Surya Tour
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Aksi 9 Desember, Menko Polhukam: Tak Ada Siaga I Tapi TNI Siaga di Tempat

Posted in Berita Utama by Redaksi on Desember 8th, 2009

Jakarta (SIB)
Pengamanan untuk aksi 9 Desember dinilai tidak memerlukan status siaga satu. Polri tetap akan bekerja seperti biasa. Namun TNI siaga di tempat.
“Tidak ada siaga satu. Polisi kerja biasa saja. Tidak ada spesial. Tapi kewaspadaan petugas ditingkatkan. TNI disiagakan di tempatnya,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto usai rapat tertutup di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (7/12).
Sementara itu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengatakan, pihaknya akan memberi ruang untuk menyatakan pendapat asal sesuai dengan norma-norma yang ada.
“Intinya menyampaikan aspirasi silakan saja. Kita akan jaga itu agar tetap sesuai dengan tujuan awalnya,” tegasnya.
Menko Polhukam Berharap Tidak Ada Apa-Apa
Aksi Hari Antikorupsi Sedunia akan digelar serentak di 33 provinsi pada 9 Desember 2009. Menko Polhukam Marsekal Purn Djoko Suyanto berharap tidak akan terjadi apa-apa dalam aksi itu.
“Terkait dengan aksi akan menggoyang pemerintah, saya rasa kawan-kawan wartawan bisa menilainya sendiri. Tentu kita berharap tidak akan ada apa-apa. Itu yang kita inginkan semua,” kata Djoko.
Hal ini disampaikan dia usai rapat tertutup di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (8/12).
Menurut dia, pernyataan Presiden SBY terkait gerakan 9 Desember hanya untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Karena akan ada pengerahan massa yang cukup besar, bukan indikasi (mengguncang pemerintahan SBY). Tetapi hanya mengingatkan saja,” ujar dia.
Ada jaminan aksi tersebut bakal aman? “Jaminan itu datangnya dari Allah. Tetapi kita berharap besok tidak akan ada apa-apa. Dan memang tidak akan ada apa-apa,” kata eks Panglima TNI ini.
Djoko mengatakan, rapat Polhukam hari ini membahas program 100 hari kerja. Rapat juga membahas Pilkada yang akan dilaksanakan pada 2010 dan menindaklanjuti kerjasama RI dan Timor Leste.
“Jadi tidak hanya membahas soal unjuk rasa besok. Tetapi yang lebih penting membahas itu (Program 100 hari kerja),” kata Djoko.
Kepala BIN: Waspada! Koruptor Tunggangi Aksi 9 Desember
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Purn Sutanto mengimbau semua pihak waspada agar aksi Hari Antikorupsi Sedunia tidak ditunggangi koruptor.
“Kegiatan tanggal 9 Desember besok harus kita waspadai. Jangan sampai tujuan yang bagus ini disusupi pihak-pihak lain. Hal ini supaya diwaspadai betul-betul,” kata Sutanto.
Hal ini disampaikan dia usai Rakorpolkam di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (8/12).
Menurut dia, para penunggangnya kemungkinan orang-orang yang tidak sepakat dengan pemberantasan korupsi. “Penunggangnya ya mungkin para koruptor,” ujar eks Kapolri ini.
Kalau partai politik? “Saya kira tidak ada,” sahut dia.
Dikatakan dia, pemerintah ingin rakyat bisa menyampaikan pendapatnya. “Dan perlu diingat pemberantasan korupsi kita saat ini meningkat. Kondisi ekonomi kita juga sedang membaik. Jangan sampai hal ini nanti dirusak oleh tindakan-tindakan yang mengarah pada perbuatan yang tidak jelas,” papar Sutanto.
Sutanto menambahkan pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan. “Dan saya harap, rekan-rekan media tidak memperkeruh dan jangan membesar-besarkan hal ini. Mudah-mudahan aksi tanggal 9 Desember berjalan lancar dan baik-baik saja,” kata Sutanto. (detikcom/q)

Comments are closed.