Hotel GM
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Menteri Kesehatan: Flu Babi Positif Masuk Indonesia * Dua Pasien Dirawat di RS * Bobie Tak Terdeteksi di Bandara Ngurah Rai * Depkes Siap Hadapi, Stok Tamiflu Cukup

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juni 25th, 2009

Jakarta (SIB)
Virus flu babi atau H1N1 telah resmi masuk ke Indonesia. 2 pasien saat ini telah dinyatakan terinfeksi virus yang merebak di beberapa negara itu.
“Depkes terpaksa merawat 2 orang yang terinfeksi H1N1,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Menkes mengatakan, salah satu pasien saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Pasien itu seorang pilot yang baru pulang dari Australia 14 Juni dan Hongkong 18 Juni.
“Dia adalah WA, seorang pilot berusia 37 tahun,” kata Menkes.
Sementara itu pasien lainnya dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali. “BA, 22 tahun warga Inggris yang menetap di Australia. Berkunjung ke Bali 19 Juni,” kata Menkes.
Meski Diisolasi, Menkes Nyatakan Kondisi WA Sangat Baik
Salah satu pasien flu babi, WA saat ini dirawat intensif di RSPI Sulianti Saroso. Meski masih diisolasi, kondisi pilot 37 tahun itu sangat baik.
“Sekarang masih diisolasi, keadaannya sangat-sangat baik,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Sebelum dinyatakan terkena flu babi, WA baru pulang dari Australia pada 14 Juni dan Hongkong 18 Juni. Saat itu, WA mengeluh demam yang cukup tinggi.
Selain WA, pasien lain yang dinyatakan terkena H1N1 adalah seorang warga negara Inggris BM. Perempuan 22 tahun itu kini dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali.
BM menetap di Australia dan mengunjungi Bali pada 19 Juni. Saat di Bandara Ngurah Rai, panas BM terdeteksi tinggi sehingga dirawat di klinik. Karena ada tanda-tanda flu, BM pun dirujuk ke RS Sanglah.
Menkes: Itu Dua Kasus Kiriman
2 Pasien telah dinyatakan terinfeksi virus flu babi. Meski dirawat di Indonesia, kedua pasien diduga terinfeksi di luar Indonesia.
“Ini dua kasus kiriman (dari luar negeri),” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Dugaan itu diperkuat karena dua pasien itu berada di luar negeri sebelum sakit. WA, seorang pilot berusia 37 tahun baru pulang dari Australia pada 14 dan Hongkong pada 18 Juni.
“Dia masuk ke RS Sulianti Saroso karena khawatir demam, sekarang masih diisolasi,” kata Fadilah.
Sementara itu pasien lainnya seorang warga negara Inggris, BM yang kini dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali. BM berkunjung ke Bali dari Australia.
“Dia panas dan batuk, berobat ke rumah sakit yang didapat dari Bandara Ngurah Rai dan langsung dirujuk ke RS Sanglah,” kata Fadilah.
Positif Flu Babi, Kesehatan Bobie Sempat Membaik
Warga Negara (WN) Inggris, Bobie Masoner (22), yang dirawat di RSUD Sanglah, Denpasar, Bali, dinyatakan positif flu H1N1 alias flu babi. Namun sebelumnya, kondisi kesehatan wanita yang tinggal di Melbourne, Australia, itu sempat membaik.
“Badannya tidak panas lagi dan batuknya mereda,” kata Ketua Tim Penanggulangan Flu Babi RSUD Sanglah, dr Agus Somia, di kantornya, Jl Pulau Nias, Denpasar, Rabu (24/6).
Namun setelah ditemukan fakta baru mengenai penyakit Bobie, pihak RSUD Sanglah tidak akan mengizinkan yang bersangkutan pulang. Bobie harus menjalani perawatan dan observasi kesehatan lebih lanjut.
“Tugas kita mengobati pasien. Mengenai kebijakan yang akan kita ambil selanjutnya, itu wewenang Dinkes Bali,” ujar Agus.
Agus juga sempat menjelaskan soal kondisi kesehatan pasien yang cenderung membaik. Menurut Agus, hal tersebut bisa saja terjadi.
“Tapi yang jelas, saat mengambil sampel darah dan cairan tenggorokan kita sudah melakukan sesuai prosedur WHO dan Depkes,” tegas Agus.
Bobie tiba di Denpasar pada Jumat 19 Juni lalu. Dia datang bersama sejumlah temannya untuk berlibur ke Pulau Dewata tersebut.
Bobie dilarikan ke RSUP Sanglah pada pukul 16.00 Wita, Minggu (21/6). Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan di salah satu klinik di Nusa Dua karena menderita deman, pilek serta keluhan saluran pernafasan.
4 WNI di Luar Negeri Positif Terinfeksi Flu Babi
Empat Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit flu babi (H1N1). Namun keberadaan mereka tidak di Indonesia melainkan di luar negeri.
Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (24/6).
“4 Kasus di Singapura, WNI yang positif terjangkit,” kata Siti Fadila.
Setelah melakukan koordinasi, keempat pasien tersebut, berada di Australia dan Singapura, telah ditangani oleh rumah sakit setempat. Bahkan Menkes meminta agar jangan dulu dipulangkan jika belum sembuh betul.
