Medan (SIB)
Gereja merasakan ketidakadilan yang dialami para pejuang Protap dan keluarga di hadapan masyarakat dan hukum. Gereja tahu bahwa perjuangan Provinsi Tapanuli (Protap) murni untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat. Gereja pun tahu bahwa ketidakadilan itu akan menciptakan kriminalitator. Karena itu, Gereja memiliki tanggungjawab besar membawa itu ke sidang PGI dan membuka solidaritas doa internasional. Gereja Kristen Pentakosta (GKP) Indonesia sangat mendukung tindakan itu.
Demikian disampaikan Bishop Gereja Kristen Pentakosta (GKP) Indonesia Pdt Eliver Joni Hutahaean SH, di Gereja GKP, Medan, (12/9) siang.
Dikatakannya, Gereja merasakan ketidakadidlan para pejuang Protap, karena Gereja tahu bahwa aksi massa saat menyampaikan aspirasi pembentukan Provinsi Tapanuli murni untuk memperjuangkan kehidupan masyarakat Indonesia – Tapanuli, bukan untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk melakukan aksi anarkis. Tetapi harus mendapat tekanan, siksaan, dan harus dihukum penjara bertahun-tahun.
Kemudian, lanjutnya, Gereja pun tahu bahwa ketidakadilan itu akan menciptakan kriminalitator (berjiwa kriminal), apatis, skeptis dengan tidak memiliki pengharapan oleh karena tidak terbukanya peluang untuk meraih masa depan. Oleh karenanya, Gereja bertanggungjawab membicarakan ketidakadilan itu, supaya setiap orang tidak ada yang putus asa karena kehilangan pengharapan.
Ia meminta supaya penegak hukum mampu menetralisir ketidakadilan itu, dengan memperhatikan setiap fakta-fakta di persidangan. “Sesungguhnya hukum tidak boleh lepas dari bukti dan fakta dilapangan, dengan tidak mengesampingkan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Karena ketidakadilan akan menciptakan dampak negatif yang sangat luar biasa,” katanya.
DOAKAN PEJUANG PROTAP DAN KELUARGA AZIS ANGKAT
Disamping ikut merasakan ketidakadilan yang dialami pejuang protap, Gereja Kristen Pentakosta (GKP) pun berkesinambungan mendoakan pejuang Protap dan keluarga serta keluarga ketua DPRDSU Azis Angkat untuk tetap tabah dan kuat.
Dikatakannya, pejuang protap dan keluarga serta keluarga ketua DPRDSU Azis Angkat sama-sama mengalami traumatis dalam perjuangan pembentukan Provinsi Tapanuli.
Pejuang Protap harus ditangkap, dikecam dan dihukum hanya karena menyampaikan aspirasi Pembentukan Protap dengan tidak berkeadilan.
Sedangkan Ketua DPRDSU harus meninggal saat aksi penyampaian aspirasi pembentukan Protap berlangsung.
“Kita berdoa bagi mereka, kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan ketabahan,” katanya.
MINTA TOKOH BATAK PERDULI
Disamping memberi apresiasi dan dukungan yang sangat tinggi terhadap program Gereja dalam membawa agenda Protap ke sidang PGI dan membentuk solidaritas internasional untuk mendoakan pejuang Protap, Gereja Kristen Pentakosta (GKP) Indonesia meminta tokoh-tokoh Batak asal Tapanuli di seluruh dunia untuk memberikan dukungan moral dan perhatian terhadap pejuang Protap yang saat ini sedang menginginkan keadilan.
“Kita meminta kepada tokoh-tokoh Batak di dunia untuk memberikan perhatiannya terhadap pejuang Protap yang ditahan, dikecam hanya karena menyampaikan aspirasi pembentukan protap. Karena yang diperjuangkannya untuk kepentingan seluruh rakyat,“ kata Bishop GKP Pdt Eliver Joni Hutahaean.
Menurut Eliver, perjuangan Protap bukan semata-mata perjuangan mereka yang saat ini sedang ditahan, tetapi perjuangan seluruh rakyat Tapanuli untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia di Bona Pasogit dalam wadah NKRI.
Eliver meminta partisipasi aktif tokoh-tokoh masyarakat Tapanuli di dunia. Dikatakannya, jangan setelah menjadi Protap terbentuk, tokoh-tokoh Batak di perantauan berlomba-lomba mencalonkan diri untuk jadi Gubernur. Tetapi ketika merasakan pahitnya penderitaan untuk memperjuangkan pembentukan Protap, mereka lepas tangan. “Kita sangat prihatin terhadap mereka seperti itu,” katanya.
APRESIASI GUBSU
Pada kesempatan itu, Bishop GKP Pdt Eliver Joni Hutahaean STh juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dalam membangun Sumatera Utara.
“Kita menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubsu. Untuk mensukseskan pembangunan di Sumatera Utara, beliau bekerja keras, bahkan berjuang untuk mendapatkan dana perimbangan hasil perkebunan ke pemerintah pusat. Kita menyampaikan apresiasi,” katanya
Disampaikannya, GKP mendoakan Gubsu untuk diberi kekuatan dalam membangun Sumatera Utara. Demikian juga pemerintah pusat, mendukung sepenuhnya program pembangunan itu dengan memberikan dana perimbangan perkebunan ke pemerintah Sumut. Karena perkebunan Sumut menghasilkan CPO, sawit terbesar di Indonesia. (Hel/i)

Print This Post
Share on Facebook

