unita
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Jangan Rusak Terumbu Karang Indonesia Berusia 450 Juta Tahun, Bermarkas 253 Jenis Ikan Hias

Posted in Pariwisata by Redaksi on November 29th, 2009

Indonesia memiliki 17.480 pulau dengan panjang pantai 95.181 km2 menyimpan kekayaan dengan potensi ekonomi 149,94 miliar dolar AS dalam setahun. Potensi ekonomi itu mencakup perikanan senilai 31,94 miliar dolar AS, wilayah pesisir lestari 56 miliar dolar AS, bioteknologi laut total 40 miliar dolar AS, wisata bahari 2 miliar dolar AS, minyak bumi 6,64 miliar dolar AS dan transportasi laut sebesar 20 miliar dolar AS.
Data tersebut belum valid karena di kedalaman laut Nusantara masih banyak potensi ekonomi yang dapat dimaksimalkan. Misalnya dari terumbu karang di mana Indonesia dikenal sebagai pusat distribusi terumbu karang di Indo-Pasifik. Di wilayah yang dinamakan Amazon of The Seas —bersama Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Salomon dan Timor Leste dengan total 75 ribu km2 berisi 500 spesies terumbu karang dan sekitar 3000 spesies ikan— Indonesia mempunyai areal terumbu karang seluas 60.000 km2 lebih. Tercatat kurang lebih 354 jenis karang yang termasuk ke dalam 75 spesifikasi.
Awam memprediksi terumbu karang adalah komunitas yang berdiri sendiri yang cuma ada di dasar samudera, tak berkait dengan laut secara keseluruhan. Padahal, terumbu karang adalah bagian dari eksosistem penting dunia. Di daerah pesisir hingga hutan bakau, di laut rendah pun samudera dalam hingga padang lamun, terumbu karang adalah kesatuan tak terpisahkan dari alam semesta. Seperti manusia, terumbu karang adalah bagian dari organ tubuh.
Yang di pantai, terumbu karang berperan penting melindungi pantai dari ancaman abrasi dan erosi serta tempat pemijahan bagi hewan-hewan penghuni laut lainnya. Terumbu karang juga merupakan rumah bagi banyak mahkluk hidup laut.
Di laut Indonesia diprediksi tersimpan lebih dari 3.000 spesies terumbu karang yang mengandung hewan vertebrata. Terumbu karang di Indonesia jadi rumah ikan langka seperti ikan kepe-kepe dan betol yang berumah di terumbu karang, ikan hiu atau ikan kuwe memanfaatkan terumbu karang untuk mencari makan. Udang lobster, ikan scorpion dan beberapa jenis ikan karang menjadikan terumbu karang sebagai tempat bersarang dan memijah.
Keindahan terumbu karang dengan simbiosis mutualismenya, satu pandangan eksotik. Cici B Stein, istri mantan Konsul Jenderal AS di Medan (yang kini bertugas di Hong Kong) melukiskan keindahan terumbu karang di laut Indonesia tak sekadar luar biasa tapi memberi kedamaian batin bagi penikmatnya. Cici Stein melukiskan itu setelah membandingkannya dengan terumbu karang di perairan lain di dunia yang diakrabinya. Satu laut di atas Pulau Pulau Batu, Nias Selatan, ada kesatuan terumbu karang yang yang bersinar jika kena blitz. Ketika hendak disentuh, terumbu karang itu mengerut hingga seperti tak berbentuk. “Tidak tahu jenis terumbu karangnya, tapi luar biasa indah. Tak terlukiskan,” ujar Cici Stein. Terumbu karang itulah mungkin berusia ratusan juta tahun.
Terumbu karang Indonesia spesifik, beda dengan terumbu karang di tempat lain, meskipun masih di area segitiga terumbu karang yang dibahas saat Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009. Keeksotikan itu karena geografis Indonesia, berada di lintasan perairan dan pusaran samudera.
Matahari yang relatif stabil sepanjang tahun menjadikan ekosistem terumbu karang — umumnya di perairan yang relatif dangkal dan jernih bersuhu hangat kisaran atau lebih dari 220 Celcius dan memiliki kadar karbonat yang tinggi jernih— karena cahaya matahari dapat menembus hingga dasar perairan menjadi keindahan istimewa. Sinar matahari diperlukan untuk proses fotosintesis dan kadar kapur yang tinggi diperlukan untuk membentuk kerangka hewan penyusun karang dan biota lainnya. Selain itu, terumbu karang di Nusantara terbentuk sejak 450 juta tahun lalu. Terumbu karang di tempat lain memang ada sejak jutaan tahun lalu, tapi karena struktur lautnya labil berempat musim, cenderung merusak terumbu karang secara alami.
Terumbu karang adalah ekosistem yang amat peka dan sensitif. Contohnya, bila diambil sebuah saja, langsung rusaklah keutuhannya karena kehidupannya dibentuk dan terbentuk oleh hubungan saling ketergantungan. Ekosistem terumbu karang yang bervariasi tumbuhnya di wilayah tropis seperti Indonesia, sangat kompleks dan produktif dengan keanekaragaman jenis biota yang amat tinggi.
Keeksotikan tersebut ada di hampir seluruh laut Indonesia, mulai Sabang di ujung barat Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Irian Jaya. Tetapi, dikarenakan ketidaktahuan dan didorong faktor ekonomi menjanjikan, keistimewaan terumbu karang Indonesia, rusak. Nelayan tradisional ingin menangkap ikan lebih banyak, membom terumbu karang. Kolektor menangkap ikan hias dengan merusak terumbu karang. Usahawan bermodal besar, menghalalkan praktik illegal fishing dan illegal coral menghancurkan terumbu karang. Orang kaya mendirikan rumah, kaum borju membangun imperium, penguasa mendirikan menara … dan lain sebagainya menggunakan kaca berlebihan yang berefek pada peningkatan panas bumi membuat pertumbuhan terumbu karang stagnan bahkan minus. Kelompok egois berpraktik illegal loging menambah panas bumi.
Praktik yang insinergis itu secara langsung menumbuhkan berlipatnya karbon dioksida di atmosfer. Karbon tersebut kemudian diserap samudra akan menjadi lebih asam, yang secara serius merusak amat cepat banyak biota laut, mulai dari terumbu karang hingga kumpulan plankton, dari udang besar hingga rumput laut.
Menurut laporan Global Coral Reef Monitoring Network yang disiarkan di Poznan, Polandia, Rabu (10/12-2008), bila kondisi tersebut dibiarkan, 20 – 40 tahun ke depan, terumbu karang akan punah. Muaranya, kehidupan dalam ekosistem, timpang yagn membuat lima ratus juta manusia yang kehidupannya bergantung pada terumbu karang, terganggu dan harus mencari lahan baru. (Oki Lenore/y)

Comments are closed.