Medan (SIB)
Drs Alamsyahbana Ginting putra Alm Kolonel (Purn) H Tenteng Ginting (mantan Bupati Deli Serdang) akan maju sebagai calon Bupati Tanah Karo 2010-2015 berpasangan dengan dr Supredo Sembiring Kembaren SpB.
Alamsyahbana Ginting , ayah 2 anak ini didampingi tim suksesnya Edy Katana Sebayang, Krista Sebayang dan Tony Pembina Sukatendel kepada wartawan, Sabtu (12/9) di Medan mengatakan bahwa calon bupati Karo yang akan maju seperti dibacanya di koran cukup banyak namun dari nama-nama yang muncul tidak ada yang berat.”Kita cukup berpeluang untuk menang, asal Tuhan Yang Maha Kuasa merestui,”katanya.
Alamsyahbana yang mantan PNS BPN pusat suami dari dr Emy Sembiring mengatakan, sekarang ini terasakan renggangnya atau retaknya rasa persaudaraan di lingkungan keluarga. Tidak terlihat tapi dapat dirasakan.
Di sisi lain ada lagi persoalan di setiap bidang kehidupan seperti di bidang ekonomi, bahwa kekuatan ekonomi Tanah Karo sebenarnya berada di 4 tonggak yang kokoh yaitu : pertanian, pariwisata, pendidikan dan kesehatan serta sektor perdagangan.
Di sektor pertanian belum terasakan adanya sentuhan yang tepat untuk membangkitkan kekuatan ekonomi di sektor ini. Permasalahan pupuk, permasalahan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, pembibitan, teknologi pengolahan tanah dan tanaman, hingga kepada teknologi pasca panen, lahan yang semakin sempit oleh perkembangan jumlah penduduk dan peralihan fungsi dan permasaran yang tidak terselesaikan dari waktu ke waktu dan semakin tidak menentu serta tidak ada kepastian.
Di sektor pariwisata malah terlihat penurunan daya saing. Terlihat pada objek wisata yang tidak dapat dipertahankan, budaya tradisional semakin pudar, penggundulan hutan terus berlanjut , tidak adanya tempat bekerja bagi pelaku pariwisata, seniman dan budayawan. Menurunnya kunjungan wisatawan asing dan masih banyak lagi indikator memperlihatkan penurunan daya saing kita di sektor pariwisata.
Di sektor perdagangan masih belum disentuh sama sekali. Di bidang kesehatan, kita belum merasakan pemerataan pelayanan kepada masyarakat dan para dokter masih berkonsentrasi di kota.
Sementara di bidang pendidikan, masih adanya masyarakat belum mampu menjangkau sekolah tingkat SMP karena tidak tersedianya sekolah di sekitar mereka demikian juga SLTA. Tenaga pengajar juga belum merata, masih terkonsentrasi di perkotaan.
Di bidang pemerintahan, masyarakat belum merasakan manfaatnya. Masih selalu bekerja dengan rutinisasi saja tanpa melakukan suatu rencana pembangunan dengan terobosan baru dengan nilai tambah. Kita tidak merasakan adanya keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat. Permasalahan ketersediaan air yang tidak jelas kelanjutannya. Proyek Kacinambun yang kemudian lenyap , rencana pengembangan areal persawahan Paya Lahlah di Mardingding yang tidak jelas. PT MIL yang benar-benar telah berada pada areal hutan register terus berlangsung. Rencana pengembangan ternak sapi Nodi di Mardingding juga pupus begitu saja, katanya.
Semangat Perbaikan Tanah Karo
Masih banyak lagi permasalahan yang semuanya sudah sampai pada titik yang sangat memuakkan. Ini tidak bisa kita biarkan, ini harus kita perbaiki, kita harus mengejar untuk perbaikan tanah Karo. Jangan apatis dan tinggal diam, terlebih-lebih bagi kaum muda Karo, mari secara bersama-sama melakukan perbaikan itu, karena itu adalah masa depan kita. Masa depan generasi masyarakat Tanah Karo, kata Alamsyahbana.
Melalui Pilkada Tanah Karo, harus didapatkan pemimpin Tanah Karo yang dapat memperbaiki ini. Jangan berharap terciptanya pemimpin tanpa kita melakukan upaya terbaik. Jangan kita hanya menunggu apalagi merusak keinginan akan perbaikan itu.
Alamsyahbana menyatakan siap maju menjadi calon bupati dan akan di dukung partai politik. Untuk itu mulai Oktober ia akan memasang baliho dan bulan Nopember melakukan sosialisasi pembagian pupuk di 17 kecamatan serta temu wicara dengan para ulama dan tokoh masyarakat Karo di Kabanjahe. (M5/p)

Print This Post
Share on Facebook

