Baghdad (SIB)
Kelompok perlawanan Irak membantah pernyataan pemerintah bahwa pimpinan Al Qaeda di Irak tewas dalam bentrokan antar milisi. Kelompok Negara Islam Irak, yang di dalamnya terdapat al-Qaeda Irak, mengatakan Abu Ayyub al-Masri masih hidup, dalam sebuah pernyataan di internet yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya seperti dilaporkan BBC hari Rabu (2/5).
Sebelumnya menteri dalam negeri Jawad al-Bolani mengatakan pihaknya memiliki “informasi dari tangan pertama” bahwa Masri meninggal. Tetapi militer Amerika mengatakan tidak dapat menkonfirmasi pernyataan menteri tersebut. “Kami harap itu benar, kami sedang menyelidikinya, tetapi kami harus benar benar yakin sebelum mengukuhkannya,” kata letnan kolonel Chris Garver kepada para wartawan.
Sejumlah laporan sebelumnya yang menyebutkan kematian Masri tidak berdasar, tambahnya. Pemerintah Amerika menawarkan hadiah lima juta dolar kepada pihak yang dapat menemukannya. Masri yang juga dikenal dengan nama Abu Hamza al-Muhajir, diyakini mendapatkan pelatihan di Afganistan dan membentuk sel pertama Al Qaeda di Baghdad.
Ia memimpin Al Qaeda di Irak sejak bulan Juni 2006, ketika Abu Musab al-Zarqawi dibunuh serangan udara Amerika. Kelompok ini dipandang dan mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan perlawanan di Irak sejak invasi Amerika tahun 2003.
Di Irak, Al Qaeda membentuk Negara Islam Irak dengan sejumlah kelompok milisi Sunni lainnya pada tahun 2006. Kelompok yang lebih besar dipimpin Abu Abdullah Rashid al-Baghdadi. Masri ditunjuk sebagai “menteri perang” pada pertengahan bulan April, sejumlah laporan menyebutkan.
Dalam sebuah pernyataan pada sebuah situs internet yang seringkali dipakai kelompok perlawanan, Negera Islam Irak menolak laporan bahwa Masri tewas hari Senin dalam bentrokan kelompok perlawanan dengan kelompok suku di daerah Taji, utara Baghdad.
“Negara Islam Irak membantah kematian menteri perang, semoga Allah melindunginya,” tulis pernyataan tersebut. “Negara Islam Irak menenangkan negara Islam tentang keselamatan Sheikh Abu Hamza al-Muhajir, semoga Allah melindunginya, dan ia masih memerangi musuh Allah.”
Kelompok tersebut menerbitkan sangkalannya “untuk menenangkan perasaan warga Islam”. “Kami memperingatkan musuh terus berusaha memecah mujahidin di Irak,” tambahnya. Juru bicara pemerintah Irak mengatakan sumber departemen dalam negeri menyaksikan Masri terbunuh, tetapi memperingatkan mereka belum dapat mengidentifikasi karena jenazahnya tidak berada di tangan pemerintah.
Dalam perkembangan lainnya, Pemerintah Irak dan sekutunya memasuki wilayah berbahaya untuk menemukan bukti klaim mereka bahwa pemimpin Al Qaeda telah tewas dalam pertempuran antar faksi bersenjata.
Brigjen Abdel Karim Khalaf, direktur operasi kementerian dalam negeri, mengakui Irak masih belum menemukan mayat atau sisa-sisa tubuh al-Masri untuk mendukung laporan intelijen bahwa ia telah tewas. “Sejauh ini kami belum memlikinya, namun upaya untuk itu telah dilakukan,†kata Khalaf.
Suku Sunni yang telah berjanji mengalahkan Al Qaeda mengklaim bertanggung jawab atas dugaan kematian al-Masri setelah melacak keberadaannya di utara Baghdad dan membunuhnya dalam sebuah penyergapan pada Selasa dini hari. “Kami memiliki bukti dan saksi mata dan kontak kami semuanya membenarkan al-Masri telah tewas,†kata Hamid al-Hayis, ketua Dewan Anbar Salvation Council. Menurut
TAKKAN HENTIKAN SERANGAN TEROR
Duta besar AS untuk Irak, Selasa, memperingatkan bahwa sekalipun laporan mengenai kematian pemimpin Al-Qaeda setempat Abu Ayyub Al-Masri telah dikonfirmasi, gerakan itu akan tetap menjadi ancaman teror di negeri tersebut. Duta Besar Ryan Crocker mengatakan pemerintah AS masih berusaha mengkonfirmasi laporan bahwa Al-Masri telah tewas dalam bentrokan di dalam kelompoknya sendiri, Al-Qaeda Irak.
“Kami terus berhubungan dengan pejabat Irak, kami sedang berusaha melihat konfirmasi apa yang mungkin mereka miliki dan apa yang dapat kami peroleh,†kata Crocker kepada wartawan melalui hubungan video dari ibukota Irak, Baghdad.
“Jika kami dapat mengkonfirmasinya, kalau ini memang terjadi, tanpa diragukan itu akan merupakan perkembangan posifit dan penting,†katanya.“Saya menduga itu takkan mengakhiri kegiatan Al-Qaeda di Irak,†katanya. Ia menyatakan bahwa organisasi tersebut telah menyesuaikan diri dan tetap mematikan menyusul kematian pemimpin terdahulunya, Abu Musab Az-Zarqawi —yang tewas dalam satu serangan udara AS tahun lalu.
“Itu sekarang merupakan upaya teror yang sangat desentralisasi, sehingga meskipun penyingkiran pemimpinnya saat ini merupakan sesuatu yang baik dan positif, saya kira kami harus berpendapat bahwa kami akan perlu melanjutkan upaya untuk menghadapi serangan lebih lanjut Al-Qaeda,†kata Crocker. (Ant/AFP/BBC/WH/g)

Print This Post
Share on Facebook

