Kedua Kalinya, Operasi Bedah Otak Berhasil di RS Vita Insani
Pematangsiantar (SIB)
Untuk kedua kalinya, Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Pematangsiantar, berhasil melakukan operasi bedah otak. Setelah dua bulan lalu operasi dilakukan terhadap Ramot Sinurat (19) kali ini operasi terhadap Rambang Tarigan (49) warga Jalan Sibolga Pematangsiantar.
Operasi yang berjalan sekitar 1 jam 40 menit baru-baru ini berhasil mengangkat gumpalan darah yang membeku pada bagian otak sebelah kanan pasien. Kini, kondisi bapak 4 orang anak itu telah membaik dan tengah memasuki masa pemulihan yang diperkirakan berlangsung selama 5-6 hari. Operasi ini dilakukan oleh Dr Adi Rubianto, Dr Ridho Darmajaya SpBS dan Dr Aziz Napitupulu SpS.
Murpiah Sinulingga (istri Rambang Tarigan) saat ditemui di RSVI baru-baru ini kepada wartawan menuturkan, suaminya selama sebulan terakhir sering mengeluhkan sakit pada bagian kepala. Bahkan pernah sampai nyaris tak sadarkan diri. Sayangnya, dia juga tak mengetahui apa penyebab penyakit yang dialami suaminya. Sementara itu, kesadaran suaminya terus memburuk, sehingga sempat diputuskan untuk segera dibawa ke Penang (Malaysia). Karena mereka mengira, operasi bedah otak belum dapat dilakukan di rumah sakit di Pematangsiantar.
Karena kondisi suaminya semakin memburuk, sementara urusan paspor masih bertele-tele, pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSVI. Setelah diperiksa oleh pihak tim dokter RSVI, dipastikan bahwa suaminya ternyata menderita pendarahan otak (sub dural hemabin) yang sudah kronis. Sehingga harus segera dilakukan operasi. Tim dokter RSVI, meyakinkan bahwa operasi tersebut dapat dilakukan dalam waktu singkat di Vita Insani.
“Awalnya perasaan saya was-was juga, apalagi tetangga saya tak ada yang percaya jika operasi bedah otak sudah bisa dilakukan di Vita Insani. Tetapi syukurlah, puji Tuhan! Sekarang kondisi suami saya sudah membaik, sehingga kami tak repot-repot lagi harus pergi berobat ke Penang. Mudah-mudahan, masyarakat juga makin mengerti bahwa rumah sakit kita, khususnya Vita Insani tidak kalah dengan luar negeri,” kata ibu berkacamata ini didampingi salah seorang anaknya.
Meski menurut pihak keluarga tak ada terjadi benturan, tetapi secara medis, menurut Dr Rubianto, pasiennya mengalami benturan. (S5/q)




Komentar