Masyarakat Tidak Bisa Dibodoh-bodohi dengan Janji Gombal Para Kandidat
Lubuk Pakam (SIB)
Pilkada Deli Serdang sudah di ambang pintu dan dalam waktu dekat sudah dilaksanakan kampanye. Pilkada, dimana rakyat langsung memilih kepala daerahnya harus diwaspadai dari oknum-oknum yang ingin merusak untuk kepentingan kelompok.
“Masyarakat kini sudah tidak bisa dibodoh-bodohi, “diobok-obok”, diiming-imingi dengan janji-janji,” ujar Ketua Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) Deli Serdang Sabam Sagala saat ditemui SIB di ruang kerjanya, Rabu (8/10) menanggapi semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada.
Masyarakat Deli Serdang yang dikenal religius harus memikirkan siapa yang layak menjadi pemimpinnya 5 tahun mendatang karena dari 9 kandidat yang maju, 1 di antara terbaik harus menjadi pemimpin. Itu semua terletak di tangan masyarakat. Kalau mau maju, pilih pimpinan yang sudah teruji, sudah banyak berbuat, berpihak kepada masyarakat dan layak menjadi pemimpin.
Para pemilih hendaknya juga hati-hati dengan rayuan gombal para kandidat, iming-iming uang, sembako dan janji-janji politik dengan menawarkan KTP gratis dan lainnya tanpa kejelasan yang benar. Untuk apa menerima sejumlah uang atau sembako dari kandidat, kalau 5 tahun ke depan rakyat akan sengsara dengan gaya kepemimpinan yang sudah terlebih dahulu menghambur-hamburkan uang saat kampanye. “Sudah hampir dapat dipastikan, kandidat yang membagi-bagikan uang atau sembako saat pencalonan akan melakukan korupsi untuk mengembalikan “modalnya”,” ujarnya lagi.
Warga hendaknya memilih pimpinan yang sudah memiliki pengalaman. Ibarat naik mobil, sopir yang sudah memiliki SIM lama dengan yang baru. Jangan terpesona dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, namun lihat dulu kelayakan dan lisensinya.
Begitu juga dengan para kandidat, diharapkan tidak memasang baliho yang menyesatkan dan memberikan janji-janji politik yang tidak benar untuk mengelabui masyarakat. Begitu juga SMS (Short Message Sevice) yang menyesatkan dengan memburuk-burukkan calon yang lain.
Ketika ditanyakan dukungannya, Ketua AMIB yang merupakan organ jaringan Partai Demokrat itu menegaskan mendukung pasangan yang sudah teruji dengan banyaknya membangun Deli Serdang mulai dari infrastruktur (jalan dan jembatan), pengairan, kesehatan, SDN di Deli Serdang yang semuanya sudah layak pakai, sudah pasti dukungannya kepada Amri Tambunan.
Saat ini kantong produksi hasil pertanian hampir semuanya bisa dilalui oleh kendaraan sehingga petani tidak akan sulit lagi memasarkan hasil pertaniannya. Pembangunan dalam 2 tahun terakhir sungguh melejit karena sudah 1.500 jalan sudah diaspal dan dikeraskan dengan kepiawaian Amri mengandalkan 3 pilar kekuatan yang dinamai GDSM.
Sudah banyak bupati yang memimpin Deli Serdang, namun Amri yang paling peduli ke masyarakat melalui konsep Cerdas, GDSM. Untuk itu, AMIB juga berencana mengawal program GDSM agar bisa menjadi sampel pembangunan di tingkat nasional. Saat ini banyak pejabat baik itu di birokrat, DPRD yang sudah terkontaminasi dan dibayang-bayangi jerat hukum bahkan sudah ada yang dipenjara. Namun Amri Tambunan masih bersih dari jeratan hukum sehingga masih dicintai rakyatnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Percasi (Persatuan Catur Indonesia) dan KTI (Komisi Tinju Indonesia) Deli Serdang, H Sugeng Sugiarto yang mengajak masyarakat memilih pemimpin yang ahli dan benar. Dalam agama juga disebutkan agar memilih pemimpin yang ahli dan benar sehingga membawa Deli Serdang ke arah kemajuan. Pemimpin yang sudah teruji adalah Amri Tambunan dan bisa dilihat kinerjanya selama ini. Untuk itu diminta agar masyarakat mau mendoakan dan mendukungnya. Diucapkan juga terima kasih kepada para relawan yang sudah mendukungnya selama ini.
Wakil Ketua AMIB Edison Efendi Marpaung SH saat dimintai komentarnya mengatakan faktor Deli Serdang sebagai Buffer Zone (Daerah Penyangga) Kota Medan dan pembangunan Bandara internasional Kuala Namu, membutuhkan figur pimpinan administrator tata praja yang unggul, bersikap motivator, inisiator pembangunan.
Diyakini dalam konteks yang telah terbukti untuk itu adalah Amri Tambunan yang telah meletakkan dasar pembangunan Deli Serdang menuju taraf take off. Kepada seluruh kandidat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan sehingga masyarakat tidak terkotak-kotak akibat agitasi dan propaganda yang menyesatkan. (M-32/x)




Komentar