylvania, Jumat malam, keputusan tersebut membuat Indonesia berada di tempat yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan perekonomian global.
Indonesia saat ini merupakan negara dengan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia.
“Ini sesuai dengan harapan Indonesia, G-20 akan menjadi lembaga permanen dan itu bagus. Sebab kalau hanya G-7, G-8, itu hanya betul-betul mewakili negara maju, kebanyakan Eropa. Hanya satu yang di Asia, yaitu Jepang,” kata Yudhoyono.
G8 sendiri terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Prancis dan Rusia.
G20, kata Presiden, merupakan lembaga yang sangat mewakili kepentingan negara-negara di dunia, baik negara maju, negara dengan kekuatan ekonomi baru maupun negara berkembang.
Adanya kelompok G20 yang permanen, ujarnya, membuat peradaban dunia semakin lengkap, baik peradaban Barat, Timur maupun Islam.
“Forum ini menurut saya kelak tidak hanya memikirkan perekonomian global, tapi boleh jadi menjadi forum untuk memikirkan dunia makin aman, konflik makin susut, kekerasan bisa kita eliminasi, sekaligus menjadi forum untuk mewujudkan kerukunan di antara peradaban,” kata Presiden.
Saat jumpa pers, Presiden Yudhoyono menyampaikan berbagai pandangan yang ia sampaikan ketika mengikuti pertemuan G-20 di Pittsburgh yang berlangsung pada 24-25 September.
Seluruh rangkaian pertemuan para pemimpin negara ekonomi Kelompok 20 berlangsung secara tertutup sehingga tidak dapat diliput para wartawan yang pada Jumat membanjiri tempat berlangsungnya KTT, yaitu David L. Lawrence Convention Center.
Pada pertemuan dengan kepala negara/pemerintahan —termasuk sang tuan rumah, Presiden AS Barack Obama, Presiden SBY antara lain menyarankan G20 —yang akan mengadakan pertemuan berikutnya di Kanada pada Juni 2010 dan di Korea Selatan pada November 2010— mengevaluasi semua proses pemulihan, baik di tingkat global, kawasan dan masing-masing negara.
Evaluasi tersebut perlu dilakukan terutama berkaitan dengan kepercayaan pasar, aliran modal, investasi dan perdagangan, ekonomi riil serta stabilitas pangan dan energi.
“Jika semua indikasi itu menunjukkan hal yang positif, kita boleh mengatakan resesi akhirnya sudah pada tahap akhir dan segera memikirkan ‘exit strategy’,” kata Presiden.
Melalui KTT dua harinya, para pemimpin negara-negara G20 sendiri sepakat akan bekerja keras untuk menyehatkan kembali ekonomi global serta memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi global di masa depan lebih kuat, berimbang dan berkelanjutan.
G20, yang dibentuk tahun 1999 terdiri dari negara dan dipimpin oleh:
1. Afrika Selatan: Presiden Jacob Zuma
2. Amerika Serikat: Presiden Barack Obama
3. Arab Saudi: Raja Abdullah
4. Argentina: Presiden Cristina Fernandez de Kirchner
5. Australia: Perdana Menteri Kevin Rudd
6. Brasil: Presiden Luiz Inacio Lula da Silva
7. China: Presiden Hu Jintao
8. India: Perdana Menteri Manmohan Singh
9. Indonesia: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
10. Inggris: Perdana Menteri Gordon Brown
11. Italia: Perdana Menteri Silvio Berlusconi
12. Jepang: Perdana Menteri Yukio Hatoyama
13. Jerman: Kanselir Angela Merkel
14. Kanada: Perdana Menteri Stephen Harper
15. Korea Selatan: Presiden Lee Myung-bak
16. Meksiko: Presiden Felipe Calderon
17. Perancis: Presiden Nicolas Sarkozy
18. Rusia: Presiden Dmitry Medvedev
19. Turki: Perdana Menteri Recep Tayyip Erdo?an
20. Uni Eropa —diwakili oleh presiden bergilir UE dan Bank Sentral Eropa.
PERJANJIAN UTAMA DARI KTT G20 DI PITTSBURGH
Sebuah pertemuan puncak (KTT) Kelompok dari 20 ekonomi terkemuka (G20), Jumat menyetujui rencana untuk memberdayakan negara-negara berkembang di dunia dan mendorong pemulihan yang berkelanjutan.
Pada KTT dua hari di bagian timur kota Pittsburgh Amerika Serikat, G20 setuju bahwa:
— G20, yang menyatukan negara-negara maju dan berkembang merupakan 90 persen dari ekonomi global, akan menggantikan Kelompok Delapan (G8) dari negara-negara kaya di dunia sebagai forum unggulan.
—Negara-negara berkembang akan menerima atau menanggung sedikitnya lima persen dari hak suara pada Dana Moneter Internasional (IMF).
— G20 akan berkoordinasi untuk menemukan waktu yang tepat untuk mengurangi langkah-langkah stimulus sebagai bagian dari upaya untuk “mengembalikan pertumbuhan dunia menjadi tinggi, berkelanjutan dan seimbang.” Para menteri keuangan menteri bertemu pada November.
— Kompensasi “berlebihan” bagi para eksekutif di sektor perbankan akan diakhiri karena mendorong risiko. G20 menentang jaminan bonus multi-tahun, mendesak transparansi yang lebih besar dan menyerukan Dewan Stabilitas Keuangan G20 untuk mengusulkan langkah-langkah baru pada Maret 2010.
— G20 akan membuat pentahapan peraturan baru untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas modal bank, yang dipandang sebagai kekurangan utama dalam krisis ekonomi global. G20 menetapkan tujuan pengembangan aturan pada akhir tahun 2010 dan ngimplementasikannya pada akhir 2012.
