unita
Print This Post Print This Post

DPRDSU: Malu Besar, Jika 1.000 Warga Kampus ‘SETIA’ Cari Suaka Politik ke AS dan Eropa

Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 7th, 2008

Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut menegaskan, Indonesia akan kehilangan muka alias malu besar, jika 1.000 warga Kampus Setia (Sekolah Tinggi Theologia Arastamar) mencari suaka politik ke Amerika Serikat dan Eropa, sehingga pemerintah pusat khususnya Mendagri, Mendiknas dan Menag harus segera bertindak arif dan bijaksana menyikapi kemelut kampus Setia secepatnya.
Hal itu diungkapkan Sekretaris F-PDS DPRD Sumut Pdt Petrus Sihombing, STh dan anggota Komisi E Drs Burhanudin Rajagukguk kepada wartawan, Rabu (6/8) di DPRD Sumut menanggapi rencana 1.000 warga kampus ‘Setia’ siap mencari suaka politik ke Amerika dan Eropa, karena tidak diizinkan lagi tinggal dan bersekolah di negeri sendiri.
Petrus dan Burhanudin menyatakan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa mahasiswa Setia tersebut, karena ancaman mencari suaka politik ke luar merupakan pukulan keras bagi pemimpin bangsa ini, seolah-olah tidak mampu mengayomi rakyatnya maupun menyelesaikan kemelut yang terjadi di negara ini.
Padahal, lanjut Burhan, negara Indonesia berdasarkan hukum, tapi masih ada rakyatnya yang terlunta-lunta akibat kemelut yang terjadi di lingkungan kampusnya tidak diselesaikan pemerintah. Padahal dalam UUD 1945 diamanatkan, semua warga Negara Indonesia tidak terkecuali termasuk warga kampus ‘Setia’ berhak mendapatkan perlindungan hukum.
Kenyataannya, ujar Burhan, sekira 2.000 warga kampus ‘Setia’ masih terlunta-lunta hampir dua minggu, sehingga para mahasiswa tidak bisa menikmati pendidikan maupun belajar dan hidup layaknya warga negara Indonesia.
Jika para mahasiswa benar-benar berangkat ke luar mencari suaka politik, tandas mantan ketua GAMKI Sumut itu, konsekuensinya Indonesia bakal malu besar, karena persoalannya tidak terlalu besar, tapi hanya masalah kecil yang bersumber dari masyarakat yang bisa diselesaikan secara arif dan bijaksana.
”Dari sisi tata negara, sebaiknya jangan sampai terjadi mencari suaka politik ke negara luar. Apalagi rakyat Indonesia dikenal dengan menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah dan mufakat. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, di sini pemerintah harus tanggap dan cepat, agar persoalan tidak semakin berlarut-larut dan ditumpangi pihak ketiga,” tandasnya.
Petrus juga mengingatkan pemerintah pusat agar tidak menganggap sepele terhadap ancaman warga kampus ‘Setia’ yang akan mencari suaka politik ke Amerika dan Eropa. Dari persoalan ini, pemerintah dituntut lebih sigap memberikan perlindungan keamanan dan kenyamanan, karena setiap warga negara wajib dilindungi.
Karena itu, tambah Petrus dan Burhan, pemerintah pusat baik itu Mendagri, Mendiknas, Menag agar segera menyelesaikan kasus ini secara hukum, karena negara kita negara hukum, tapi tindakan preventif juga harus dilakukan terhadap para mahasiswa agar tidak terlalu lama terlunta-lunta. (M10/d)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.