Medan(SIB)
Pemberantasan terorisme yang dilakukan Pemerintah Indonesia didukung penuh pemerintah Amerika Serikat (AS). Namun, tekanan yang dilakukan dalam beberapa tahun ini dan sudah membuahkan hasil, diharapkan bisa dibarengi dengan pembenahan masalah sosial. Sebab, masalah sosial yang belum tertangani dikhawatirkan menjadi cikal bakal radikalisme.
Demikian Konjen AS Stanley Hars di Kantor Gubsu, Rabu (10/2) usai bertemu Wagubsu Gatot Pujo Nugroho dan menegaskan, dari dulu hingga kini, pemerintahannya tetap komit dalam memberantas teroris.
Upaya penumpasan yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini, seperti operasi di Aceh, dan di Jawa Barat, sangat didukung pihaknya. “Kita sangat mendukung 100 persen upaya pemerintah Indonesia itu,” tegasnya.
Stanley berkeyakinan, upaya pemerintah Indonesia yang tak kenal lelah menumpas teroris itu tak lain bertujuan untuk lebih meningkatkan jaminan keamanan di dalam negeri. Karenanya, ia sangat menudukung kunjungan Presiden Barack Husein Obama ke Indonesia mulai tanggal 20,21 dan 23 Maret nanti, bisa pula mendongkrak citra Indonesia di mata dunia internasional.
“Saya harapkan kunjungan Presiden Obama ke Indonesia itu bisa menaikkan citra negara ini yang sudah mulai hilang. Dan karenanya, mudah-mudahan arus investasi internasional bisa tumbuh lebih besar lagi dari kunjungan itu,” ujarnya.
Misi Presiden Obama berkunjung ke Indonesia menurut Stanley tak lain untuk meningkatkan kerja sama kedua belah pihak secara keseluruhan di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Sebab, dengan kunjungan itu maka kedua belah pihak akan mendapatkan kebaikan-kebaikan.
Terkait tekanan Pemerintah Indonesia terhadap teroris yang terus membuahkan hasil gemilang, seperti keberhasilan Densus 88 menembak mati Dul Matin di Pamulangan, Jawa Barat, Stanley merasa perlu memberikan apresiasi.
Karenanya, niat pemerintah Amerika Serikat meningkatkan kerja sama sektor pendidikan, dan sektor lainnya dengan Pemerintah Indonesia di masa depan, harus berhasil. Sebab, untuk membasmi teroris, diakuinya tidak cukup hanya dengan melalui tekanan, tetapi harus pula dibarengi implementasi program-program sosial.
“Ini sudah pernah diutarakan Presiden Barack Husein Obama bahwa kebijaksanaan Amerika Serikat terhadap dunia Islam ada berdasarkan dalam kepentingan universal yang saling pengertian,” jelasnya.
“Jadi, kepentingan bersama dengan Indonesia salah satunya bidang pendidikan, lapangan kerja, dan program sosial yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu yang kami kira yang paling penting yang harus dilakukan,” ujarnya seraya memastikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat tidak pernah melihat soal pemberantasan terorisme dari sisi agama, suku, atau ras, melainkan harus dibarengni dengan perbaikan masalah sosial.
Terkait aktivitas pemerintah Indonesia yang tengah menggempur sarang-sarang teroris di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan pulau lainnya, Stanley mengaku tidak akan sampai membuat berubahnya jadwal kunjungan Presiden Obama ke Indonesia mulai 20,21, dan 23 Maret ini.
“Saya kira tidak ada perubahan jadwal. Namun saya harus katakan, bahwa saya sebenarnya lebih senang kalau tidak berkomentar sesuatu hal terkait pemberantasan gerakan teroris di Aceh yang berbatasan dengan Sumut dan Kota Medan, karena saya tak punya kewenangan tentang itu,” ujarnya. (M3/g)

Print This Post
Share on Facebook

