unita
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Pemberdayaan Sektor Pariwisata Dalam Meningkatkan Devisa, Bagaimana dengan Danau Toba?

Posted in Opini by Redaksi on Januari 18th, 2010

Oleh HD Melva Sitanggang/Togu Harlen Lbn Raja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN PARIWISATA
Dalam pemberdayaan sektor pariwisata memang banyak faktor yang berpengaruh, namun disini dapat dijelaskan sebagian dari banyak faktor yaitu:
1. Faktor Budaya
2. Faktor Komunikasi
3. Faktor Pengetahuan
4. Faktor Motivasi
5. Faktor Penunjang
Ad.1. Faktor Budaya
Menurut Prof Soedjito S, SH,MA (1987) dijelaskan bahwa Kebudayaan (culture) adalah pola-pola tingkah laku dan hasil tingkah laku manusia yang menjadi milik dari suatu masyarakat karena adanya suatu social heritage.
Pulau Bali menjadi tujuan wisata mancanegara bukan hanya disebabkan oleh keindahan pantai Bali, namun juga disebabkan oleh budaya Bali.
Keramahtamahan dan pola-pola prilaku orang Bali yang menjadi kesan bagi wisatawan untuk datang kembali ke Bali karena mereka merasa dihargai dan dilayani dengan baik.
Ad.2. Faktor Komunikasi
Menurut Larry (2003) menjelaskan bahwa kata komunikasi adalah adanya proses pembicaraan dua orang atau lebih yang saling mengerti.
Selanjutnya Joseph A Devito (2001:14) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.
Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa komunikasi memberikan arti dalam pesan yang diterima oleh orang lain sehingga dia dapat memahami pesan dan terkesan dengan hal itu.
Ad.3 Faktor Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo mengatakan bahwa pengetahuan adalah hasil tahu setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.
Pengetahuan tentang objek pariwisata merupakan sebuah kelemahan yang paling utama dimana masih rendahnya pengetahuan orang tentang adanya objek pariwisata.
Ad.4 Faktor Motivasi
Dessler (1994) menjelaskan bahwa motivasi adalah sebuah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berhubungan dengan lingkungan dimana dia tinggal.
Motivasi individu sangat diharapkan untuk dapat membangkitkan dirinya dan mengarahkan serta memelihara prilaku sehingga orang yang berada pada lingkungannya dapat terpengaruh dan merasa senang untuk tinggal dilingkungannya.
Ad.5 Faktor Penunjang
Faktor penunjang yaitu sarana dan prasarana sangat penting bagi sebuah daerah wisata karena akan mempermudah para wisatawan untuk berkunjung dan berwisata pada sebuah objek pariwisata.
Disamping faktor yang kelima ini masih banyak lagi faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pemberdayaan pariwisata namun penulis hanya memberikan 5 faktor dari sekian banyak faktor lain.
BAGAIMANA DENGAN DANAU TOBA?
Danau Toba adalah reservoir air tawar terbesar di Asia Tenggara dan sebagai pegunungan tropis di dunia dengan luas permukaan mencapai 1.100 km dengan kedalaman maksimum sekitar 450 meter, terletak di puncak vulkanik tua pada ketinggian 905 meter di atas permukaan air laut (Sinamo, 1999, dan Whitten, dkk, 2001).
Posisi geografis Danau Toba yang unik ini menyimpan berbagai potensi ekonomis yang menjadi sumber kehidupan masyarakat luas, terutama sumber air tawar yang melimpah dan hutan tropis yang lebat.
Berdasarkan Kacamata estetika bahwa daya tarik Danau Toba yang paling terkenal adalah keindahan alamnya yang telah diakui dunia dimana hampir semua penjuru pemandangan Danau Toba memiliki daya pukau yang membuat orang seperti tersihir dengan kekaguman menikmati ciptaan Tuhan Yang Agung tersebut (Bappedaldau-ITB, 2001).
Seharusnya dengan kekayaan alam Danau Toba jika dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat yang berada di sekitarnya, namun sudah ratusan tahun keberadaan Danau Toba kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya masih berada pada masyarakat miskin.
Kita khawatir pada satu ketika Tuhan Sang Pencipta akan marah kepada kita bahwa kita tidak dapat memberdayakan ciptaanNya itu dan kita malah merusak keindahan alam Danau Toba.
SOLUSI YANG DAPAT DITAWARKAN
Sangat disayangkan bahwa suatu ketika Danau Toba akan mengalami degradasi lingkungan yang akan merugikan masyarakat kita dan Republik Indonesia dimana dunia akan mengecam Republik Indonesia karena tidak pandai mensyukuri anugrah Tuhan dan memelihara ciptaan Tuhan.
Tidak ada kata terlambat, maka hendaknya pemerintah dapat mengambil kebijakan bagaimana caranya memelihara, memberdayakan potensi Danau Toba yang berakibat terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Danau Toba merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga pemerintah harus konsisten menjaga kelestariannya karena akan merugikan diri sendiri.
Pada periode 1996-2002 ternyata sektor pariwisata telah menduduki peringkat kedua dalam peningkatan devisa Negara setelah devisa minyak bumi dan gas.
Melalui tulisan ini ada beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada pemerintah yaitu:
1. Koordinasi antara pemerintah pusat, Pempropsu dan pemerintah kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba agar bekerja sama dalam pemberdayaan kawasan Danau Toba.
2. Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau Toba
3. Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar menghormati dan melayani tamu yang datang dan jangan mengambil kesempatan sesaat.
4.Membentuk sebuah Badan Otorisasi dalam pengelolaan dan pemberdayaan Danau Toba seperti: Otorita Asahan dan Otorita Batam.
5. Konsistensi terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberdayaan sektor pariwisata agar dilaksanakan dengan baik.
Masih banyak lagi solusi yang dapat ditawarkan dalam rangka pemberdayaan Danau Toba dan kita harapkan pemerintah secepatnya mengambil kebijakan dalam memelihara dan memberdayakan Danau Toba.
Mari kita lestarikan kawasan Danau Toba agar menjadi daerah tujuan wisata dunia. (Penulis I adalah Doktor Lingkungan Universitas Negeri Jakarta dan Penulis II adalah Doktor Manajemen Universitas Padjadjaran Bandung/c)

Comments are closed.