Surya Tour
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Seputar 14 Proyek Bermasalah, DPRD Sibolga “Rame-rame” Soraki Kadis PU Sibolga Ir Rizal Lubis

Posted in Berita Utama by Redaksi on Februari 10th, 2010

Sibolga (SIB)
Seputar 14 proyek yang bermasalah di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sibolga, DPRD Sibolga “rame-rame” menyoraki Kepala Dinas PU Ir Rizal Lubis. Anggota DPRD menilai Rizal Lubis tidak layak sebagai Kadis di lingkungan Pemko Sibolga dan harus dinonaktifkan. Demikian disampaikan anggota DPRD Jamil Zeb Tumori, Pantas Lumbantobing dan Imran Sebastian Simorangkir kepada wartawan di Gedung Dewan, Selasa (9/2) pagi.
Ir Rizal Lubis dinilai tidak layak sebagai Kadis PU dan harus dinonaktifkan karena sebagai penanggungjawab di lingkungan Dinas PU, tidak serta merta memberikan pengawasan pelaksanaan pengerjaan proyek di lingkungan kerjanya, sehingga banyak proyek bermasalah yang kemudian ditolak Walikota Sibolga. “Kami menilai Ir Rizal Lubis lepas tanggungjawab dalam pencapaian pengerjaan proyek di lingkungan kerjanya, sehingga Walikota Sibolga menolak 14 proyek yang dinilai bermasalah, oleh karenanya tidak ada alasan lagi untuk tidak menonaktifkannya sebagai Kadis PU,” kata Jamil.
Senada dengan Jamil, Pantas Lumbantobing juga mengungkapkan demikian. Menurutnya, setiap proyek yang dinilai bermasalah di lingkungan PU Sibolga seyogianya disidik pihak kepolisian, karena tidak tertutup adanya korupsi. “Setidak-tidaknya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap proyek yang dinilai bermasalah dimaksud, karena tidak tertutup kemungkinan adanya kerugian negara dalam proyek tersebut,” katanya.
Menurut Jamil dan Pantas, penolakan Walikota Sibolga dalam paket proyek dimaksud sudah alasan awal pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan akan adanya kerugian negara. ”Kita mengharapkan pihak kepolisian tidak menunggu adanya laporan indikasi korupsi dari masyarakat, namun langsung melakukan pengusutan, karena penolakan Walikota sudah menjadi data awal bagi pihak kepolisian,” kata mereka.
Demikian halnya Imran Sebastian Simorangkir yang mengomentari buruknya pengerjaan proyek di lingkungan PU Sibolga yang notabene ditolak walikota. “Sangat tidak masuk akal di Pemko Sibolga, 14 proyek tidak rampung dan dinilai bermasalah,” katanya.
Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM menolak serah terima 14 dari 29 paket proyek yang bersumber dari APBD Kota T/A 2007 dan 2008 di Dinas PU Sibolga karena paket proyek dimaksud belum rampung dan dinilai sangat bermasalah.
Informasi yang diperoleh wartawan, ke-14 proyek yang bermasalah dimaksud antara lain pembangunan kantor PMI, pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Sibolga, pembangunan kantin di kawasan wisata Pantai Ujung Sibolga, ruang terbuka hijau di kawasan wisata ujung Sibolga, pembangunan MCK di Santeong, pembangunan Kios sebanyak 22 kios di Jalan Horas Sibolga, pengelolaan limbah RSU FL Tobing Sibolga, pembangunan stager di Sibustak-bustak Sibolga, pembangunan bronjong di kawasan GOR Parombunan Sibolga.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembangunan bronjong di kawasan Parombunan Sibolga saat ini sedang ditangani Polresta Sibolga. Pengerjaan proyek pembuatan bronjong di lokasi sport centre tepatnya di Aek Parombunan itu dikerjakan CV Dame Tua dengan biaya Rp 870.800.000 dan proyek ini diduga merugikan negara.
Lebih lanjut, Jamil menegaskan banyaknya proyek bermasalah di Dinas PU Sibolga sebagai bukti nyata ketidakpedulian Ir Rizal Lubis pada pencapaian pembangunan di tengah masyarakat. Oleh karenanya tidak ada alasan bagi Walikota untuk tidak mencopot Ir Rizal Luibis dari jabatannya, katanya seraya mempertanyakan pembangunan Guess House di kawasan tangga seratus yang sudah dua tahun lebih namun sampai sekarang belum juga diserahterimakan. (Hel/y)

Comments are closed.