Medan(SIB)
Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumut I Yusri Natar Nasution SH,MM menegaskan, aparat pajak diminta menggali produk unggulan dan andalan di wilayah kerja masing-masing guna pencapaian penerimaan pajak yang tinggal beberapa bulan ini.
“Realisasi penerimaan pajak masih memprihatinkan,diminta semua aparat pajak bertekad melakukan perubahan untuk memberhasilkannya hingga Desember 2010,ujar Yusri.
Ia mengungkapkan hal itu pada pembukaan Rapat Koordinasi Pajak Kanwil Ditjen Pajak Sumut I di Hotel Niagara Parapat,Rabu (28/7).Rapat diikuti para kepala kantor pelayanan pajak(KPP) Madya dan Pratama,kepala bidang,kepala seksi,staf dan pegawai pajak sebanyak 200 orang.
Menurutnya, realisasi penerimaan pajak hingga semester I 2010 seharusnya sudah tercapai Rp 4,6 triliun.Namun hingga minggu ketiga Juli 2010 baru mencapai Rp 3,6 triliun atau 47 persen dari rencana penerimaan pajak 2010 Rp8,6 triliun.Berarti ‘soft-fall’ Rp 1triliun.
“Dibanding tahun lalu,realisasi penerimaan pajak tahun ini turun,’ujar Yusri,pria yang ke 4 kalinya menjabat Kakanwil Ditjen Pajak di Aceh, Jakarta Utara,Bandung dan kini di Medan.
Ketika ditanya wartawan, Yusri tidak membantah penerimaan pajak di kanwil I ‘terganggu’akibat ulah Gayus,makelar pajak. Tapi,katanya,pihaknya tidak mau terpengaruh dengan ulah oknum itu. Artinya bagaimana melakukan penataan pajak lebih baik lagi,termasuk melakukan terobosan dengan berbagai cara.
Dikatakan, ada 4 PI (Fakta Integritas) yang harus ditandatangani fiskus(pajak) mulai dari pejabat esselon III,IV,AR(Account Representative),fungsional dan pegawai pada penutupan Rakor,Kamis 29 Juli 2010.
Empat PI yakni pertama, menggunakan segala potensi yang saya miliki untuk berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi sesuai Inpres No 5 tahun 2004 dan mendukung segala program inisiatif anti korupsi ditetapkan Dirjen Pajak.
Kedua, melaksanakan tugas dengan integritas tinggi bebas dari KKN serta mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal untuk memberikan hasil terbaik.Ketiga, menghindari segala penyalahgunakan wewenang terkait jabatan/kedudukan saya untuk keuntungan pribadi maupun pihak lain.Keempat,berusaha memberikan teladan yang baik dan mendorong seluruh pejabat dan pegawai yang ada di bawah pengawasan saya untuk menerapkan nilai-nilai organisasi,kode etik pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Fakta Integritas ini saya bersedia dikenai sanksi moral,hukuman disiplin,sanksi administrasi serta dituntut ganti rugi maupun pidana sesuai ketentuan peraturan per UU berlaku.
Kecewa
Ketika ditanya wartawan tentang kekecewaan Kepala negara terhadap para pejabat pajak ketika diterima di Istana Negara baru-baru ini,Yusri mengatakan, kita benar-benar memaklumi kekecewaan Kepala Negara itu. Sebab harapan terbesar APBN dari pajak.Suatu hal wajar orangtua marah kepada anaknya.
Dikatakan,selama ini kita mengadakan reorganisasi difasilitasi hingga remunurasi dan sebagainya semua dipenuhi,tapi muncul peristiwa, walaupuan itu ulah oknum,’imbuhnya.
Tapi di bawah kepemimpinan Pak SBY penerimaan pajak terus meningkat dari Rp 400 triliun,naik Rp 500 triliun hingga Rp 1000 triliun lebih.
‘Karena itu kita semua mempunyai tekad untuk membuktikan kepada Kepala Negara kita mau berbuat yang terbaik,walaupun itu ulah oknum dan berimbas kepada kita,ucap Yusri.
Dan kepada seluruh fiskus(pajak), saya minta jangan kecewakan Pak SBY,imbuh.(M8/c)

Print This Post
Share on Facebook

