Jakarta (SIB)
Harga gula dan minyak goreng turun menyusul bertambahnya pasokan komoditas tersebut ke pasar selama sebulan ini. Berdasarkan data Departemen Perdagangan, Senin (29/6) harga gula rata-rata nasional turun 62 rupiah per kg dari pekan lalu menjadi 8.514 rupiah per kg.
“Pasokan mulai lancar karena masa giling tebu semua pabrik gula sudah kelar,” kata Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara XI Adig Suwandi di Jakarta.
Sebelumnya, harga gula sempat naik-turun meski musim giling tebu sudah dimulai dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli. Menurut Adig, pasokan sempat terhambat karena petani menunda panen tebunya akibat hujan deras yang terjadi.
Selain gula, penurunan harga juga terjadi pada minyak goreng. Harga rata-rata nasional minyak goreng curah kemarin turun 127 rupiah per kg menjadi 9,441 rupiah per kg. Harga rata-rata minyak goreng bulan Juni turun 270 rupiah per kg dibanding bulan Mei yaitu dari 10.014 rupiah per kg menjadi 9.744 rupiah per kg.
Ketua Umum Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) Adiwisoko Kasman mengatakan penurunan harga minyak goreng itu didorong oleh menurunnya permintaan CPO ekspor dari negara pengimpor utama seperti China dan India. Selain itu, produksi CPO juga mulai meningkat dan mencapai puncaknya pada September 2009. (Ant/KJ/h)

Print This Post
Share on Facebook

