Jalan dan Jembatan ke Objek Wisata Tangkahan Langkat “Hancur-lebur”
Medan (SIB)
Komisi B DPRD Sumut menemukan infrastruktur berupa jalan dan jembatan menuju kawasan objek wisata di Tangkahan Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, saat ini kondisinya “hancur-lebur” dan bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke kawasan itu terpaksa menyeberangi 3 sungai, karena jembatan tidak bisa dilalui kendaraan.
Temuan itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut H Abdul Hakim Siagian, SH MHum kepada wartawan, Selasa (12/8) di DPRD Sumut seusai mengunjungi objek wisata di Desa Namo Sialang dan Sei Serdang Langkat.
“Pokoknya, infrastuktur ke kawasan itu saat ini sangat sulit dilalui, karena sangat tidak terawat serta tidak adanya upaya perbaikan, meski daerah itu kawasan ekowisata yang banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri, karena memiliki panorama hutan yang indah dan alami dengan gajah-gajah yang terlatih,” katanya.
Jalan-jalan yang ada pada umumnya sudah rusak berat, sementara jembatannya juga banyak yang sudah runtuh, sehingga bagi masyarakat yang ingin ke kawasan itu harus rela menyeberangi 3 sungai yang salah satu diantaranya memiliki kedalaman hingga satu meter.
Caleg DPR-RI dari PAN ini mencontohkan jembatan di kawasan Bandar Pulai yang bukan saja sudah runtuh, tetapi besi-besinya juga sudah raib. Sementara penggantinya tak kunjung ada. Padahal jembatan itu sangat vital untuk perjalanan ke dan dari Tangkahan yang indah.
Kondisi tersebut menyebabkan jarak dan waktu tempuh antara Medan – Tangkahan Langkat bertambah satu jam lebih, karena harus melalui kawasan perkebunan PTPN II di Sawit Seberang.
“Jika infrastruktur itu tak cepat diperbaiki, bukan hanya akan memukul sektor pariwisata, tetapi juga akan menyulitkan petani kita membawa hasil-hasil pertaniannya ke pasar,” ujar anggota dewan yang dikenal tidak pelit informasi dimaksud.
Dalam kunjungannya itu, Abdul Hakim sempat berdialog dengan Ketua Harian Lembaga Pariwisata Tangkahan Seh Ukur Sembiring dan salah seorang pengelola ‘cottage’ yang mengeluhkan buruknya infrastruktur ke kawasan objek wisata tersebut.
Hakim sendiri berjanji akan menjadikan kondisi tersebut sebagai salah satu fokus perhatiannya jika diamanahi rakyat menjadi wakilnya di DPR-RI dan tetap akan konsern terhadap lingkungan yang menjadi ekowisata sekaligus mendorong pemerintah daerah agar serius memperhatikan kondisi ini. (M10/u)




Komentar