unita
Print This Post Print This Post

Gubsu ‘Warning’ Waspadai Gejala Penjajahan Gaya Baru

Posted in Medan Kita by Redaksi on Agustus 17th, 2008

Medan (SIB)
Gubsu H Syamsul Arifin SE me-’warning’ masyarakat mewaspadai semakin kuatnya gejala model penjajahan gaya baru, baik dari dalam bangsa ini sendiri, misalnya eksploitasi sumberdaya alam secara serakah tanpa mempertimbangkan aspek pemerataan dan keadilan sosial, maupun dari pihak luar, antara lain penetrasi budaya asing yang melemahkan nasionalisme rakyat.
“Untuk mengantisipasi ini semua elemen bangsa harus betul-betul kembali kepada nilai-nilai kejuangan, terlebih-lebih keteladanan dari para aparatur penyelenggara negara,” tegas Syamsul Arifin Gelar Datuk Lelawangsa Sri Hidayatullah kepada wartawan di Medan, Jumat (15/8), sehubungan peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI.
Menurut putra kelahiran bumi hangus Pangkalan Brandan ini nilai kejuangan harus diaktualisasikan oleh seluruh elemen bangsa, terlebih-lebih aparatur penyelenggara negara, dengan aspek keteladanan. “Mari kita jujur kepada diri kita sendiri. Jangan lagi maling teriak maling. Masing-masing kita jangan jadi maling,” tegas mantan Ketua KNPI Sumatera Utara ini.
Didampingi Kepala Badan Infokom Provsu Drs H Eddy Syofian MAP, Gubsu memaparkan nilai-nilai kejuangan dan nasionalisme harus dikukuhkan kepada generasi muda sejak dini. “Seluruh elemen bangsa, mulai dari anak-anak, harus benar-benar faham bahwa kita merdeka untuk mensejahterakan rakyat, bukan menyengsarakan,” tuturnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, mulai dari pemikiran, penglihatan, pendengaran dan seluruh panca indera harus dilatih untuk peka terhadap jiwa kemerdekaan dan salah satu latihan itu dengan menghayati nilai-nilai kejuangan para pejuang dan perintis kemerdekaan, di mana saat itu, mulai dari tahun 1908 dan sebelumnya, 1928 dan 1945, seluruh komponen bangsa bergerak hanya untuk satu tujuan yaitu merdeka.
“Merdeka artinya punya undang-undang dasar sendiri, punya ideologi dan falsafah negara sendiri, punya lagu kebangsaan sendiri, punya bendera kebangsaan sendiri dan seterusnya. Itulah sebabnya kita harus menghayati simbol-simbol kemerdekaan itu,” tuturnya.
Itulah sebabnya, lanjut Gubsu, rakyat harus terus diarahkan, terutama generasi muda, agar mengerti dan faham sejarah bangsanya. “Kita khawatir banyak warga tidak mengetahui sejarah bangsanya. Saat ini saja banyak generasi muda, termasuk anak-anak, tidak hafal lagi lagu-lagu perjuangan. Itulah sebabnya saya mewajibkan semua sekolah kembali mengumandangkan lagu-lagu perjuangan,” jelas Gubsu seraya menjelaskan Surat Edaran untuk itu sudah dikirimkan ke bupati, walikota dan Kakanwil Depag Sumut.
Khusus di kalangan aparatur Negara, lanjutnya, seluruh pegawai negeri sipil (PNS) sudah diwajibkan hafal teks Pancasila dan setiap apel maupun upacara tidak boleh lagi membaca teks melainkan harus hafal. “Artinya, menghafal itu merupakan awal untuk mengingatkan seluruh PNS akan tanggung jawab kepada bangsa dan negaranya. Mereka harus faham sila demi sila dari Pancasila. Mereka harus menghayati makna Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga setiap perilaku harus takut dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Gubsu.
Dengan menghayati semangat nasionalisme dan kebangsaan, ujar Gubsu, seluruh elemen masyarakat dan aparatur penyelenggara Negara akan melaksanakan keadilan sosial, berjiwa gotong royong dan sebagainya. “Ini semua harus diawali dengan faham dan hafal dari setiap sila pada Pancasila,” ujarnya.
Gubsu sependapat dengan penilaian sejumlah pihak bahwa semangat dan nilai-nilai nasionalisme sebagian generasi muda saat ini cenderung menipis bahkan dikhawatirkan sepuluh tahun lagi akan hilang apabila dari sekarang tidak kembali digelorakan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 1945.
“Ini tugas kita semua, bagaimana membangkitkan terus semangat nasionalisme itu. Apabila nasionalisme mantap maka berbagai indikasi penjajahan gaya baru seperti kesenjangan dan ketidakadilan akan dapat diatasi sehingga tumbuh kesetiakawanan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan. Momentum HUT ke-63 RI ini merupakan saat yang paling ideal untuk kembali membangkitkan semangat nasionalisme itu,” tuturnya. (M35/f)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.