usxii
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Atlet China Harapan Asia di Australia Terbuka

Posted in Olah Raga by Redaksi on Januari 14th, 2010

Melbourne (SIB)
Harapan Asia untuk berkiprah di turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka, akan bertumpu kepada duo China, yaitu Li Na dan Zheng Jie, sementara petenis veteran Jepang Kimiko Date diharapkan akan menjadi kuda hitam.
Menjelang Australia Terbuka, terdapat sembilan petenis putri Asia yang bertengger di 100 besar dunia, lebih banyak dari 99 petenis dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara di bagian putra, hanya satu petenis, yaitu Lu Yen-Hsun dari Taiwan yang berada di peringkat 100 besar.
Kali ini, Li dan Zheng kembali akan menjadi harapan Asia untuk melangkah lebih jauh di turnamen grand slam awal tahun itu.
Li pernah mencapai peringkat tertinggi, yaitu peringkat 17, sementara Zhang melorot ke peringkat ke-35 setelah melepaskan diri dari sistem olah raga China untuk mengatur diri sendiri.
Petenis Asia lain yang juga diharapkan bisa memberikan kejutan adalah Peng Shuai yang juga berasal dari China (peringkat 46), Sania Mirza dari India (56) dan Kimiko Date Krum, petenis veteran berusia asal Jepang berusia 39 tahun yang berada di peringkat 64.
Date Krum, yang pernah bertengger di peringkat empat dunia, sejak tahun lalu memutuskan untuk “comeback” setelah sempat menggantung raket lebih dari sepuluh tahun.
Ia ternyata masih mampu bersaing dan memperlihatkan kemampuannya dengan mengalahkan dua petenis yang berada di 20 besar dunia, yaitu Virginie Razzano dan Nadia Petrova.
Petenis putri Asia lain yang langsung tampil di babak utama Australia Terbuka adalah petenis Jepang Ayumi Morita (91), dua petenis Taiwan Chang Yung-jan (85) dan Chang Kai-Chen (94).
Sementara petenis veteran Thailand Tamarine Tanasugarn, menempati peringkat 99.
Publik Melbourne tahun ini tidak akan melihat lagi penampilan Ai Sugiyama yang tahun lalu memutuskan mundur setelah tampil 15 kali secara beruntun.
Li menjadi pemain penerus generasi Ai Sugiyama dari Asia dan saat ini tampil sebagai petenis putri terbaik Asia setelah memperlihatkan penampilan yang cukup konsisten tahun lalu.
Ia pernah mencapai babak keempat turnamen Perancis Terbuka dan untuk kedua kalinya lolos ke babak perempat-final AS Terbuka.
Meski kemudian langsung tersingkir di turnamen ASB Classic di Auckland, Li kemudian berhasil bangkit lagi di Sydney Internasional melalui kemenangan mengesankan atas Caroline Wozniacki, peringkat empat dunia dan juga finalis AS Terbuka Terbuka 2009.
Sementara Zheng, telah merebut tiga gelar juara di nomor tunggal putri dan 11 gelar di ganda, termasuk gelar juara di Australia Terbuka 2006 dan Wimbledon.
“Saya kira, masyarakat bisa melihat kemajuan peringkat kami dalam beberapa tahun terakhir,” kata Zheng saat mengikuti turnamen pemanasan di Hong Hong minggu lalu.
“Masyarakat bisa melihat lebih banyak petenis China di ajang tenis dunia. Saya kira nanti akan ada petenis China yang berada di sepuluh besar dunia,” kata Zheng.
Sania Mirza, yang merebut gelar juara ganda campuran bersama Mahesh Bhupathi tahun lalu, mengatakan bahwa fokusnya tahun adalah untuk tampil lebih bugar dan terhindar dari cedera.
“Tidak mudah untuk menjuarai nomor tunggal turnamen Grand Slam. Target saya tahun ini adalah menjaga kondisi agar siap tampil di banyak turnamen,” katanya.
Berbeda dengan kelompok putri, Asia hampir tidak memiliki peluang sama sekali di kelompok putra dan kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kei Nishikori, petenis Jepang yang semula diharapkan sebagai wakil terbaik Asia, peringkatnya makin melorot ke posisi 417 dunia akibat didera cedera siku dan Selasa (12/1) memutuskan untuk mengundurkan diri dari babak kualifikasi.
Dengan mundurnya Nishikori, Asia hanya akan berharap kepada petenis Taiwan Lu Yen-Hsun yang tahun lalu membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan sepuluh David Nalbandian. (Ant/AFP/o)

Comments are closed.