Polandia Terancam Selenggarakan Euro 2012
Warsaw, Brussels (SIB)
Badan sepak bola Eropa UEFA memperingatkan Polandia Jumat bahwa mereka berisiko dicoret sebagai tuan rumah bersama turnamen Euro 2012 bila mereka gagal membentuk dengan benar asosiasi sepak bola negara mereka hingga Minggu.
“Kesabaran kami ada batasnya dan kami merasa sudah amat dekat dengan batas itu,” kata William Gaillard, penasihat khusus Ketua UEFA Michel Platini, dalam wawancara dengan Reuters.
“Kami berdiri teguh bersama FIFA. Bila asosiasi sepak bola mereka tidak terbentuk dengan benar hingga batas waktu Minggu, maka kami akan mengadakan diskusi serius tentang masa depan mereka sebagai tuan rumah Euro 2012. Kami tidak akan menunggu lagi,” katanya.
“Peraturannya sudah jelas, kami menawarkan Euro 2012 kepada FA, bukan kepada pemerintah. Jadi bila FA tidak dapat posisi benar atau bila mereka sedang dihukum, maka mereka tidak dapat posisi yang benar untuk menjadi tuan rumah turnamen itu,” tambahnya.
FA Polandia (PZPN) sudah bersiap sebagai tuan rumah bersama Kejuaraan Eropa UEFA 2012 bersama tetangganya Ukraina. Minggu lalu, kedua negara itu diberi penangguhan setelah ada laporan yang mengritik lambannya persiapan mereka untuk menjadi tuan rumah.
“Jumat lalu kami beri kesempatan lain bagi Polandia dan Ukraina. Dan kini kami beri lagi kesempatan hingga Minggu. Ini terasa amat mengganggu,” kata Gaillard.
“Kami sudah melakukan segalanya untuk Polandia dan Ukraina. Kami memberi mereka kesempatan dan ini membuat kami tidak gembira,” katanya.
FIFA teguh
Arbitrase Polandia melarang kegiatan dewan PZPN dan menunjuk satu administrator Senin, setelah Menteri Olahraga Miroslaw Drzewiecki menyatakan mosi dengan dewan itu yang dituduh melanggar hukum dalam berbagai kasus.
Badan olahraga sepakbola dunia FIFA, yang statusnya melarang pemerintah campur tangan dalam masalah sepak bola, mengatakan Rabu, Polandia harus membangun kembali kepengurusan PZNP hingga tenggat waktu pukul 1000 GMT pada 6 Oktober dengan risiko mereka dilarang mengikuti dua pertandingan penyisihan Piala Dunia bulan ini.
“Kami berdiri bersama UEFA. Peringatan kami dan tenggat waktu masih tetap berlaku,” kata juru bicara FIFA, Jumat.
Polandia tidak akan kembali ke meja perundingan hingga FIFA menarik “ultimatum” mereka, kata petinggi di Kementerian Olahraga Adam Gieresz seperti dikutip kantor berita PAP setelah diadakan pembicaraan lain yang tidak berujung bersama FA hingga Jumat dini hari.
Poland dijadwalkan berlaga dengan Republik Ceko pada 11 Oktober dan menjajal Slowakia empat hari kemudian di penyisihan Grup 3 Eropa dan tim itu memimpin empat poin dari dua pertandingan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mendukung menteri olahraganya dengan mengatakan, administrator asosiasi harus tetap pada posisi mereka sedangkan administrator Robert Zawlocki mengatakan ia tidak akan mundur.
“Saya akan menolong Menteri Drzewiecki dalam masalah ini,” kata Tusk dalam komentar pertamanya pada publik pada hari kedua pembicaraan isu penting itu.
“Terkadang sikap keras dibutuhkan dan ini ada harganya. Saya yakin Menteri Drzewiecki tidak akan memecat administrator itu,” kata Tusk kepada wartawan.
“Sepak bola Polandia tidak dapat diselesaikan dengan cara pemecatan. Dan apa gunanya kita lolos bila sepakbola Polandia tidak berubah?,” katanya.
Tuduhan korupsi selalu dialamatkan kepada PZPN dan kepalanya, Michal Listkiewicz, namun permintaan pergantian dari menteri olahraga termasuk Drzewiecki, gagal diterapkan kepada mereka. (Ant/Rtr/d)




Komentar