Pematangsiantar (SIB)
Pimpinan gereja di P Siantar menilai kalau benar aparat kejaksaan yang dikawal pihak kepolisian membawa terdakwa demo Protap (Propinsi Tapanuli), Ir GM Chandra Panggabean dalam kondisi tidak sehat dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan ke Pengadilan Negeri Medan (PN) untuk disidangkan, Senin (30/11) juga hanya memakai celana pendek dan kaos oblong bahkan diseret-seret dan kepalanya dipukul dinilai merupakan tindakan yang tidak manusiawi, sangat kejam dan bertentangan dengan HAM (Hak Azasi Manusia).
Demikian Bishop HKIP (Huria Kristen Indonesia Protestan), Pdt M Simanjuntak dan Wakil Ketua GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) Sumut-NAD Pdt B Manurung di P Siantar, Selasa (1/12) menanggapi pemberitaan SIB, Selasa (1/12) berjudul “Dalam kondisi tidak sehat, terdakwa demo Protap, Ir GM Chandra Panggabean dibawa paksa ke pengadilan”.
Walaupun terdakwa demo Protap Ir GM Chandra Panggabean memperoleh penderitaan, namun sebagai orang percaya (orang Kristen) harus tetap tabah dan kuat menghadapi segala cobaan. Sebab, firman Tuhan berkata, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah pada barang siapa yang mengasihi Dia”. Sebab, Tuhan adalah hakim segenap bumi, yang akan menghakimi segala manusia termasuk hakim.
Karena itu, tambah Bishop HKIP Pdt M Simanjuntak dan Wakil Ketua GPdI Sumut-NAD, Pdt B Manurung sebagai pimpinan gereja-pendeta turut mendoakan secara khusus kepada Ir GM Chandra Panggabean dan para tersangka demo Protap lainnya agar tetap mendapat perlindungan dari Tuhan, tetap kuat, tabah menerima segala cobaan dan penderitaan. Sebab, Tuhan pasti akan menolong setiap orang yang memberikan pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak.
Karena, perjuangan masyarakat Tapanuli untuk mewujudkan pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak dan pemerataan pembangunan sebab daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera Utara jauh lebih maju dan berkembang dari daerah-daerah yang berada di Pantai Barat Sumut. Tegasnya, masyarakat Tapanuli tidak ingin tetap miskin tapi ingin daerahnya maju karena itu sudah bertekad untuk berjuang mewujudkan Protap, demi menghilangkan kemiskinan di Tapanuli secara bertahap, tegas Pdt M Simanjuntak dan Pdt B Manurung. (S1/m)

Print This Post
Share on Facebook

