Kairo (SIB)
Jaringan teroris Al Qaeda, Rabu (23/9) merilis satu rekaman video baru berdurasi 106 menit yang memprediksi kejatuhan Presiden AS Barack Obama di tangan negara-negara Muslim. Rekaman berbahasa Arab, yang berjudul “The West and the Dark Tunnel” itu adalah bagian dari serangkaian pesan-pesan yang dirilis Al Qaeda untuk memperingati peristiwa serangan 11 September. Osama bin Laden sendiri telah merilis pesan singkat pribadinya pada 14 September lalu.
Seperti pesan panjang serupa dalam peringatan sebelumnya, Al Qaeda selalu menghadirkan kesaksian dari sejumlah tokoh penting jaringan teroris internasional tersebut, yang disertai dengan selingan tayangan berita dari tahun sebelumnya. Al Qaeda juga berusaha menyamakan Obama dengan pendahulunya, mantan Presiden George W. Bush, yang sangat tidak disenangi dunia Muslim atas kebijakan invasinya ke Irak dan Afghanistan.
“Amerika tampil dalam bentuk wajah baru yang hipokratik (tidak jujur). Tersenyum kepada kita, namun menikam dari belakang dengan belati serupa yang digunakan Bush,” demikian ujar Ayman al-Zawahri, tokoh penting no.2 di Al Qaeda seperti dilaporkan Associated Press.
Banyak analis meyakini bahwa Al Qaeda telah mewanti-wanti perbedaan popularitas Obama di Timur Tengah, khususnya setelah pidato pertama Obama kepada dunia Muslim di Kairo pada Juni lalu. “Dengan keinginan Tuhan, akhir dari kekuasaan anda (Obama) akan berada ditangan negara Muslim, jadi dunia dan sejarah akan terbebas dari kejahatan dan kebohongan,” tukas Zawahri.
Pesan Al Qaeda tersebut juga menampilkan beberapa kali penampakan Adam Gadahn, yang juga dikenal sebagai Azzam al-Amriki, seorang warga AS yang besar di selatan California, memeluk Islam dan bergabung dengan Al Qaeda. Gadahn didakwa dengan tuduhan penghianatan pada 2006 dan diburon dengan imbalan 1 juta dollar AS bagi siapa saja yang memberikan informasi keberadaannya.
Komentar Gadahn merayakan kejatuhan Bush dan rekaman video yang mengkerdilkan Obama itu dibuat pada akhir Agustus atau awal September. “Pertanyaan penting adalah akankah Obama dan Partai Demokrat mau belajar dari kesalahan-kesalahan pendahulunya atau akankah mereka melanjutkan kesalahan serupa sampai terpaksa meninggalkan kantornya dengan rasa malu dan penyesalan mendalam?” papar Gadahn yang berjanggut tebal dan berpakaian sorban putih. “Sayangnya, bagi Demokrat dan menilai dari tujuh bulan pertama kekuasaan mereka di atas perahu Amerika yang akan tenggelam, prediksi itu terlihat tidak baik,” tukasnya.
Rekaman video itu juga menampilkan sesi panjang situasi di fasilitas penyiksaan penjara AS dan menampilkan tayangan apa yang tampak seperti penyiksaan seorang warga Amerika untuk mengorek informasi dengan cara menenggelamkan kepala seorang warga Afghanistan kedalam ember berisi air.
Organisasi SITE Intelligence Group, yang memonitor situs-situs kelompok ekstrimis, mengidentifikasi pria yang melakukan penyiksaan dalam rekaman video tersebut sebagai Jonathan Keith Idema, yang juga pernah ditampilkan dalam tayangan pesan video Al Qaeda tahun lalu.
Selain melontarkan prediksi, video Al Qaeda tersebut juga membahas kemajuan pergerakan jihad di seluruh dunia, khususnya kemenangan Taliban melawan pasukan AS di Afghanistan. Video yang menggambarkan sikap sangat anti Amerika dan menjelaskan apa yang menurut Al Qaeda sebagai kejahatan AS itu sangat berbeda jauh dengan pesan-pesan Bin Laden sebelumnya, yang kelihatan seperti satu permohonan kepada orang Amerika untuk memperkuat kerjasamanya dengan Israel dan mengakhiri perang dengan Al Qaeda.
ANCAMAN BOM, PENGAMANAN G-20 DIPERKETAT
Tim keamanan pertemuan Group of 20 (G-20) sudah memikirkan segala kemungkinan untuk menjaga keamanan di sekitar lokasi pertemuan G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS). Pengamanan akan dilakukan di darat, air, dan udara selama acara berlangsung mulai 23- 24 September 2009.
Penemuan dugaan rancangan ledakan bom di Denver dan New York membuat pengamanan pertemuan pemimpin kepala negara diperketat. Juru bicara satuan pengamanan rahasia Secret Service, Darrin Blackford, mengatakan, agen Secret Service dan semua mitranya sedang menyiapkan segala kemungkinan.
Namun kepala agen di Pittsburgh menegaskan bahwa pusat perhatian sebaiknya diberikan pada pertemuan G-20 itu sendiri, bukan persiapan pengamanannya. “Meski keamanan merupakan bagian dari pertemuan ini, tapi kami ingin meletakkan keamanan itu di belakang layar,” kata Agen Khusus James Gehr.
Selasa kemarin, tim keamanan menunjukkan lokasi pusat komunikasi yang menghubungkan lebih dari 50 wilayah federal, negara bagian, dan agen-agen lokal yang akan membantu menjaga keselamatan diplomat dan masyarakat umum. Pusat komunikasi itu akan mulai efektif mulai Rabu malam hingga Jumat malam. Kalangan media juga setuju untuk merahasiakan lokasi pusat komunikasi tersebut.
Sedangkan sejumlah pusat-pusat bisnis di pusat kota juga akan ditutup karena ketatnya pengamanan kendaraan masyarakat di dekat David L Lawrence Convention Center. Selain kekhawatiran akan teror bom, pengamanan juga diperketat untuk mencegah aksi demonstrasi berubah menjadi aksi kekerasan.
Penjaga pantai juga menutup tiga sungai yang melewati Pittsburgh mulai pukul 06.00 pada Kamis hingga pukul 10 malam pada Jumat. Sebelas kapal patroli juga dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Kepolisian negara bagian mengerahkan 1.200 personel di darat dan udara. (Ant/AFP/AP/LBN/n)

Print This Post
Share on Facebook

