
Kapolsek Perdagangan AKP P Panjaitan. (FotoSIB/S21)
Perdagangan (SIB)
Sebanyak tujuh orang penggembala ternak disambar petir saat menggembalakan ternaknya di Perladangan Reformasi 41 Nagori Bandar Betsi Kecamatan Bandar Huluan Simalungun. Sabtu (11/7) sekira pukul 17.00 Wib. Empat orang tewas di lokasi kejadian sedangkan tiga orang lainnya selamat setelah sempat shok.
Kapolsek Perdagangan AKP Parluhutan Panjaitan didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhonson M Sitompul, kepada SIB, Sabtu (11/7) malam mengatakan keempat korban tewas adalah Candra (15) pelajar, Kifli (16) pelajar, Suardi (13) pelajar SMP, dan Bambang Nurdiansyah (18) seluruhnya warga Nagori Bandar Silo Kecamatan Bandar Masilam Simalungun. Sementara tiga korban yang berhasil selamat adalah Heru Admaja (12), Putra Saragih ( 12) dan Joko (15) penduduk yang sama.
“ Saat peristiwa berlangsung ketujuh korban seperti biasanya menggembalakan ternaknya di areal perkebunan Bandar Betsy yang berbatasan dengan kediaman korban. Saat hendak pulang menggembalakan ternaknya tiba-tiba turun hujan dan para korban berteduh di gubuk yang ada di lokasi.
Namun tanpa disadari tiba-tiba petir menyambar gubuk tempat mereka berteduh dan naas empat korban langsung tewas dengan luka bakar dan nyawanya tidak dapat tertolong. Sementara tiga korban lainnya mengalami trauma dan nyaris pingsan. Warga yang berada di lokasi yang mengetahui korban tewas kemudian melaporkan ke Polsek dan keluarga korban untuk mengevakuasi jenazah” kata AKP Parluhutan Panjaitan.
Karena korban tewas bukan tindak pidana, keluarga korban tidak merasa keberatan selanjutnya jenazah dibawa kekediamannya untuk dikebumikan sedangkan tiga orang yang selamat juga sudah siuman.
Kurniawan salah seorang warga Perdagangan, yang berada dilokasi kejadian menyebutkan di kecamatan Bandar, Bandar Huluan dan Bandar Masilam memang belakangan terakhir rawan petir setiap kali hujan datang. Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada korban yang tewas akibat tersambar petir saat berada di ruang terbuka. (S21/l)


Share on Facebook
