Bangkok (SIB)
Otoritas Thailand hari Selasa (14/12) mulai memfokuskan diri menyelidiki 35 ton senjata yang berusaha diseludupkan melalui pesawat kargo yang sebelumnya sudah dimuat di Korea Utara. Lebih dari 100 polisi dan militer dilibatkan memeriksa 145 kotak dan peti yang belum dimuat dari pesawat kargo Ilyushin ll-76 yang disita pekan lalu saat mengisi bahan bakar di Bangkok.
Kolonel (Pol) Supisarn Bhakdinarinath, ketua tim penyidik polisi, mengatakan hasil dari pemeriksaan itu baru akan diumumkan dalam beberapa hari. Dari penyitaan itu ditemukan bahan peledak, peluncur granat, komponen untuk rudal permukaan ke udara dan persenjataan lainnya, yang semuanya dipindahkan dengan penjagaan ketat ke pangkalan Angkatan Udara dekat provinsi Nakhon Sawan. Hal ini berbeda dengan data dalam manifes di mana pesawat pesawat hanya membawa komponen pertambangan minyak dengan tujuan Sri Lanka.
“Pemeriksaan kami adalah mengidentifikasi secara detail senjata-senjata yang kami temukan untuk menentukan jenis senjata-senjata itu, sumber produksinya, seberapa bahaya snejata itu kepada masyarakat dan hukum yang akan diterapkan untuk mengirimnya,” jelas Supisarn seperti dilansir Associated Press.
Empat warga Kazakhstan dan seorang warga Belarusia yang merupakan awak pesawat, ditahan atas tuduhan penjualan senjata ilegal dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara. Namun kelima awak pesawat tersebut membela diri dengan mengaku tidak mengetahui isi pesawat. Pengadilan menolak membebaskan mereka dengan jaminan dan memerintahkan perpanjangan masa penahanan para terdakwa selama 12 hari.
Kelimanya kini ditahan di penjara penjagaan ketat Klong Prem di Bangkok, tempat ditahannya tersangka dealer senjata asal Rusia Viktor Bout atas dugaan menyuplai senjata untuk para diktator dan panglima perang di seluruh dunia. AS berusaha meminta Thailand mengekstradisi Bout yang pernah ditahan pada Maret 2008.
Menurut pengacara awak berkebangsaan Thailand, pesawat itu terdaftar atas nama Air West, perusahan pesawat transportasi di Georgia.Pesawat itu awalnya terdaftar di bawah nama perusahaan Beibars yang memiliki kaitan dengan penyeludup snejata asal Serbia, Tonislav Damnjanovic, dan sebelumnya terdaftar di tiga perusahaan yang diidentifikasi Departermen Keuangan AS sebagai perusahaan yang dikuasai Bout.
Griffiths mengatakan pemilik lama pesawat itu dimasukkan PBB kedalam dokumen sebagai penyeludup senjata ke Liberia, Sierra Lione, Republik Demokratik Kongo, Somalia, Sudan dan Chad. Dia mengatakan pesawat itu juga digunakan untuk mengirim senjata dari Balkans ke Burundi pada Oktober.
Sejak itu, pesawat itu terus berganti kepemilikan. Para pejabat di Kazakhstan dan Georgia kemarin mengatakan pesawat Air West baru-baru ini disewakan kepada SP Trading Ltd yang beroperasi diluar Selandia Baru, kata jubir Kemenlu Kazakhstan Ilyas Omarov.
Para pengamat militer memperkirakan senjata-senjata itu akan dikirim ke kelompok-kelompok pemberontak di benua Afrika atau rejim-rejim seperti Myanmar. Jubir pemerintah Thailand Panitan Wattanayagorn mengatakan pihak berwenang juga menyelidiki kemungkinan tujuan pesawat itu ke Timur Tengah, walau tujuan awal pesawat itu menuju Sri Lanka.
AS yang mengkhawatirkan Pyongyang menjual senjata dan teknologi nuklir ke Timur Tengah, dilaporkan memberikan informasi kepada pihak berwenang atas isi dari pesawat tersebut. Korea Utara telah terpukul dengan sanksi baru PBB untuk menghukumnya karena uji coba nuklirnya Mei. Sanksi itu juga dimaksudkan untuk memotong penjualan senjatanya, ekspor penting yang diperkirakan menghasilkan bagi negara miskin itu sebanyak lebih dari satu miliar dolar setahun.
Penjualan senjata terbesar Korea Utara datang dari rudal balistik, dengan Iran dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya sebagai pelanggan, menurut pejabat AS. Pemerintah Thailand tidak mengatakan apa tipe senjata yang ditemukan dalam pesawat itu.
Sanksi PBB dan penghentian bantuan dari Korea Selatan telah menimbulkan pukulan besar pada Utara yang memiliki GDP kira-kira 17 miliar dolar, dan mungkin memaksanya untuk kembali ke pembicaraan pelucutan senjata nuklir dengan harapan memperoleh bantuan, kata beberapa pengamat.
14 PENGUNGSI KORUT DITAHAN
Empatbelas pengungsi Korea Utara, termasuk seorang anak laki-laki yang berusia enam tahun, ditangkap di Thailand utara, Senin, dan dituduh memasuki negara itu secara ilegal, kata polisi. Kelompok itu, yang terdiri dari lima pria, delapan wanita dan seorang anak, ditangkap di kota Phayao ketika sedang dalam perjalanan dengan bis dari provinsi wilayah utara Chiang Rai menuju Bangkok, kata Letnan Kolonel Polisi Chayanond Ounkaew kepada AFP.
Mereka diinterogasi oleh polisi sebelum dituduh memasuki negara itu secara ilegal, katanya. Semakin banyak orang Korea Utara meninggalkan negara mereka, antara lain karena kekurangan makanan yang terus berlangsung. Para pengungsi Korea Utara yang meninggalkan negara mereka berusaha menyeberang ke China namun mereka berisiko dipulangkan secara paksa jika tertangkap di negara itu, maka mereka seringkali pergi ke Asia Tenggara dengan harapan pada akhirnya bisa ditampung di Korea Selatan atau negara Barat. (Ant/AFP/AP/WH/m)

Print This Post
Share on Facebook

