Jakarta (SIB)
Politisi asal Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kali ini Ruhut memasang badan untuk membela Wakil Presiden Boediono yang kini tengah digoyang isu skandal Century.
“Kalau ada yang mau menurunkan foto Boediono, langkahi dulu mayat saya,” ujar Ruhut ketika menggelar audiensi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di ruang Pansus Angket Century DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/12).
Pria yang dikenal dengan sebutan Bang Poltak ini kesal dengan pernyataan KAMMI dan HMI yang ingin agar Boediono dan Sri Mulyono dinonaktifkan.
“Kalian dari tadi tidak bicara hukum. Capek kuping saya dengar. Dasarnya apa kalau mau menurunkan Boediono dan Sri Mulyani? Saya ini pakar hukum tata negara,” ucapnya.
Ruhut juga meminta agar mahasiwa tidak lagi membakar foto Presiden SBY, Boedino dan Sri Mulyani di daerah-daerah. “Jangan lagi kau beri taring di gigi-gigi Boediono. Mereka itu aset. Kalau ingin turunkan, tunjukkan dasar hukumnya,” ujarnya.
Tidak hanya mahasiswa, Tim 9 Pansus Century juga menjadi sasaran kritik Ruhut. Dengan nada berapi-api, Ruhut menagih janji dari Tim 9 yang ketika awal di-bentuknya Pansus sangat berapi-api.
“Mereka itu semua ke mana? Mana Andi Rahmat? Mana Ara (Maruarar Sirait)? Mungkin saat ini mereka sedang berlibur ke luar negeri,” tandasnya.
Tidak berapa lama, Ruhut pun langsung keluar gedung. “Mau ke gereja,” katanya.(Detikcom)

Print This Post
Share on Facebook

