Koalisi Berkuasa Pakistan Sepakat Mengimpeach Musharraf
Islamabad (SIB)
Pakistan kembali dihadapkan pada krisis politik, Kamis (7/8) setelah satu sumber partai lokal mengatakan bahwa koalisi berkuasa Pakistan sepakat untuk mengimpeach Presiden Pervez Musharraf yang merupakan sekutu penting AS dalam kebijakan “perang melawan terornya.” Kata sepakat itu dicapai setelah melalui pembicaraan maraton tiga hari antar pemimpin partai koalisi, Asif Ali Zardari (suami mendiang Benazir Bhutto) dan Nawaz Sharif yang juga mantan PM Pakistan.
“Secara prinsip partai koalisi sepakat memilih mosi impeachment terhadap Presiden Musharraf,” demikian dikatakan salah seorang sumber senior di kubu koalisi berkuasa yang menolak menyebut namanya seperti dilaporkan AFP. Jubir Musharraf belum mau berkomentar mengenai kesepakatan itu. Namun sejumlah pejabat di kantor kepresidenan mengatakan, Musharraf telah membatalkan kedatangannya ke Beijing bergabung bersama sejumlah kepala negara lainnya untuk menghadiri upacara pembukaan Olympiade hari ini.
Sumber informasi di koalisi berkuasa Pakistan mengatakan, kata sepakat untuk mengimpeach sang presiden mengemuka ketika Sharif menjamin Zardari pada Rabu kemarin bahwa dirinya bisa mendapatkan dukungan dari sejumlah mantan anggota PML-N, yang saat ini merupakan anggota partai pro Musharraf. “Ada terobosan baru dalam pembicaraan tadi malam (Kamis). Kami sepakat mengimpeach sang presiden,” ujar anggota senior partai mantan PM Nawaz Sharif, Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N). Seorang pejabat partai bentukan mendiang Benazir Bhutto, Pakistan People Party (PPP) yang kini dipimpin oleh suaminya Zardari membenarkan keputusan tersebut.
Kedua partai koalisi itu juga sepakat untuk mengangkat kembali para hakim yang dinonaktifkan oleh Musharraf berdasarkan UU darurat. Mereka mengatakan, lembaran mosi impeachment terhadap posisi dan kinerja Musharraf sebagai presiden akan segera ditetapkan dan diajukan ke parlemen untuk ditandatangani oleh setidaknya separoh dari anggota parlemen Pakistan dalam beberapa hari kedepan. Ketua majelis nasional atau parlemen rendah Pakistan kemudian akan meminta jawaban Musharraf dan meminta dia mempertahankan posisinya dalam tujuh hingga 15 hari berikutnya. (AFP/LBN/q)




Komentar