— Otorotas akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi variasi antara negara ekonomi utama.
— Pemerintah harus menghilangkan bebas pajak (tax havens) pada Maret 2010 atau menghadapi konsekuensi.
— G20 akan memulai sistem pengkajian yang tajam di mana para ekonom di masing-masing negara anggota dapat memberikan saran kebijakan kepada orang lain. Mereka sepakat untuk membentuk modalitas pada November dengan tujuan untuk mereka memulai pada Februari 2010.
Para pemimpin G20 yang terlibat dari 19 negara – Argentina, Australia, Brasil, Inggris, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki dan Amerika Serikat.
Juga mengambil bagian dalam G20 adalah Uni Eropa, diwakili oleh Presiden Swedia saat ini.
Perdana Menteri Spanyol dan Thailand, yang merupakan ketua saat ini Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), mengambil bagian sebagai pengamat seperti yang dilakukan menteri keuangan Singapura, yang kini memimpin Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik.
Stop Global Warming, G20 Sepakat Hapus Subsidi BBM Bertahap
Negara-negara yang terhimpun dalam G20 sepakat untuk menghapus subsidi bahan bakar fosil dan penghasil karbon dioksida lainnya secara bertahap. Ini sebagai upaya untuk memerangi pemanasan global (global warming).
Draf kesepakatan G20 menunjukkan negara-negara seperti Rusia, India, dan China akan kembali mengurangi serta menghapus anggaran yang membuat harga minyak rendah sekalipun tanpa kepastian mengenai waktu.
G20 juga akan menjaga upaya mereka itu hingga terjadinya kesepakatan tingkat PBB mengenai perubahan iklim setelah tahun ini. Demikian salah satu hasil pertemuan G20 yang berlangsung dua hari di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS) seperti dikutip dari reuters, Sabtu (26/9).
Untuk kepentingan penghapusan subsidi bahan bakar, para pemimpin negara G20 akan berbicara dengan menteri keuangan negara mereka masing-masing.
Negara-negara di luar G20 juga akan diimbau untuk mengikuti langkah tersebut. Beberapa kalkulasi menunjukkan jumlah subsidi minyak di seluruh dunia mencapai US$ 300 triliun.
Penghapusan subsidi bahan bakar diperkirakan akan mampu mengurangi afek rumah kaca 10 persen pada 2050. Hal itu berdasarkan data dari International Energy Agency and the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Pernyataan G20, yang terdiri dari negara kaya dan berkembang itu, juga menyebutkan, para menteri energi dan keuangan negara anggota akan segera menyusun strategi. Hasilnya akan dilaporkan pada pertemuan G20 berikutnya.
G20 SEPAKATI PENYEIMBANGAN KEMBALI EKONOMI DUNIA
Para pemimpin G20 telah setuju untuk merestrukturisasi ekonomi dunia dengan mengurangi ketimpangan antara negara-negara defisit berjalan besar dan mereka yang surplus, menurut rancangan komunike pertemuan G20, Jumat.
Menjelang puncak pertemuan para pemimpin ekonomi terbesar di dunia, eksportir besar seperti Jerman dan China telah setuju dengan debitur besar seperti Amerika Serikat tentang perlunya langkah-langkah untuk tujuan keseimbangan ini.
Namun rancangan komunike pertemuan terakhir, dilihat oleh AFP, menyatakan bahwa anggota siap untuk mendukung rencana yang akan melihat sendiri China mendorong rakyatnya untuk menghabiskan lebih banyak uangnya di dalam negeri dan Amerika Serikat untuk mengurangi defisit.
“Kami menyadari bahwa proses untuk memastikan lebih seimbang pertumbuhan global harus dilaksanakan secara tertib. Semua anggota G20 sepakat untuk mengatasi kelemahan masing-masing ekonomi mereka,” kata kesepakatan.
“Anggota G20 dengan berkelanjutan, defisit eksternal yang signifikan menjanjikan untuk melaksanakan kebijakan mendukung tabungan pribadi dan melakukan konsolidasi fiskal sambil mempertahankan pasar terbuka dan memperkuat sektor ekspor.
“Anggota G20 dengan berkelanjutan, defisit eksternal signifikan menjanjikan untuk memperkuat sumber pertumbuhan domestik,” tulisnya Jumat.
Pertemuan G20 Dipertimbangkan Sanksi Bagi Iran Terkait Program Nuklir
Pertemuan G20 di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS) menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya terkait program nuklir Iran. Iran kembali diperingatkan mengenai program nuklirnya tersebut.
Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers usai pertemuan G20 mengatakan, perselisihan tentang program nuklir itu akan diselesaikan pada 1 Oktober mendatang. Dan Iran harus menghadiri pertemuan tingkat dunia tersebut.
“Komunitas internasional telah berbicara. Sekarang terserah kepada Iran untuk menanggapi, ” kata Obama seperti dikutip dari reuters, Sabtu (26/9).
Dikatakan Obama, dunia lebih bersatu untuk meminta pertanggungjawaban Iran. Ia mencontohkan Rusia dan China mengimbau investigasi IAEA atas program nuklir Iran ditunjukkan dalam kerangka persaudaraan.
Menurut Obama, tidak ada upaya mengesampingkan opsi yang disampaikan oleh Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Perselisihan dengan Iran dibicarakan secara diplomasi.
Namun, jika upaya diplomasi itu tidak berjalan, maka dipertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada Iran.
“Ketika kami menemukan bahwa jalur diplomasi tidak bekerja, kami akan mengambil posisi lebih kuat untuk, misalnya, menerapkan sanksi,” cetus Obama.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Presiden Prancis menuduh Iran telah membangun program nuklir kedua secara rahasia. (detikcom/f)

Comments are closed.