“Jangan dipulangkan kalau belum negatif,” jelas Situ Supari.
Selain keempat orang tersebut, ada lagi seorang pegawai Depkes yang diduga terkena flu Babi saat berada di Cina dan seorang lagi di Macau.
“Tapi kita baru terima infonya, belum dicek,” tegasnya.
Siti Fadilah Berharap RI Tak Terjangkit H1N1
Flu babi telah resmi masuk ke Indonesia dengan dua pasien yang dinyatakan telah terkena H1N1. Saat ini, kedua pasien sedang dirawat dan diisolasi di rumah sakit di Jakarta dan Bali.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pun berharap, kasus flu babi tidak akan merebak di Indonesia. “Ini belum terjangkit dan saya harap tidak terjangkit,” kata Fadilah.
Hal itu disampaikan Fadilah dalam jumpa pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/6).
Sebelumnya Fadilah menyatakan, kedua kasus flu babi tersebut merupakan kasus kiriman. WA dan BM sama-sama datang dari luar negeri sebelum sakit dan dinyatakan terkena flu babi.
WA yang seorang pilot baru pulang dari Australia pada 14 Juni dan Hong Kong 18 Juni. Saat itu, WA mengeluh demam yang cukup tinggi.
Selain WA, pasien lain yang dinyatakan terkena H1N1 adalah seorang warga negara Inggris BM. Perempuan 22 tahun itu kini dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali.
BM menetap di Australia dan mengunjungi Bali pada 19 Juni. Saat di Bandara Ngurah Rai, panas BM terdeteksi tinggi sehingga dirawat di klinik. Karena ada tanda-tanda flu, BM pun dirujuk ke RS Sanglah.
Bobie Tak Terdeteksi di Bandara Ngurah Rai
Bandara Ngurah Rai mengaku tidak tahu kondisi kesehatan Bobie Masoner (22), WN Inggris yang positif flu babi, saat tiba di Denpasar. Pihak Bandara juga tidak mendapat laporan dari pilot pesawat bahwa Bobie sakit.
Hal tersebut diungkapkan General Manager (GM) PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, Heru Legowo, kepada wartawan di Denpasar, Rabu (24/6).
“Ini berbeda dengan pilot pesawat Malaysia Airline yang pernah melaporkan kondisi kesehatan penumpangnya beberapa waktu lalu,” ujar Heru.
Di sisi lain, sambung Heru, di Bandara Ngurah Rai tidak ada alat yang bisa langsung mendeteksi seseorang terjangkit flu babi atau tidak. “Jadi kita tetap akan melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang yang datang seperti biasa (dengan alat pemantau suhu badan),” ujar Heru.
Dihubungi terpisah Humas Pemprov Bali, Putu Suardhika, menyatakan hal senada. Menurutnya, suhu tubuh Bobie tidak terdeteksi panas karena sebelumnya meminum obat penurun panas.
“Sebelum tiba di Denpasar dia minum obat jadi tidak terdeteksi alat pemantau suhu tubuh di Bandara Ngurah Rai,” ujar Putu.
Bobie tiba di Denpasar pada Jumat 19 Juni lalu. Dia datang bersama sejumlah temannya untuk berlibur ke Pulau Dewata tersebut.
Bobie dilarikan ke RSUP Sanglah pada pukul 16.00 wita, Minggu (21/6). Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan di salah satu klinik di Nusa Dua karena menderita deman, pilek serta keluhan saluran pernapasan.
Informasi ini berbeda dengan apa yang disampaikan Menkes Siti Fadilah. Saat memberikan keterangan pers di Departeman Kesehatan (Depkes), Siti Fadilah menyatakan, suhu tubuh Bobie terdeteksi tinggi ketika tiba di Bandara Ngurah Rai sehingga dirawat di klinik. Karena ada tanda-tanda flu, BM pun dirujuk ke RS Sanglah.
Depkes Siap Hadapi, Stok Tamiflu Cukup
Pemerintah mengaku siap menghadapi serangan flu babi yang telah menginfeksi dua orang di Indonesia. Persediaan tamiflu dinyatakan cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Pemerintah Indonesia sudah siap dalam penanggulangan Influenza A (H1N1) baru ini,” tegas Menkes Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di kantornya, Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/6).
Mereka yang terinfeksi adalah seorang pilot dan seorang warga negara Inggris. Mereka berdua kini telah dirawat di RS Sulianti Saroso, Jakarta dan RS Sanglah, Denpasar, Bali.
Menkes juga telah meningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di seluruh rumah sakit, bandara dan laboratorium untuk menanggulangi pandemi ini. Menkes mengimbau agar masyarakat Indonesia dapat melaksanakan cara hidup yang sehat.
“Jika terkena batuk jangan ditular-tularin,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi penyebarannya, Depkes sudah melakukan siaga 1. Sedangkan untuk Tami Flu, Depkes mengatakan stok yang dimilikinya cukup.
“Insya Allah cukup karena sudah disebarkan ke puskesmas,” tegas Menkes. (detikcom/d)

Comments are closed.