stmiksmxii
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Membedah Tim Sukses SBY Pimpinan Hatta-Djoko Suyanto * Mantan Kapolri Jadi Tim Sukses SBY * Bachtiar Chamsyah dan Irgan Tak Masuk

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juni 1st, 2009

Jakarta (SIB)
Untuk memenangkan pertarungan dalam pilpres 8 Juli mendatang, para capres telah menyiapkan tim sukses secara matang, tak terkecuali pasangan SBY-Boediono. Tim pelaksana harian yang akan mengawal semua gerakan penyuksesan pasangan SBY-Boediono dipimpin langsung oleh Hatta Rajasa dan Marsekal Purn Djoko Suyanto sebagai wakil ketua. Duet ini akan memimpin semua operasi pemenangan SBY-Boediono.
“Para pimpinan parpol yang lolos parliamentary threshold dan 24 parpol kecil ditempatkan sebagai dewan pengarah. Ketuanya adalah pimpinan ketua umum 5 parpol yaitu PD, PKS, PKB, PAN, dan PPP. Ketua umum parpol kecil menjadi anggotanya,” papar sumber detikcom di lingkungan tim sukses SBY-Boediono, Jumat (29/5).
Untuk posisi sekretaris tim sukses dijabat langsung sekretaris jenderal DPP PD Marzuki Alie dengan dibantu 4 wakil sekretaris yang berasal dari para sekjen partai pendukung koalisi yaitu PKS, PKB, PPP dan PAN. Namun dari para sekjen ini hanya nama Irgan C Mahfiz yang tidak masuk meskipun menjabat sekjen DPP PPP. Irgan digantikan wasekjen DPP PPP Romy Romahurmuzy.
“Untuk bendahara tim sukses langsung di jabat bendahara umum DPP PD Pak Zainal Abidin dengan dibantu beberapa orang,” paparnya.
Selain didampingi oleh dewan pengarah, Hatta dan Djoko akan dibantu oleh dewan pakar yang dipimpin oleh Prof Subur Budhisantoso dengan anggota TB Silalahi, Rahmawati Soekarnoputri, Bara Hasibuan, EE Mangindaan dan Soeharso Monoarfa.
“Hubungan antara SBY-Boediono dengan pelaksana harian tim sukses bersifat instruktif, sementara dewan pengarah dan pakar koordinatif,” paparnya.
Dari struktur inilah dibentuk beberapa koordinator yang masing-masing koordinator juga membentuk penanggung jawab sub koordinator. Tim sukses resmi SBY-Boediono yang diserahkan ke KPU dan Bawaslu ada 5 koordinator.
“Kelima koordinator itu adalah koordinator operasi yang dipimpin Yahya Sancawirya, koordinator logistik Abi Kusno, koordinator pembinaan, penggalangan dan saksi Soeprapto, koordinator bidang hukum dan advokasi Amir Samsuddin dan koordinator media Andi Mallarangeng,” paparnya.
Koordinator operasi membawahi 5 sub organ penting yang akan menentukan strategi dan aksi pemenangan SBY-Boediono. 5 Sub koordinator itu adalah bidang kampanye yang dipimpin Radityo Gambiro, bidang pengamanan yang dipimpin Adyaman Amir, bidang relawan 1 dengan pimpinan Saputra Haris, relawan 2 dengan pimpinan Djali Yusuf dan relawan 3 dengan pimpinan Heru Lelono.
“Semua koordinator sub koordinator ini juga dibantu beberapa anggota. Tugasnya mengkoordinir satuan tugas masing-masing,” paparnya.
Selain sistem koordinator, tim sukses SBY-Boediono juga membentuk koordinator-koordinator wilayah dari Sabang sampai Merauke. Koordinator wilayah (Korwil) ini dibagi menjadi 8 wilayah dengan mengumpulkan beberapa provinsi yang berdekatan.
“Beberapa komandan korwil di wilayah Jawa yaitu Korwil Jabar, DKI Jakarta dan Banten adalah Syarief Hasan, Korwil Jawa Tengah Nur Faizi dan Korwil Jawa Timur Imam Utomo. Untuk total keseluruhan jumlah tim anggota tim sekitar 293 orang,” paparnya.
