Surya Tour
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Impor Garam RI Terus Melonjak Gara-Gara Lahan Tidur

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on November 26th, 2009

Jakarta (SIB)
Meningkatnya impor garam Indonesia setiap tahunnya tidak terlepas dari buruknya kondisi sentra-sentra industri garam lokal. Dari potensi puluhan ribu hektar lahan pengembangan garam di Indonesia terdapat 17.000-18.000 hektar lahan tidur alias tak difungsikan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakop) Tanu Wikodhiono saat dihubungi Rabu (25/11).
Tanu menjelaskan saat ini hanya ada 20.000 hektar lahan garam yang produktif, sedangkan sebanyak 18.000 hektar menganggur alias menjadi lahan tidur. Padahal jika itu dioptimalkan menjadi produktif, impor garam Indonesia bisa ditekan.
Berdasarkan perhitungan pelaku industri garam, kebutuhan garam industri per tahunnya sekitar 1,6 juta ton. Untuk garam konsumsi sebanyak 1,4 juta ton dimana yang bisa dipenuhi oleh dalam negeri hanya 1,2 juta ton artinya ada sekitar 200.000 ton garam konsumsi yang harus diimpor dengan total impor garam mencapai 1,8 juta ton.
“Total lahan garam yang berfungsi 20-21.000 hektar tapi yang lahan tidur 17-18.000 hektar. Nah kalau bisa difungsikan dengan rata-rata 100 ton/tahun/hektar bisa menambah produksi nasional untuk konsumsi 1,8 juta ton,” katanya.
Selama ini, lanjut Tanu, untuk garam konsumsi dari kebutuhan 1,4 juta ton biasa digunakan untuk makanan rumah tangga sebanyak 700.000 ton, pembuatan ikan asin 300.000 ton dan 400 ribu ton untuk pakan ternak, industri makanan kecil dan pabrik kulit.
Khusus untuk garam industri, ia perkirakan akan naik terus kebutuhannya hingga 1,7 juta ton pada tahun 2010. Jika tidak segera dipenuhi dari dalam negeri impor garam akan semakin tinggi dan Indonesia bisa menjadi negara importir tetap.
“Sekarang ini semua tergantung kemauan pemerintah untuk dorong peningkatan produksi garam. Diharapkan PT Garam bisa leading,” katanya.
Berdasarkan sumber Sucofindo dan Surveyor Indonesia mengenai impor garam sepanjang Januari-September 2009, total nilai impor garam Indonesia mencapai US$ 70,673 juta dengan volume mencapai 1,823 juta ton. Sedangkan untuk perkiraan kebutuhan garam dalam negeri tahun 2009 termasuk konsumsi dan industri jumlah mecapai 2,888 juta ton. (detikcom/q)

Comments are closed.