Medan (SIB)
Kebakaran besar terjadi di Perumnas Helvetia Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia. Sebanyak 7 unit rumah berlantai 2 di Jalan Helvetia Raya Lingkungan 21 Blok 14 , Sabtu (26/9) sekitar pukul 05.00 WIB musnah terbakar. Sementara itu, kebakaran juga trjadi di Tanjung Selamat Medan, Jumat malam mengakibatkan 3 orang tewas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Helvetia sementara kerugian akibat musibah tersebut belum dapat dipastikan jumlahnya. Pihak Kepolisian Resort Medan Helvetia masih melakukan penyelidikan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan membuat garis polisi (Police Line).
Seluruh rumah yang musnah dilalap si jago merah masing-masing nomor 21 rumah Hendro Sabana (25), nomor 22 rumah Sutrisno (45), nomor 23 rumah Drs Marpaung (55), nomor 24 rumah Sitapo SH (60), nomor 25 rumah Sinaga, nomor 26 rumah Rusdy Rustam dan nomor 27 rumah Malau.
Menurut warga, asal api penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek (korseleting) dari rumah nomor 26 milik Rusdy Rustam. Percikan api berawal dari ruang tamu kemudian menyambar barang-barang yang berada di dalam rumah tersebut.
Begitu kobaran api “menjilati” barang-barang yang ada di dalam rumah, penghuni rumah langsung menjerit serta berupaya untuk memadamkan api, namun api masih saja tetap “mengamuk” sehingga melalap dinding bangunan yang berada di sebelah kiri dan kanannya. Dalam tempo beberapa menit, kobaran api sudah merembes ke rumah-rumah penduduk lainnya.
Sebelum api menghanguskan ke-7 rumah penduduk tersebut, warga sekitar juga terlihat mengeluarkan barang-barang yang ada dari dalam rumahnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rembesan api yang akan menghanguskan tempat tinggal mereka.
“ Untunglah petugas pemadam kebakaran cepat datang, kalau tidak seluruh Lingkungan 21 ini pasti akan musnah terbakar,” ujar salah seorang warga bermarga Simatupang.
Sementara itu, Kapolsek Helvetia AKP Jean Calvijn Simanjutak SIk melalui Kanit Reskrim Iptu Zulkifli Harahap SH mengungkapkan, penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. Dan sejauh ini saksi-saksi yakni pemilik rumah sudah dimintai keterangannya.
“Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran tersebut diduga berasal dari arus pendek,” katanya.
TIGA WARGA JALAN BUNGA SAKURA MEDAN TEWAS TERBAKAR
Tiga orang tewas pada peristiwa kebakaran yang menghanguskan delapan unit rumah semi permanen, di Jalan Bunga Sakura, Kelurahan Tanjung Selamat Medan, Jumat malam.
Ketiga orang yang dinyatakan tewas tersebut yakni, Pida (9), Fitri (12) dan ibu kedua orang anak tersebut yang biasa dipanggil warga dengan sebutan Mamak Pida (38).
Putra, salah seorang saksi mata, Sabtu, mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi Jumat sekitar pukul 22:15 WIB. Saat itu, kawasan yang umumnya dijadikan warga sebagai tempat berdagang pakaian bekas dalam keadaan pemadaman listrik.
Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa naas itu, dugaan sementara api berasal dari sebuah lilin yang jatuh dari salah satu rumah semi permanen tersebut.
“Saat itu, kondisi di daerah sini gelap gulita karena sejak sore listrik padam, awalnya warga melihat api yang membesar dari salah satu rumah kemudian kami berusaha menyiram api yang semakin lama semakin membesar,” katanya.
Dalam keterangannya, Kembaren, pemilik rumah mengatakan, pada saat kejadian ketiga orang yang tewas itu berada di lantai dua rumah yang dikontrakannya.
Ia baru mengetahui ketiga orang tersebut tewas setelah sejumlah petugas pemadam kebakaran menginformasikan bahwa ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran yang menghanguskan delapan rumah miliknya itu.
Namun, salah seorang penghuni rumah lainnya sempat menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai dua rumah kontrakan tersebut.
“Sebelum kami mendapatkan informasi bahwa ada yang meninggal, kami tanya dengan penghuni rumah yang melompat dari lantai dua, apakah ada orang lagi di atas, dikatakannya tidak ada,” kata Kembaren.
Ia menambahkan, sehari sebelum peristiwa naas itu, wanita yang kesehariannya berdagang sayuran tak jauh dari rumahnya tersebut terlihat murung. “Sehari sebelum kejadian Mamak Pida seperti tidak bersemangat berjualan, kami tidak tahu apakah ini sebuah firasat,” ujarnya.
Api berhasil dipadamkan setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran, datang ke lokasi tersebut. Diperkirakan kerugian harta benda mencapai ratusan juta rupiah. (M27/Ant/m)

Print This Post
Share on Facebook

