Surya Tour
Print This Post Print This Post

Korban Mutilasi di Bus Mayasari

Posted in Kriminal by Redaksi on Oktober 5th, 2008

Jakarta (SIB)
Potongan-potongan tubuh ditemukan di Bus Mayasari Bakti. Tersimpan di jok belakang di dalam kantong kresek warna merah, identitas korban masih misterius. Tapi mengapa potongan itu ditaruh di bus?
“Itu menunjukan pelaku orang cerdas,” kata kriminolog Adrianus Meliala saat dihubungi lewat telepon, Selasa (30/9).
Adrianus menjabarkan dengan ditaruh di bus, tentu sang pelaku ingin mendapatkan perhatian. Tetapi dengan dia meletakkan di bus, justru pelakunya akan tidak mudah dikenali.
“Di bus, orang itu keluar masuk dan bergerak dengan leluasa sehingga tidak mudah dikenali. Apalagi sebelum ditemukan tidak ada kejadian menghebohkan, jadi orang cenderung tidak ingat. Akan susah polisi mengenali siapa yang meletakkan di bus itu,” jelasnya.
Lebih lanjut dari fakta yang ada menurutnya memang sang pelaku pintar menghilangkan jejak dengan memisahkan bagian primer yang menunjukan korban mudah dikenali yakni sidik jari dan wajah.
“Ya memang, penyidik harus mengekplorasi hal yang terdapat dengan tubuh tersebut kalau tidak bisa dilihat sidik jarinya, dilakukan pengamatan visual. Kalau wajah tidak ada pakai superimpose dilekatkan gambar rekaan wajah dengan badan atau anggota tubuh lain,” jelasnya.
Belum Ada Keluarga yang Mengidentifikasi Korban Mutilasi
Potongan-potongan tubuh korban mutilasi masih tersimpan di RSCM. Otopsi rencananya akan dilakukan lepas lebaran. Tapi walau sejumlah ciri mencolok ada di tubuh korban yakni tato macan di lengan kanan, belum ada satu pun keluarga yang mengaku kehilangan.
“Belum ada yang ke sini. Belum ada yang mengaku keluarga juga,” kata petugas jaga RSCM, Arta Kusuma di RSCM, Jakarta, Selasa.
Hal senada juga disampaikan petugas jaga Polsek Cakung Briptu Komar. “Belum ada keluarga yang datang mau mengenali korban,” jelasnya dalam percakapan telepon.
Sedang menurut kriminolog Adrianus Meliala, andai saja ada keluarga atau famili yang mengenali tentu akan mudah untuk dilakukan identifikasi.
“Mesti ada orang yang lapor dan diambil DNA nya, biar segera ketahuan,” jelasnya. (detikcom/o)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.