Selain tim-tim resmi yang dilaporkan ke KPU dan Bawaslu, duet SBY-Boediono juga didukung relawan-relawan yang secara independen dan berkelompok mendukung SBY. Kelompok ini termasuk dalam relawan tim-tim internal di sekitar SBY-Boediono.
“Untuk pengawalan opini media, tim kampanye SBY menyewa jasa Fox Indonesia sebagai konsultannya. Dari semua lini inilah kami akan bergerak,” pungkasnya.
Mantan Kapolri Jadi Timses SBY, Polri Jamin Netral
Eks Kapolri Jenderal Purn Sutanto didapuk menjadi Ketua Tim Sukses Gerakan Pro SBY. Polri pun menjamin tidak akan mengerahkan anggotanya mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.
“Kita jamin Polri akan netral,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).
Menurut dia, Polri menjamin tidak akan mengarahkan anggotanya untuk mendukung salah satu pasangan capres cawapres.
Abubakar menegaskan akan mengambil tindakan terhadap polisi yang tidak netral. “Seandainya ada oknum yang terlibat secara institusi kita akan tindak tegas,” kata jenderal bintang dua tersebut.
Bachtiar Chamsyah dan Irgan Tak Masuk
Ada yang unik dalam struktur tim sukses SBY. Nama Bachtiar Chamsyah yang menjabat sebagai Ketua MPP PPP dan Sekjen DPP PPP Irgan C Mahfiz tidak masuk dalam struktur tim sukses SBY yang dikomandani Hatta Rajasa.
Daftar tim sukses SBY yang didapat detikcom tidak menemukan kedua nama orang penting di PPP itu dalam struktur tim sukses jenis mana pun. Padahal semua sekjen partai dan pimpinan parpol lainnya baik yang di jabatan ketua umum atau penasihat masuk dalam struktur tim sukses sesuai dengan kategorinya.
Wakil Sekjen DPP PPP Romy Romahurmuzy yang ditempatkan sebagai wakil sekretaris dalam tim sukses menggantikan Irgan, mengaku tidak tahu menahu soal tidak masuknya Sekjen PPP Irgan dan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah. Hal itu dikarenakan pengusulan nama-nama tim sukses SBY berada di tangan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.
“Kalau tanya kenapa, itu saya tidak tahu, itu kan kewenangan ketua umum yang mengusulkan nama-nama yang masuk. Saya hanya menjalankan tugas partai,” kata Romy kepada detikcom, Jumat (29/5).
Menurut tokoh muda PPP ini, sebenarnya PPP akan mengajukan beberapa nama yang tidak tercatat di daftar tim sukses. Namun sudah tidak bisa karena sudah semua daftar resmi tim sukses sudah diserahkan ke KPU dan Bawaslu. Hal teknis inilah yang menjadikan beberapa elit penting PPP tidak masuk struktur.
“Sebenarnya kita akan menambah, tetapi semua data sudah masuk ke KPU dan Bawaslu. Jadi kalaupun ditambah pasti ya percuma,” paparnya.
Jumlah tim sukses SBY yang terdaftar di KPU dan Bawaslu yang tercatat secara manifes yang dipimpin Hatta Rajasa sebanyak 293 orang. Tim ini terdiri dari unsur parpol, relawan, maupun purnawirawan jenderal.
Setiap parpol yang lolos parliamentary threshold (PT) diberi jatah mengajukan 15-20 orang untuk bergabung dalam tim sukses SBY. Sementara untuk parpol yang tidak lolos PT diberi kesempatan mengajukan 3-5 nama.
Rata-rata dari semua nama yang diajukan partai selalu menyertakan ketua umum, sekjen dan dewan penasihat. Apakah tidak masuknya nama Irgan dan Bachtiar bukti karir politik keduanya sudah tidak diakui lagi, atau karena ada tugas lain? (detikcom/d)

Comments are closed.