
PENYALAAN LILIN: Bishop GKPI Pdt Dr MSE Simorangkir sedang menyalakan lilin pada perayaan Natal Kantor Pusat GKPI di P Siantar, Rabu (16/12) disaksikan Sekjen GKPI Pdt M Simamora STh, Pdt B Manalu, Pdt T Simanjuntak dan F Br Sitorus. (Foto SIB/Pariaman Pakpahan)
P Siantar (SIB)
Perayaan Natal keluarga besar kantor Pusat GKPI (Gereka Kristen Protestan Indonesia) yang dilaksanakan, Rabu (16/12) di Aula Kantor Pusat GKPI, Jalan Kapten MH Sitorus P Siantar berlangsung sangat sederhana tapi khidmat dan hanya dihadiri Pimpinan Pusat GKPI, Ka Biro I dan II GKPI, para pendeta/pegawai pensiun, pegawai kantor pusat GKPI pimpinan dan anak-anak Panti Asuhan PA Mamre GKPI.
Perayaan Natal dengan tema “Sehati sepikirlah kamu dan hiduplah dalam damai sejahtera” (2 Korintus 13,11) dan sub tema “Dengan perayaan Natal ini, hidup dan kinerja semakin berkualitas dalam kasih, persaudaraan dan perdamaian”. Hadir antara lain Bishop GKPI Pdt Dr MSE Simorangkir/istri, Sekjen GKPI Pdt M Simamora STh/istri, Ka Biro I Pdt T Simanjuntak STh/istri, Ka Biro II Pdt S Simanjuntak STh (urusan perempuan GKPI), para pendeta/pegawai yang sudah pensiun, pegawai kantor pusat GKPI, Pdt GOP Manurung/istri (mantan Bishop GKPI) dan anak-anak PA Mamre GKPI.
Perayaan Natal ditandai dengan penyalaan lilin oleh Bishop dan Sekjen GKPI, Pdt Dr MSE Simorangkir dan Pdt M Simamora STh, Pdt T Simanjuntak STh (ketua panitia), Pdt B Manalu (pengkhotbah), F Br Sitorus mewaliki lembaga/pegawai, F Manalu mewakili undangan serta mewakili anak-anak. Di akhir acara Bishop dan Sekjen GKPI Pdt Dr MSE Simorangkir dan Pdt M Simamora STh menyerahkan bingkisan Natal kepada para pendeta/pegawai yang sudah pensiun.
Acara perayaan Natal yang diawali ibadah dengan pengkhotbah Pdt B Manalu, doa syafaat oleh Pdt S Simanjuntak STh (Ka Biro II GKPI), lagu lagu pujian, liturgi, puisi, koor PA Mamre GKPI dan Kantor Pusat GKPI. Koor yang dikumandangkan pegawai kantor pusat GKPI antara lain turut bernyanyi Sekjen GKPI Pdt M Simanjuntak STh/istri, Ka Biro I GKPI, Pdt T Simanjuntak STh/istri dan Ka Biro II GKPI Pdt S Simanjuntak STh/istri.
Pdt B Manalu (Pendeta Resort GKPI Martoba P Siantar) dalam khotbahnya mengatakan bahwa hidup kita adalah untuk Tuhan, sebab hidup kita adalah milik Tuhan. Karenanya kita harus mampu mewujudkan damai sejahtera, sebab tidak mungkin terwujud damai sejahtera kalau kita mau memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Tegasnya, damai sejahtera akan bisa terwujud kalau tidak ada perkelahian, kata Pdt B Manalu.
Sementara Ka Biro II gkpi Pdt S Simanjuntak STh dalam doa syafaat menyampaikan bahwa jabatan polisi, jaksa dan hakim sesuai denan iman Kristiani berasal dari Tuhan, maka mereka harus takut akan Tuhan. Karenanya para terdakwa pejuang-pejuang Protap (Propinsi Tapanuli) yang sedang menghadapi proses hukum sekarang ini diharapkan/dihimbau kiranya para oknum polisi, jaksa dan hakim menegakkan keadilan dan kebenaran terhadap pejuang-pejuang Protap.
Sekaligus turut mendoakan kiranya instansi yang terkait dengan perjuangan pembentukan Protap kiranya dapat menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Tapanuli yang mendambakan terwujudnya Protap dengan harapan jangan menunda atau “menolak” kerinduan masyarakat Tapanuli tersebut. Sebab, tujuan perjuangan masyarakat dalam pembentukan Protap adalah murni untuk pemerataan pembanguann dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Pdt S Simanjuntak STh bahwa pembentukan Protap merupakan pintu masuk orang/masyarakat untuk memajukan daerah-daerah di Pantai Barat Sumut (Tapanuli) yang masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan kemajuan daerah-daerah di Pantai Timur Sumut. Masyarakat Tapanuli sudah menginginkan/mendambakan Tapanuli menjadi satu propinsi yang baru. Artinya masyarakat Tapanuli sudah sangat merindukan Tapanuli menjadi satu propinsi baru demi menghapuskan sebutan Tapanuli merupakan “peta kemiskinan”. (S1/u)


Share on Facebook
